DPPKBP3A Kepahiang Wujudkan Gerakan Orang Tua Asuh Tekan Angka Stunting

NGENELO.NET, KEPAHIANG, – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang wujudkan gerakan orang tua asuh sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.

Kepala DPPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH menerangkan gerakan orang tua asuh sangat efektif dalam menekan angka stunting di Kabupaten Kepahiang.

“Ini salah satu terobosan yang kita lakukan. Salah satunya dengan menggiatkan gerakan orang tua asuh,” terang Linda. Orang tua asuh di sini, lebih difokuskan kepada program bapak asuh.

Sejauh ini, pihaknya mendata sudah terdaftar 43 bapak asuh yang siap menjalankan kewajibannya di Kabupaten Kepahiang. “Data di kita, sudah ada 43 bapak asuh,” kata Linda. Pihaknya pun berharap, makin banyak warga di Kabupaten Kepahiang berinisiatif sebagai bapak asuh.

Dalam program bapak asuh, alokasi dana yang di salurkan akan di kawal 399 kader yang merupakan tim pendampingan di seluruh wilayah Kabupaten Kepahiang. Dari sini, pola makan anak akan di pantau agar asupan kadar gizi yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh. “Kita sudah hitung, kebutuhan normal untuk 1 anak asuh dikisaran Rp450 ribu saja,” tambah Linda.

Zero Stunting di Kepahiang

Dengan program yang ada, pihaknya tetap optimis dapat menciptakan Kabupaten Kepahiang menjadi zero stunting pada 2030 mendatang.

Sejauh ini, beberapa desa telah di klaim zero stunting. Seperti, Desa Desa Permu Kecamatan Kepahiang, Desa Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan, Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan, Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan dan Desa Tapak Gedung Kecamatan Tebat Karai.

Tercatat, Kabupaten Kepahiang telah mendapatkan penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting terbaik se Provinsi Bengkulu di tahun 2025. Di mana Kabupaten Kepahiang mendapatkan penilaian 93. Angka stunting di Kabupaten Kepahiang sudah di angka 17 persen saja, dari sebelumnya di angka 22 persen.

Sebagai gambaran, dari pendataan awal, di Kabupaten Kepahiang masih tersebar 300 anak berisiko stunting. Dari jumlah anak berisiko stunting tersebut, 60 anak berstatus stunting. “Yang jelas penanganan anak berisiko stunting terus berjalan. Kita sangat berharap sekali dukungan dan peran serta dari semua pihak di Kabupaten Kepahiang, agar angka anak stunting benar-benar hilang,” demikian Linda. (adv)