Ancaman bom penerbangan Eropa menyasar 10 pesawat. Jet tempur Italia dikerahkan, bandara Warsawa sempat ditutup.
- Sekitar 10 penerbangan di Eropa menerima ancaman bom pada 3 November 2026. Pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak.
- Jet tempur Angkatan Udara Italia dikerahkan untuk mengawal pesawat Ryanair dari Dublin menuju Roma.
- Bandara Warsaw Modlin di Polandia sempat menghentikan operasional setelah pesawat LOT menerima ancaman bom dan dialihkan dari Bandara Chopin.
Bengkulu, Ngenelo.net – Ancaman bom penerbangan Eropa menyasar sekitar 10 pesawat komersial dalam serangkaian insiden pada Selasa, 3 November 2026. Situasi tersebut memicu pemeriksaan keamanan di sejumlah bandara, penutupan sementara bandara di Polandia, hingga pengerahan jet tempur Angkatan Udara Italia untuk mengawal pesawat penumpang.
Meski menimbulkan kepanikan dan gangguan operasional, pemeriksaan terhadap pesawat, penumpang, serta bagasi tidak menemukan bahan peledak. Seluruh pesawat yang dilaporkan menjadi sasaran ancaman berhasil mendarat dengan selamat.
Maskapai Ryanair menjadi salah satu perusahaan penerbangan yang paling terdampak. Empat penerbangannya menuju sejumlah kota di Eropa menerima ancaman serupa.
Informasi ini dilaporkan AFP dan diberitakan sejumlah media internasional pada Rabu, 4 November 2026.
Ancaman Bom Penerbangan Eropa Sasar Sejumlah Rute Internasional
Rentetan ancaman tersebut menyebar ke sejumlah jalur penerbangan yang menghubungkan Inggris, Polandia, Italia, Spanyol, dan Bulgaria.
Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi menerima informasi ancaman terhadap empat pesawat yang dijadwalkan berangkat dari atau tiba di Bandara Heathrow. Polisi juga menerima peringatan terkait satu penerbangan di Bandara Manchester.
Namun, setelah petugas melakukan pemeriksaan, kepolisian menyatakan tidak menemukan masalah keamanan.
Di Polandia, dua penerbangan menuju Warsawa turut menerima peringatan bom. Keduanya melibatkan Scandinavian Airlines (SAS) dari Kopenhagen dan LOT Polish Airlines dari London Heathrow.
Sementara itu, otoritas penerbangan Spanyol mengaktifkan prosedur darurat setelah menerima peringatan terhadap pesawat Ryanair dari Manchester menuju Murcia. Pesawat tersebut mendarat tanpa kendala.
Selain itu, penerbangan Ryanair dari Lisbon menuju Roma, Dublin menuju Roma, serta Dublin menuju Sofia di Bulgaria juga menerima ancaman.
Rangkaian kejadian ini memperlihatkan bagaimana satu laporan ancaman dapat memicu prosedur keamanan lintas negara, meskipun petugas belum menemukan bukti adanya bahan peledak.
Ancaman Bom Penerbangan Eropa Picu Pengerahan Jet Tempur Italia
Perhatian tertuju pada penerbangan Ryanair FR9611 dari Dublin menuju Roma. Angkatan Udara Italia mengerahkan jet tempur untuk mengawal pesawat tersebut ketika mendekati Bandara Roma-Fiumicino.
Pesawat akhirnya mendarat pada pukul 10.45 waktu setempat atau 09.45 GMT.
Otoritas Bandara Roma menyatakan petugas menjalankan prosedur pemeriksaan terhadap penumpang, bagasi, dan pesawat.
“Pemeriksaan terhadap penumpang, bagasi, dan pesawat menunjukkan hasil negatif, sehingga status siaga dicabut,” demikian keterangan otoritas bandara Roma.
Sebelumnya, penerbangan Ryanair dari Lisbon juga menjalani prosedur pemeriksaan ketika tiba di bandara yang sama pada pukul 09.40 waktu setempat.
