6 gunung api erupsi di Indonesia, terbaru Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok dan Ibu pada 9 September 2026.
- 6 gunung api erupsi di Indonesia dalam periode yang berdekatan, dengan empat gunung kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026.
- Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, dan Ibu tercatat kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026.
- Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Sinabung memiliki catatan erupsi terbaru pada 31 Agustus 2026.
- Badan Geologi menjelaskan erupsi sejumlah gunung api tidak otomatis saling memicu karena masing-masing memiliki sistem dan karakteristik vulkanik berbeda.
BENGKULU, NGENELO.NET, – Indonesia kembali mencatat aktivitas erupsi di sejumlah gunung api dalam waktu yang berdekatan. Dari enam gunung api yang menjadi perhatian, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026. Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Sinabung tercatat mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026.
Fenomena tersebut kembali menimbulkan pertanyaan mengenai aktivitas vulkanik di Indonesia, terutama karena beberapa gunung api mengalami erupsi dalam periode yang berdekatan.
Enam gunung api tersebut berada di wilayah berbeda, mulai dari Selat Sunda hingga Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Sumatera Utara. Masing-masing memiliki karakteristik, sejarah aktivitas, serta kondisi magma yang berbeda.
Daftar 6 Gunung Api yang Mengalami Erupsi
Berikut daftar enam gunung api yang mengalami erupsi dan waktu erupsi terbaru yang dapat diverifikasi dari laporan aktivitas gunung api.
1. Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda, Provinsi Lampung merupakan salah satu gunung api aktif yang memiliki sejarah aktivitas erupsi cukup sering.
Ketinggian Anak Krakatau tercatat sekitar 157 meter di atas permukaan laut.
Dalam laporan aktivitas terbaru, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu, 9 September 2026 pukul 00.47 WIB.
Erupsi tersebut tercatat melalui pemantauan seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 51 milimeter dan berlangsung sekitar 28 detik. Pada saat pengamatan, tidak terlihat kolom abu secara visual.
Aktivitas Anak Krakatau juga masih menjadi perhatian karena gunung tersebut tercatat beberapa kali mengalami erupsi dalam sepekan terakhir.
Status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
2. Gunung Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Selain itu, Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Semeru juga menjadi salah satu gunung api yang aktivitas erupsinya relatif sering.
Pada Rabu, 9 September 2026, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 18.41 WIB.
Saat laporan aktivitas diterbitkan, erupsi masih berlangsung. Dalam periode satu pekan, Semeru tercatat mengalami sejumlah kejadian erupsi.
Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan gunung harus mengikuti batas aman yang ditetapkan berdasarkan potensi bahaya seperti awan panas guguran, guguran lava, serta lontaran material vulkanik.
3. Gunung Ili Lewotolok
Gunung Ili Lewotolok berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur memiliki ketinggian sekitar 1.423 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas erupsi kembali tercatat pada Rabu, 9 September 2026 pukul 09.51 WITA.
Dalam laporan tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak gunung api. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom erupsi berada sekitar 1.823 meter.
Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Aktivitas tersebut juga terekam dengan amplitudo maksimum sekitar 40 milimeter dan durasi sekitar 52 detik.
Gunung Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik dan mengikuti arahan petugas.
4. Gunung Ibu
Gunung Ibu berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara memiliki ketinggian sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut.
Pada Rabu, 9 September 2026 pukul 19.21 WIT Gunung Ibu kembali mengalami erupsi.
Kolom abu erupsi teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Pada saat laporan aktivitas dibuat, erupsi masih berlangsung.
Gunung Ibu juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Dalam pemantauan selama sepekan, tercatat puluhan kejadian erupsi.
Status Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar area yang berpotensi terdampak material erupsi.
5. Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memiliki ketinggian sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut.
Erupsi terbaru yang dapat di verifikasi dalam laporan aktivitas terjadi pada 31 Agustus 2026 pukul 12.53 WITA.
Pada erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut. Erupsi berlangsung sekitar 3 menit 22 detik.
Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi menetapkan rekomendasi kawasan yang harus dihindari masyarakat sesuai dengan potensi bahaya yang dapat muncul dari aktivitas gunung tersebut.
6. Gunung Sinabung
Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan ketinggian sekitar 2.460 meter di atas permukaan laut.
Sementara, erupsi terbaru yang terverifikasi terjadi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB.
Dalam laporan khusus aktivitas Gunung Sinabung, kolom abu erupsi teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak. Dengan demikian, material erupsi membumbung hingga sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.
