Profil Kepala BGN Baru, Nanik S Deyang dikenal tegas mengawasi Program MBG dan sering sidak dapur SPPG di berbagai daerah. Bahkan Ribuan SPPG telah di Suspend Nanik.
- Kepala BGN Baru Nanik Sudaryati Deyang resmi ditunjuk Presiden Prabowo menggantikan Dadan Hindayana.
- Nanik memiliki latar belakang jurnalis senior dan pengalaman panjang di pemerintahan.
- Selama menjadi Wakil Kepala BGN, ia di kenal aktif melakukan sidak dapur Program MBG.
- Sebanyak 2.213 SPPG masih di tangguhkan demi menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG nasional.
JAKARTA, NGENELO.NET, – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Kepala BGN Baru, Nanik Sudaryati Deyang, untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan tersebut di umumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam.
Penunjukan Nanik menjadi perhatian publik karena sosoknya sudah cukup dikenal di lingkungan Badan Gizi Nasional. Sebelum menduduki jabatan tertinggi di lembaga tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Selain itu, Nanik juga menjadi figur yang kerap turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, sejumlah inspeksi mendadak atau sidak yang dilakukannya beberapa kali berujung pada penangguhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar.
Pergantian pimpinan ini sekaligus membuka babak baru dalam pelaksanaan Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Kepala BGN Baru Berawal dari Karier Jurnalis Senior
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang di kenal sebagai jurnalis senior yang memiliki pengalaman panjang di industri media nasional.
Perempuan bernama lengkap Nanik Sudaryati Deyang itu lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya di mulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.
Kemudian, Nanik melanjutkan kiprahnya dengan menjadi pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membentuk kemampuan komunikasi publik yang kuat, sesuatu yang kemudian menjadi modal penting ketika memasuki dunia politik dan pemerintahan.
Namanya mulai dikenal secara luas pada Pemilihan Presiden 2019. Saat itu, Nanik di percaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo memimpin pemerintahan, karier Nanik terus berkembang. Ia di percaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.
Selain itu, ia bekerja bersama Budiman Sudjatmiko dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan nasional. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kapasitasnya dalam mengelola program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ketika Presiden Prabowo melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025, Nanik mendapat kepercayaan baru sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Jabatan tersebut menjadi pintu masuk bagi Nanik untuk memahami secara mendalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini menjadi program unggulan pemerintah.
Kepala BGN Baru Dikenal Tegas Sidak Dapur MBG
Selama menjabat Wakil Kepala BGN, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang di kenal sebagai pejabat yang aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan.
Alih-alih hanya menerima laporan di kantor, Nanik memilih turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke berbagai dapur SPPG di sejumlah daerah. Langkah tersebut untuk memastikan seluruh standar operasional prosedur Program MBG di jalankan secara benar.
Selain itu, ia juga memastikan kualitas makanan yang di berikan kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap sesuai standar gizi yang telah di tetapkan pemerintah.
Berdasarkan sejumlah kegiatan yang di publikasikan melalui akun resmi @sidakbgn, Nanik beberapa kali mengunjungi dapur SPPG di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, serta sejumlah daerah lainnya.
Dalam berbagai sidak tersebut, ia menemukan sejumlah pelanggaran yang cukup serius. Mulai dari standar higienitas yang kurang memadai, tata letak dapur yang tidak sesuai pedoman teknis, hingga fasilitas sanitasi yang berpotensi mengganggu keamanan pangan.
Karena itu, Nanik tidak segan mengambil tindakan tegas.
“Kami ingin memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan memenuhi standar gizi yang di tetapkan pemerintah,” ujar Nanik dalam salah satu kesempatan pengawasan Program MBG.
Selain menegakkan aturan terkait kualitas dapur, Nanik juga memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang bekerja dalam program tersebut.
Ia beberapa kali meminta mitra SPPG menyediakan fasilitas mess atau tempat tinggal yang layak bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak akan optimal apabila tenaga pelaksana bekerja tanpa dukungan fasilitas yang memadai.
Pendekatan tersebut membuat Nanik di kenal sebagai pemimpin yang tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan kualitas sistem pendukung di lapangan.
Kepala BGN Baru Hadapi Tantangan Besar Program MBG
Sebagai Kepala BGN Baru, Nanik S Deyang kini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar di banding saat menjabat sebagai wakil kepala.
Salah satu tantangan utama adalah memastikan kualitas Program MBG tetap terjaga di tengah ekspansi layanan yang terus berlangsung
Data terbaru yang di sampaikan Nanik pada Minggu (31/5) menunjukkan bahwa sebanyak 27.208 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia sejak program di mulai pada 6 Januari 2025.
Namun demikian, proses evaluasi terus berjalan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.182 SPPG pernah mengalami penangguhan sementara karena belum memenuhi standar yang di tetapkan.
Dari total SPPG yang pernah di tangguhkan, sebanyak 5.659 unit telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan sesuai ketentuan.
Sementara itu, sebanyak 2.213 SPPG masih menjalani masa penangguhan karena belum memenuhi persyaratan teknis maupun manajemen.
Penangguhan dilakukan berdasarkan berbagai sumber evaluasi. Selain laporan masyarakat, BGN juga mempertimbangkan hasil sidak, masukan pejabat daerah, serta pemantauan terhadap kejadian yang di alami penerima manfaat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan kualitas menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana Nanik memimpin Badan Gizi Nasional dalam memperkuat tata kelola program, memperluas jangkauan layanan. Serta menjaga kualitas makanan bergizi bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Selain itu, keberhasilan Program MBG juga akan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pemerintahan Prabowo. Khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Dengan pengalaman sebagai jurnalis, pengelola komunikasi publik, serta pengawas lapangan yang aktif, Nanik S Deyang kini memikul tanggung jawab besar. Guna untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai harapan masyarakat.
