NGENELO.NET, BENGKULU – Pemandangan miris tertangkap kamera warga, saat sebuah mobil ambulans malah kedapatan sedang mengangkut muatan pupuk. Dari video yang sudah banyak beredar di media sosial, Minggu 16 Agustus 2026 video di tengarai berada di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.
Mobil ambulans jenis Daihatsu Granmax dengan nomor polisi BD 9587 AY, menyertakan sebuah tulisan jelas di bagian belakangnya. Yakni, ‘Ambulance Kabupaten Lebong Kecamatan Lebong Sakti’, yang merujuk kepada salah satu kecamatan di Kabupaten Lebong.
Belum terverifikasii secara pasti, di mana lokasi tempat aktivitas ambulans mengangkut pupuk tersebut berlangsung. Siapa yang memerintahkan dugaan penyalahgunaan ambulans, masih menjadi misteri.
Namun, dari percakapan para pekerja yang terekam di dalam kamera, diduga mobil ambulans tersebut menjadi tanggung jawab pengurus Desa Tabeak Dipoa yang berada di Kecamatan Lebong Sakti. Ini juga diperkuat dengan penyebutan ambulans Tabeak Dipoa, oleh salah seorang pekerja yang berada di lokasi.
Namun, sampai berita ini di update belum ada pihak di Kabupaten Lebong yang mengaku bertanggungjawab termasuk mengklarifikasi informasi keberadaan ambulans tersebut.
Jika memang penggunaan ambulans di Kabupaten Lebong di atas sudah di salahgunakan, adalah sebuah hal yang sangat di sayangkan. Mobil ambulans tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Bengkulu, untuk menunjang masyarakat dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.
Penyerahan bantuan di lakukan pada Agustus 2025 lalu, dengan Kabupaten Lebong mendapatkan 12 unit mobil ambulans. Mobil ambulans pun di serahkan kepada pihak kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Lebong.
Bantuan mobil ambulnas di salurkan agar semakin mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Pengelolaan ambulans, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa setempat, bukan dinas terkait.
Ambulans Bukan Buat Angkut Pupuk
Jadi pertanyaan besar, siapa yang bertanggungjawab atas dugaan penyalahgunaan fasilitas publik berupa ambulans di Kabupaten Lebong. Jika memang terbukti ada unsur kesengajaan, di perlukan tindakan tegas dan nyata agar kejadian serupa tak terulang lagi. Karena jelas, ambulans yang di serahkan penggunaannya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bukan untuk angkut pupuk apapun alasannya.
Di luar itu, sudah jelas pula penggunaan ambulans salah peruntukan sudah menyalahi aturan yang ada. “Mobil ambulans malah di gunakan untuk angkut pupuk, sangat memalukan. Di mana pengawasan dari pihak terkait. Kalau di biarkan besok-besok ambulans bisa di gunakan untuk angkut hasil panen sawit,” kritik salah satu warganet di media sosial.
