Korupsi BGN mengguncang program MBG. Prabowo mengaku sedih dan terpaksa mengganti pejabat yang selama ini dipercaya.
- Korupsi BGN menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan dua mantan wakil kepala sebagai tersangka.
- Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih karena harus mengganti orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program MBG.
- Kejaksaan Agung menduga terjadi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026.
- Pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN baru untuk memastikan program MBG tetap berjalan.
JAKARTA, NGENELO.NET, – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait kasus Korupsi BGN yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya di tetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 dan 2026.
Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.
Pada Rabu (3/6/2026), Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN dan langsung menggiring ketiga tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, sehari sebelumnya pemerintah telah mengumumkan pencopotan mereka dari jabatan masing-masing.
Presiden Prabowo mengaku tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas situasi tersebut. Menurutnya, keputusan mengganti para pejabat tersebut bukanlah langkah yang mudah karena mereka sebelumnya merupakan orang-orang yang dipercaya mengemban tugas negara.
Kasus BGN Bikin Prabowo Akui Sedih dan Kecewa
Pernyataan itu di sampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat sedih karena harus mengambil keputusan besar terhadap orang-orang yang selama ini dianggap dekat dan dapat dipercaya.
“Saya sebetulnya hari ini sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara,” ujar Prabowo dikutip dari laman CNN.
Namun demikian, Presiden menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan tanpa intervensi. Oleh karena itu, ia memilih tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai substansi perkara yang sedang di tangani aparat penegak hukum.
Menurut Prabowo, prinsip penegakan hukum harus di jaga agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa pemerintah tidak melindungi siapa pun yang di duga melakukan pelanggaran.
Selain itu, ia juga menilai kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat negara bahwa jabatan merupakan amanah yang harus di jalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengumumkan pergantian pimpinan BGN. Pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan di dampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian tersebut untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan serta menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Berawal dari Laporan Kejanggalan Internal
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkap fakta penting bahwa laporan mengenai dugaan penyimpangan sebenarnya telah di terimanya sejak beberapa waktu lalu.
Menurut Presiden, berbagai informasi yang masuk menunjukkan adanya indikasi kekurangan, kejanggalan, hingga dugaan penyelewengan dalam pengelolaan organisasi.
“Jadi memang, sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” katanya.
Setelah menerima laporan tersebut, Prabowo langsung meminta sejumlah lembaga melakukan penelusuran dan pendalaman.
Ia mengaku memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta sejumlah pejabat terkait untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di BGN.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak mengabaikan informasi yang masuk. Sebaliknya, pemerintah berupaya melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan strategis.
Korupsi BGN Ancam Program Makan Bergizi Gratis yang Jadi Prioritas Nasional
Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program paling penting dalam agenda pemerintahannya.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pembagian makanan kepada anak-anak sekolah, melainkan investasi besar untuk masa depan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa banyak negara maju berhasil menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak.
Karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap keberhasilan program MBG. Apabila program berjalan baik, dampaknya tidak hanya di rasakan dalam jangka pendek, tetapi juga akan meningkatkan kualitas generasi penerus Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.
“Semua negara yang maju yang saya lihat menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan penerus. Program ini sangat penting,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi.
Menurutnya, organisasi akan berkembang apabila di pimpin oleh orang-orang yang kompeten, jujur, dan memiliki integritas tinggi. Sebaliknya, organisasi dapat mengalami kemunduran apabila di pimpin oleh individu yang tidak menjalankan amanah dengan baik.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas kepada seluruh aparatur negara agar menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Di sisi lain, publik kini menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Kejaksaan Agung untuk mengetahui secara rinci modus dugaan korupsi yang terjadi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Meskipun demikian, pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan dan tidak akan berhenti akibat pergantian pimpinan maupun proses hukum yang sedang berlangsung.
Dengan adanya kepemimpinan baru di BGN, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat dapat segera pulih. Selain itu, program strategis yang menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia di harapkan tetap berjalan sesuai tujuan awal. Yakni meningkatkan kualitas gizi dan menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi.
