SELUMA, NGENELO.NET, – Karier Kepala Sekolah menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Seluma. Wakil Ketua I DPRD Seluma, Syamsul Aswajar, mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma menyusun pola pengembangan karier kepala sekolah secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ini agar mampu meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus menciptakan iklim kerja yang harmonis di lingkungan sekolah.
Menurut Syamsul, penataan sumber daya manusia di sektor pendidikan tidak cukup hanya mengatur rotasi jabatan kepala sekolah. Sebaliknya, pemerintah daerah juga perlu merancang jenjang karier yang jelas bagi guru yang telah selesai menjalankan tugas sebagai kepala sekolah sehingga pengalaman yang di miliki tetap memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Selain itu, kebijakan tersebut di nilai mampu memaksimalkan kompetensi para mantan kepala sekolah yang telah memiliki pengalaman memimpin satuan pendidikan. Oleh karena itu, DPRD Seluma mengusulkan agar mantan kepala sekolah di prioritaskan mengemban tugas sebagai pengawas sekolah sesuai kompetensi, kebutuhan daerah, serta ketentuan yang berlaku.
Langkah ini juga di yakini akan menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih profesional, mengurangi potensi konflik internal di sekolah, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Seluma.
Karier Kepala Sekolah Perlu Memiliki Pola Pengembangan yang Jelas
Syamsul Aswajar menjelaskan bahwa penyusunan Karier Kepala Sekolah harus menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma. Menurutnya, guru yang telah selesai menjalankan amanah sebagai kepala sekolah sebaiknya tidak langsung kembali menjadi guru di sekolah yang sama.
Sebaliknya, mereka di nilai lebih tepat di berikan kesempatan menjadi pengawas sekolah. Selain memanfaatkan pengalaman kepemimpinan yang di miliki, langkah tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan karier yang lebih baik bagi tenaga pendidik.
Ia menilai pengalaman memimpin sekolah selama bertahun-tahun merupakan modal besar dalam membina kepala sekolah lain maupun guru di berbagai satuan pendidikan.
“Guru harus naik level. Penataan karier harus di pikirkan dengan baik agar tidak berbenturan dengan guru maupun mantan kepala sekolah,” ujar Wakil Ketua I DPRD Seluma, Syamsul Aswajar.
Selain itu, pola karier yang jelas akan memberikan motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, setiap jenjang jabatan memiliki arah yang pasti sehingga proses regenerasi kepemimpinan di sekolah berlangsung lebih sehat.
Kemudian, penataan karier juga akan membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan calon pemimpin sekolah yang memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta integritas tinggi.
Oleh sebab itu, DPRD Seluma berharap Dikbud mampu menyusun sistem yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.
Karier Kepala Sekolah Dinilai Dapat Mencegah Konflik di Lingkungan Sekolah
Menurut Syamsul, salah satu alasan penting penyusunan Karier Kepala Sekolah adalah untuk menghindari potensi ketidaknyamanan di lingkungan sekolah ketika mantan kepala sekolah kembali mengajar di bawah kepemimpinan kepala sekolah baru.
Situasi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi hubungan kerja maupun koordinasi dalam menjalankan program pendidikan apabila tidak di kelola secara tepat.
Selain itu, keberadaan mantan kepala sekolah di lingkungan kerja yang sama dapat memunculkan persepsi berbeda di kalangan guru maupun tenaga kependidikan. Walaupun tidak selalu terjadi, kondisi seperti itu tetap perlu di antisipasi melalui kebijakan yang matang.
Karena itu, DPRD Seluma menilai penempatan mantan kepala sekolah sebagai pengawas sekolah menjadi salah satu solusi yang lebih konstruktif.
Di sisi lain, pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam membina berbagai satuan pendidikan. Mereka tidak hanya melakukan supervisi administrasi. Tetapi juga memberikan pendampingan terhadap peningkatan mutu pembelajaran, tata kelola sekolah, hingga implementasi kebijakan pendidikan.
Dengan pengalaman sebagai kepala sekolah, mantan kepsek di nilai memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan fungsi tersebut secara optimal.
Selain mendukung profesionalisme, kebijakan ini juga membuka ruang pengembangan karier yang lebih baik sehingga pengalaman para mantan kepala sekolah tidak berhenti begitu saja setelah masa jabatan berakhir.
Kemudian, sistem seperti ini dapat memperkuat kualitas pembinaan pendidikan secara menyeluruh di Kabupaten Seluma.
Karier Kepala Sekolah Perlu Didukung Penguatan Peran Pengawas
Selain mendorong penyusunan Karier Kepala Sekolah, DPRD Seluma juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat fungsi pembinaan terhadap kepala sekolah, guru, maupun pengawas sekolah.
Syamsul menilai pengawas sekolah merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil setiap sekolah di wilayah binaannya. Oleh karena itu, keberadaan mereka harus lebih banyak di libatkan dalam proses evaluasi maupun penyusunan kebijakan pendidikan.
“Pengawas sekolah harus lebih banyak di libatkan karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan. Dinas Pendidikan juga harus jeli dalam menentukan kebijakan terhadap mantan kepala sekolah yang akan kembali menjadi guru,” katanya.
Selain itu, penguatan fungsi pengawas di nilai mampu mencegah munculnya berbagai persoalan pendidikan sejak dini. Pengawas tidak hanya bertugas melakukan monitoring, melainkan juga menjadi mitra konsultasi bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemudian, pendampingan yang secara rutin akan membantu sekolah menyelesaikan berbagai kendala administratif maupun akademik secara lebih cepat.
Oleh sebab itu, DPRD Seluma berharap jumlah maupun kapasitas pengawas sekolah terus di perkuat agar mampu menjangkau seluruh satuan pendidikan secara maksimal.
Karier Kepala Sekolah yang Transparan Diyakini Tingkatkan Mutu Pendidikan Seluma
Menurut DPRD Seluma, penyusunan Karier Kepala Sekolah harus berjalan seiring dengan kebijakan mutasi dan penataan jabatan yang transparan.
Setiap keputusan mengenai pengangkatan, rotasi, maupun pemberhentian kepala sekolah di harapkan secara terbuka. Serta sosialisasi yang memadai, serta tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Dengan mekanisme yang transparan, seluruh pihak akan lebih mudah menerima setiap keputusan tanpa memunculkan polemik yang berkepanjangan.
Selain itu, sistem yang profesional akan memberikan kepastian karier bagi tenaga pendidik sehingga mereka dapat lebih fokus meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik.
DPRD Seluma meyakini bahwa pengelolaan karier yang terencana akan menciptakan tata kelola pendidikan yang semakin baik.
Tidak hanya meningkatkan profesionalisme guru dan kepala sekolah, kebijakan tersebut juga memperkuat fungsi pengawasan. Serta memperbaiki koordinasi antar unsur pendidikan dan mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Seluma.
Ke depan, DPRD Seluma berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat segera menyusun pola pengembangan karier kepala sekolah yang berkelanjutan. Dengan demikian, seluruh potensi sumber daya manusia di dunia pendidikan dapat di manfaatkan secara optimal demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, profesional, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (adv)