Amplitudo maksimum erupsi tercatat mencapai 120 milimeter. Aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan di buat.
Pada hari yang sama, status Gunung Sinabung di naikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Peningkatan status tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya vulkanik di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
Daftar 6 Gunung Api dan Waktu Erupsi Terbaru
- Gunung Anak Krakatau
Lokasi: Lampung/Selat Sunda
Ketinggian: ±157 mdpl
Terakhir Erupsi: 9 September 2026, 00.47 WIB - Gunung Semeru
Lokasi: Jawa Timur
Ketinggian: 3.676 mdpl
Terakhir Erupsi: 9 September 2026, 18.41 WIB - Gunung Ili Lewotolok
Lokasi: Nusa Tenggara Timur
Ketinggian: ±1.423 mdpl
Terakhir Erupsi: 9 September 2026, 09.51 WITA - Gunung Ibu
Lokasi: Maluku Utara
Ketinggian: ±1.325 mdpl
Terakhir Erupsi: 9 September 2026, 19.21 WIT - Gunung Lewotobi Laki-laki
Lokasi: Nusa Tenggara Timur
Ketinggian: ±1.584 mdpl
Terakhir Erupsi: 31 Agustus 2026, 12.53 WITA - Gunung Sinabung
Lokasi: Sumatera Utara
Ketinggian: ±2.460 mdpl
Terakhir Erupsi: 31 Agustus 2026, 10.17 WIB
Data tersebut menunjukkan bahwa tidak semua gunung api dalam daftar mengalami erupsi pada hari yang sama. Empat gunung kembali mencatat erupsi pada 9 September 2026, sedangkan dua gunung lainnya memiliki catatan erupsi terbaru pada 31 Agustus 2026.
Apakah Erupsi Keenam Gunung Api Saling Memicu?
Munculnya erupsi sejumlah gunung api dalam waktu berdekatan membuat sebagian masyarakat bertanya apakah aktivitas satu gunung dapat memicu gunung lainnya.
Badan Geologi menjelaskan bahwa erupsi beberapa gunung api pada hari atau periode yang berdekatan tidak otomatis menunjukkan bahwa gunung-gunung tersebut saling memicu.
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak gunung api aktif. Karena itu, aktivitas vulkanik yang berlangsung pada beberapa gunung dalam waktu bersamaan dapat terjadi sebagai bagian dari dinamika alam.
Setiap gunung juga memiliki sistem magmatik dan karakteristik aktivitas yang berbeda. Karena itu, erupsi di satu gunung tidak serta-merta menjadi penyebab erupsi di gunung lainnya.
Melansir laman media nasional, Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Indranova Suhendro, juga menjelaskan bahwa setiap gunung memiliki karakteristik dan siklus aktivitas sendiri. Erupsi yang berdekatan waktunya lebih tepat di lihat sebagai beririsannya siklus aktivitas masing-masing gunung, bukan sebagai satu sistem magma yang sama.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menyimpulkan bahwa enam gunung tersebut mengalami erupsi karena satu pemicu yang sama.
Empat Gunung Kembali Erupsi pada 9 September
Aktivitas empat gunung api pada 9 September 2026 menjadi perhatian karena terjadi dalam satu hari.
Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi pada dini hari. Beberapa jam kemudian, Ili Lewotolok kembali mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.
Pada malam hari, Gunung Semeru dan Gunung Ibu juga tercatat mengalami erupsi.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh gunung berada dalam satu rangkaian erupsi yang saling berhubungan. Masing-masing gunung tetap harus dipantau berdasarkan parameter kegempaan, visual, perubahan kawah, serta perkembangan aktivitas vulkaniknya.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api aktif perlu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan.
Masyarakat juga sebaiknya tidak memasuki kawasan yang telah di tetapkan sebagai zona berbahaya. Ketika status gunung meningkat, rekomendasi radius bahaya dapat berubah sesuai hasil pemantauan terbaru.
Yang paling penting, informasi mengenai erupsi sebaiknya tidak hanya di lihat dari waktu kejadian. Perubahan status, tinggi kolom abu, arah sebaran material, kegempaan, dan rekomendasi kawasan aman juga perlu di perhatikan.
Enam gunung api yang mengalami erupsi dalam periode berdekatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Indonesia masih tinggi. Meski demikian, Badan Geologi menegaskan bahwa kejadian erupsi pada beberapa gunung api tidak otomatis berarti satu gunung memicu gunung lainnya.
Pemantauan berkelanjutan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api.
