JAKARTA, NGENELO.NET – Sesuai jadwal Qatar Airways Grand Prix of Qatar akan dihelat, Minggu 8 November 2026. Rangkaian balapan dimulai dengan Moto3 yang akan menempuh 16 lap di Sirkuit Internasional Lusail pada pukul 20.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan pada kelas Moto2 bakal beraksi dalam 18 lap mulai pukul 21.15 WIB.
Puncaknya, MotoGPÂ Qatar pada pukul 23.00 WIB, menyuguhkan 22 lap yang berlangsung di bawah sorotan. Bagi pecinta MotoGP tanah air, pastinya sangat menantikan bagaimana performa Veda Ega Pratama di ajang Moto3.
Sayang, kabar tak sedap bagi pecinta Moto3 tanah air lantaran Veda harus mengawali lomba nanti pada barisan belakang. Ini tak lepas lantaran pembalap asal Gunung Kidul itu, mendapatkan hukuman saat sesi kualifikasi.
Veda harus puas mengakhiri sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 di Sirkuit Lusail pada posisi ke 18, Sabtu 7 November petang. Mengawali sesi dengan cukup menjanjikan di urutan ketujuh, posisi rider berusia 17 tahun tersebut perlahan melorot ke urutan kedelapan.
Sebaliknya, pembalap Malaysia, Hakim Danish, tampil menggebrak sejak awal dengan mengamankan posisi kedua di belakang Maximo Quiles yang menjadi yang tercepat.
Saat FP2 berjalan sepuluh menit, ritme Veda Ega kian menurun hingga terlempar ke peringkat 13. Posisi ini bertahan hingga tersisa 15 menit, sementara Danish konsisten menjaga tempatnya di urutan dua besar.
Memasuki delapan menit terakhir, Veda Ega masih kesulitan menemukan pace terbaiknya di lintasan Lusail dan makin tersingkir ke urutan ke 18.
Di saat yang sama, persaingan papan atas makin sengit setelah David Almansa menyerobot ke posisi kedua. Ia, menggeser Danish ke tempat ketiga di bawah Quiles.
Hingga bendera checkered dikibarkan, Veda Ega tak mampu memperbaiki catatan waktunya dan tetap tertahan di posisi ke-18. Sementara itu, Quiles sukses mengunci status pembalap tercepat, disusul Almansa di posisi kedua dan Danish mengamankan peringkat ketiga.
Reaksi Honda Team Asia Atas Hukuman Veda
Honda Team Asia memberikan reaksi terkait hukuman yang di terima pebalap Indonesia Veda Ega Pratama turun enam grid akibat melanggar bendera kuning di sesi FP1 Moto3 Qatar.
Honda Team Asia memberikan dukungan kepada Veda Ega Pratama setelah dijatuhi hukuman turun enam posisi di grid start Moto3 Qatar 2026. Tim meminta Veda menjadikan sanksi tersebut sebagai pelajaran dan kembali fokus menghadapi balapan.
“Kami mengambil pelajaran, tetap fokus dan kembali lebih kuat,” tulis Honda Team Asia dalam keterangannya, Jumat 6 November 2026. Tim tersebut juga memberikan pesan penyemangat kepada Veda agar tidak larut dalam kekecewaan akibat hukuman yang di terimanya.
“Saatnya melawan kembali,” tulis Honda Team Asia.
Sanksi terhadap Veda lantaran melanggar aturan bendera kuning saat mengikuti sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Qatar, Jumat 6 November 2026). Pembalap berusia muda tersebut tetap mencatatkan waktu terbaik pribadinya di sebuah sektor ketika sinyal bendera kuning sedang di kibarkan.
Panel Steward FIM MotoGP menilai tindakan Veda tidak sesuai dengan instruksi khusus yang telah di berikan kepada seluruh pebalap dan tim. Perbuatan tersebut juga di kategorikan sebagai cara berkendara yang tidak bertanggung jawab sehingga melanggar Pasal 1.21.1 dan 1.21.2 Regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix.
Atas pelanggaran itu, Veda di jatuhi hukuman turun enam posisi di grid start balapan Moto3 Qatar 2026 yang di jadwalkan berlangsung pada Minggu 8 November 2026. Keputusan tersebut mengacu pada Pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3 regulasi kejuaraan.
Hukuman Veda
Dalam penjelasan sanksinya, Panel Steward merujuk pada Protokol Penalti yang telah di terbitkan kepada seluruh tim peserta. Pelanggaran Veda masuk kategori MGP-YF4, yaitu mencatatkan waktu terbaik pribadi ketika sinyal bendera kuning di kibarkan.
Berdasarkan protokol tersebut, pebalap wajib mengurangi kecepatan saat melewati sektor yang menampilkan sinyal bendera kuning. Aturan ini di terapkan untuk menjaga keselamatan seluruh peserta di lintasan.
Panel Steward juga menyebut pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kedua Veda pada musim ini. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam penjatuhan sanksi turun enam posisi.
Dua pembalap lain juga terpantau tidak mematuhi sinyal bendera kuning di tikungan 11. Yakni, Ruche Moodley (CODE Motorsports) dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Akan tetapi, mereka berdua hanya menerima Peringatan Resmi karena merupakan pelanggaran pertama musim ini.
“Saya sangat menantikan balapan di Qatar setelah meraih podium di Malaysia. Finish kedua di Sepang merupakan perasaan yang luar biasa, apalagi dengan kehadiran keluarga dan begitu banyak penggemar asal Indonesia yang mendukung saya di sana. Hasil tersebut memberikan motivasi dan kepercayaan diri yang besar bagi saya untuk akhir pekan ini,” ujar Veda.


