Dua jenazah ditemukan di Seruyan dalam 2 hari berturut-turut dan di duga berkaitan dengan KM Virgo. Identitas korban masih menunggu pemeriksaan resmi.
- Dua jenazah di temukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam pada 20–21 September 2026.
- Jenazah pertama di temukan di Pantai Sungai Rambai pada Minggu sore, sedangkan jenazah kedua di temukan di Pantai Gantingan pada Senin pagi.
- Kedua jenazah di temukan mengenakan pelampung, sehingga muncul dugaan berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Hingga kini masih menunggu pemeriksaan serta proses identifikasi.
- Hingga Senin siang, Basarnas tetap mencatat 12 korban meninggal, 108 selamat, dan 123 masih dicari dari total 243 orang dalam manifes.
Kalimantan Tengah, Ngenelo.net, – Dua jenazah di temukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Temuan pada Minggu dan Senin, 20–21 September 2026, tersebut muncul di tengah pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Kedua jenazah ditemukan di lokasi berbeda tetapi masih berada dalam wilayah Desa Sungai Perlu. Keduanya diketahui mengenakan pelampung sehingga memunculkan dugaan berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin.
Namun, sampai laporan ini di susun, belum ada kepastian resmi bahwa kedua jenazah tersebut merupakan korban KM Virgo. Identitas dan keterkaitannya masih harus di pastikan melalui pemeriksaan serta proses identifikasi.
Jenazah Pertama Ditemukan di Sungai Rambai
Jenazah pertama di temukan warga pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 15.45 WIB di kawasan Pantai Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu.
Saat di temukan, jenazah tersebut mengenakan celana pendek, kaus hitam, dan pelampung berwarna merah. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyebut warga menduga jenazah itu berkaitan dengan KM Virgo Transport 8, tetapi dugaan tersebut belum dapat di pastikan.
Di sekitar lokasi, warga juga melihat sebuah liferaft atau sekoci dalam kondisi terbalik. Temuan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya petugas menemukan beberapa liferaft bertuliskan Virgo Transport 8 di kawasan perairan Desa Sungai Perlu.
Jenazah Kedua Ditemukan Saat Tim Bergerak ke Lokasi
Perkembangan baru terjadi pada Senin pagi, 21 September 2026.
Saat tim gabungan bergerak menuju lokasi penemuan jenazah pertama untuk melakukan evakuasi, mereka kembali menemukan satu jenazah di pesisir Pantai Gantingan, Desa Sungai Perlu.
Jenazah kedua berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian kerja lengan panjang, celana pendek berwarna hitam, serta rompi pelampung berwarna oranye.
Kepala Desa Sungai Perlu Siti Halisah membenarkan penemuan tersebut. Lokasi temuan kedua tidak jauh dari titik penemuan jenazah pertama.
Proses penanganan melibatkan tim gabungan dari Polairud, Basarnas, dan TNI. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Identitas Dua Jenazah Masih Menunggu Pemeriksaan
Munculnya dugaan bahwa kedua jenazah berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 tidak terlepas dari sejumlah temuan sebelumnya di kawasan Seruyan.
Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah sebelumnya menemukan lima liferaft yang di duga milik KM Virgo Transport 8 di sekitar perairan Desa Sungai Perlu. Temuan tersebut terjadi pada 16 September 2026 dan kemudian di amankan untuk penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, keberadaan pelampung maupun lokasi penemuan yang berada di kawasan pencarian belum cukup untuk memastikan identitas kedua jenazah.
Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono menyampaikan kedua jenazah rencananya di bawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin untuk menjalani visum et repertum.
Pemeriksaan tersebut di perlukan untuk membantu memastikan identitas dan kondisi kedua korban sebelum pihak berwenang menyimpulkan keterkaitannya dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Temuan di Seruyan Berbeda dengan Korban yang Ditemukan di Bangkai Kapal
Pada hari yang sama, Basarnas juga melaporkan penemuan dua korban di dalam badan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Kedua korban tersebut di temukan penyelam Basarnas Special Group pada Senin pagi. Mereka berjenis kelamin laki-laki dan di temukan masing-masing sekitar pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA.
Setelah di evakuasi dari badan kapal, kedua korban di bawa menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi dan penanganan.
Basarnas mencatat hingga pukul 12.00 WITA pada Senin, sebanyak 120 orang telah di temukan dari total 243 orang dalam manifes. Rinciannya, 108 orang di temukan selamat dan 12 orang meninggal dunia. Sebanyak 123 orang lainnya masih dalam pencarian.
Karena dua jenazah di Seruyan masih menunggu hasil identifikasi, temuan tersebut belum dapat langsung di tambahkan ke angka 12 korban meninggal yang telah di konfirmasi Basarnas.
Pencarian Korban KM Virgo Terus Berlanjut
Temuan dua jenazah di pesisir Seruyan menambah perkembangan dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Kawasan Desa Sungai Perlu sebelumnya sudah menjadi perhatian tim pencarian setelah di temukannya liferaft yang di duga berkaitan dengan kapal tersebut. Kini, temuan dua jenazah membuat pemeriksaan di wilayah pesisir kembali menjadi bagian penting dalam penanganan kecelakaan.
Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan penanganan terhadap berbagai temuan yang di duga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8.
Sementara itu, Basarnas tetap melanjutkan pencarian terhadap 123 orang yang belum di temukan berdasarkan manifes kapal. Operasi SAR juga telah di perpanjang selama tujuh hari untuk memberikan waktu tambahan bagi tim gabungan melakukan pencarian dan evakuasi.
Kepastian apakah dua jenazah yang di temukan di Desa Sungai Perlu merupakan bagian dari korban KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi resmi. Karena itu, jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi Basarnas tetap 12 orang sampai ada pembaruan resmi berikutnya.
