7 Fakta di Balik Kematian Tragis Pekerja Dapur MBG Cantik di Kota Bengkulu, Bergelar Sarjana, Pelaku Teman SMP

πŸ”Š Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita
7 Fakta di Balik Kematian Tragis Pekerja Dapur MBG Cantik di Kota Bengkulu, Bergelar Sarjana, Pelaku Teman SMP
Jasad pekerja dapur MBG tenggelam di dasar sungai dengan pemberat, saat coba di angkat warga ke permukaan. foto: ngenelo.net-

NGENELO.NET, BENGKULU –Β Ada sederet fakta di balik kematian tragis pekerja dapur MBG di Kota Bengkulu, Indo Melvi Yunada Tia (24) pada Senin 14 September 2026 siang sekitar pukul 11.15 WIB. Kematiannya yang membuat geger warga tersebut, langsung disikapi cepat aparat.

Begitu jasadnya ditemukan dalam kondisi tenggelam di Sungai Kampung Bahari Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu hanya hitungan jam saja pelaku berhasil diringkus aparat. Berikut adalah fakta tersimpan dari kasus kematian tragis pekerja dapur MBG di Kota Bengkulu.

1. Bergelar Sarjana Komunikasi

Tak lama setelah kabar kematian pekerja dapur MBG, Melvi beredar luas ucapan duka cita pun memenuhi beranda media sosial. Salah satunya dari akun resmi milik Fisip Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Dalam keterangannya, tertera jelas jika almarhum merupakan alumni dari Fisip UMB dengan gelar sarjana ilmu komunikasi angkatan 2020.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Indo Melvi Yunada Tia, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu Angkatan 2020.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadah serta amal baiknya, dilapangkan dan diterangi alam kuburnya, serta diberikan husnul khatimah,” tulis akun resmi Fisip UMB dikutip, Selasa 15 September 2026.

2. Karyawan Baru

Dari penjelasan pimpinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai Kota Bengkulu kepada awak media, juga terungkap fakta jika Melvi belum lama bekerja di sana. Berstatus sebagai relawan, alias bukanlah pekerja tetap, Melvi terhitung baru menjalani tugasnya di dapur MBG tersebut selama 3 bulan saja.

7 Fakta di Balik Kematian Tragis Pekerja Dapur MBG Cantik di Kota Bengkulu, Bergelar Sarjana, Pelaku Teman SMP
Ungkapan duka dari Fisip UMB, setelah kematian pekerja MBG secara tragis di Sungai Kampung Bahari Kota Bengkulu. foto: ngenelo.net-

3. Sosok Ceria

Masih dari penjelasan pengelola dapur MBG, keseharian Melvi sebagai pekerja di dapur MBG bagian pemorsian tergolong biasa saja. Meski dikenal oleh rekan kerja cenderung pendiam, namun kesehariannya tetap ceria. Dilaporkan pula oleh atasannya langsung, Melvi tak memiliki persoalan di lingkungan kerjanya.

4. Pekerja KerasΒ 

Berdomisili di Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, tak menghalangi Melvi untuk tetap bekerja. Padahal, lokasi kerjanya yakni SPPG Padang Serai berada di Kota Bengkulu lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Jam kerjanya adalah pukul 03.00 WIB dinihari, hingga selesai. Artinya, setiap hari Melvi harus bolak balik seorang diri mengendarai sepeda motor dari Sukaraja – Padang Serai Kota Bengkulu.

5. Tewas Mengenaskan

Pihak keluarga mengetahui kematian Melvi, setelah pihak dapur MBG menghubungi mereka lantaran Melvi tak kunjung datang ke tempat kerja meski waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB. Dari penyisiran pihak keluarga di bantu warga sekitar, sepeda motornya Scoopy BD 5084 RD di temukan dalam keadaan sudah tertutup semak dan rumput. Lokasinya di sisi Jalan Kampung Bahari Ujung RT 18 RW 06, yang kemudian berada hanya sekitar 100 meter dari tempat penemuan jasad korban.

7 Fakta di Balik Kematian Tragis Pekerja Dapur MBG Cantik di Kota Bengkulu, Bergelar Sarjana, Pelaku Teman SMP
Kondisi sepeda motor pekerja MBG di tutupi semak oleh pelaku. foto: ngenelo.net-

6. Pelaku Rekan Kerja

Saat jasadnya di temukan, ada pemberat beberapa batu di selipkan pada baju korban. Ini sebagai upaya pelaku, dengan tujuan agar jasad korban tak cepat mengambang. Di bagian wajahnya juga terdapat beberapa bekas lebam. Ahirnya terungkap, pelaku pembunuhan tak lain rekan kerjanya sendiri yang berprofesi sebagai satpam.

6. Sakit Hati

Di hadapan penyidik, pelaku, RP mengaku nekat menghabisi nyawa pekerja MBG malang tersebut karena sakit hati. Korban menurut pelaku, kerap mengeluarkan kata bernada penghinaan kepadanya. Menurut pelaku, korban sering menghinanya dengan menyebutnya hitam. Kata-kata tersebut sering di lontarkan di tempat umum, yang kemudian membuat pelaku sakit hati.

7. Teman SMP

Antara korban dan pelaku belakangan merupakan teman satu sekolah sejak SMP. Masih dari penuturan pelaku, penghinaan yang di terimanya sudah terjadi sejak SMP sampai keduanya sama-sama bekerja di tempat yang sama.

Sampai informasi ini di update, pihak kepolisian Polresta Bengkulu masih mendalami beberapa bukti yang ada untuk menjerat pelaku. Apapun dalihnya, apa yang sudah dilakukan pelaku sudah melawan hukum dan layak diganjar hukuman sesuai aturan yang berlaku.