Dengan demikian, pengerahan jet tempur bukan berarti pesawat telah terbukti membawa bom. Langkah tersebut merupakan bagian dari respons keamanan untuk memastikan pesawat sipil dapat mendarat dengan aman ketika otoritas menerima laporan ancaman.
Ancaman Bom Penerbangan Eropa Ganggu Operasional Bandara Warsawa
Polandia juga mengalami gangguan operasional setelah dua penerbangan menuju Warsawa menerima peringatan bom.
Pesawat SAS dari Kopenhagen mendarat di Bandara Chopin. Petugas kemudian menutup sementara satu landasan pacu untuk melakukan pemeriksaan keamanan.
Di sisi lain, pesawat LOT dari London Heathrow yang semula akan tiba di Bandara Chopin di alihkan ke Bandara Warsaw Modlin.
Pesawat Boeing 737 MAX tersebut berhasil mendarat dengan selamat. Petugas kemudian mengevakuasi penumpang dan memeriksa pesawat.
Juru bicara Bandara Modlin, Adam Szablowski, menyampaikan kepada AFP bahwa pemeriksaan tidak menemukan benda mencurigakan.
“Tidak ditemukan apa pun,” ujarnya.
Pihak bandara sempat menghentikan operasional untuk mendukung pemeriksaan. Setelah petugas menyelesaikan prosedur keamanan, aktivitas bandara kembali berjalan.
Sementara itu, penerbangan Wizz Air dari Bergamo, Italia, menuju Sofia, Bulgaria, juga menjalani pemeriksaan setelah menerima peringatan keamanan.
Ancaman Bom Penerbangan Eropa Berlanjut Setelah Insiden Budapest
Serangkaian peringatan pada Selasa tersebut muncul setelah insiden serupa pada Senin, 2 November 2026.
Saat itu, penerbangan Wizz Air dari Bandara Luton, London, menuju Sofia, Bulgaria, menerima ancaman bom ketika berada di udara.
Pesawat kemudian mengubah rute dan melakukan pendaratan darurat di Budapest, Hungaria.
Menteri Pertahanan Hungaria, Romulusz Ruszin-Szendi, menyampaikan melalui Facebook bahwa jet tempur Gripen milik Angkatan Pertahanan Hungaria segera mengudara setelah menerima peringatan.
Jet tempur tersebut mengawal pesawat penumpang hingga mendarat dengan selamat di Budapest.
Peristiwa di Budapest menambah daftar gangguan penerbangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi yang memastikan seluruh ancaman tersebut berasal dari satu pelaku atau memiliki keterkaitan.
Dampak Ancaman Bom Penerbangan Eropa terhadap Keamanan Penerbangan
Ancaman bom terhadap pesawat komersial menjadi persoalan serius karena setiap laporan harus ditangani melalui prosedur keselamatan, meskipun kebenarannya belum terbukti.
Petugas bandara dan aparat keamanan perlu memeriksa pesawat, bagasi, serta kondisi penumpang sebelum mencabut status siaga. Dalam kondisi tertentu, otoritas juga dapat mengalihkan penerbangan, menutup landasan pacu, atau mengerahkan jet tempur.
Langkah tersebut dapat memicu keterlambatan jadwal, perubahan rute, hingga gangguan operasional bandara.
Di sisi lain, insiden kali ini memperlihatkan pentingnya koordinasi antara maskapai, pengelola bandara, kepolisian, dan otoritas pertahanan udara antarnegara.
Hingga Rabu, 4 November 2026, laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini menyebut petugas tidak menemukan bahan peledak dalam pemeriksaan terhadap pesawat-pesawat yang menerima ancaman.
Belum ada pula kepastian mengenai identitas pihak yang mengirimkan ancaman maupun motif di balik rangkaian kejadian tersebut.
Sumber: AFP, detikNews, serta keterangan otoritas bandara dan kepolisian yang dikutip dalam laporan tersebut.
