Operasi pencarian korban KM Virgo diperpanjang 7 hari. Sebanyak 126 korban masih di cari setelah 117 orang di temukan dengan rincian 108 selamat dan 9 meninggal.
- Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 di perpanjang tujuh hari setelah evaluasi operasi SAR hari ketujuh.
- Dari 243 orang dalam manifes, sebanyak 117 orang telah di temukan, terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
- Sebanyak 126 orang masih dalam pencarian di sekitar lokasi kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa.
- Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya bersama 89 personel untuk memperkuat operasi pencarian hari kedelapan.
Banjarmasin, Ngenelo.net, โ Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedelapan pada Minggu, 20 September 2026, dengan 126 korban masih di cari. Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari setelah evaluasi bersama unsur terkait dan tim yang menyiapkan operasi pengangkatan bangkai kapal.
Hingga Sabtu malam, 19 September 2026 pukul 21.00 WITA, Basarnas mencatat 117 orang dari total 243 orang dalam manifes telah di temukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Dengan demikian, 126 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR KM Virgo Diperpanjang Tujuh Hari
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan keputusan memperpanjang operasi di ambil setelah evaluasi operasi hari ketujuh dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.
โHari ini memasuki hari yang ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan,โ kata Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu malam.
Perpanjangan tersebut membuat pencarian korban tetap berlanjut sembari menunggu perkembangan persiapan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal.
Menurut Yudhi, tim salvage yang di koordinasikan pemilik kapal baru tiba pada Sabtu dan masih melakukan pembahasan bersama pihak terkait untuk menentukan langkah teknis kedepannya.
Ia mengatakan proses salvage berpotensi membutuhkan waktu panjang sehingga waktu pelaksanaannya belum dapat di pastikan.
89 Personel Bergerak ke Lokasi Pencarian
Memasuki operasi hari kedelapan, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan membawa 89 personel menuju perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Sabtu malam dengan membawa sejumlah peralatan SAR untuk mendukung pencarian korban.
Yudhi menjelaskan personel KN SAR Kamajaya akan melanjutkan operasi berdasarkan arahan SAR Mission Coordinator (SMC). Patroli laut tetap di maksimalkan untuk memperluas upaya pencarian.
โKami akan memanfaatkan waktu tersebut dengan tetap melaksanakan operasi yang nanti di sampaikan oleh SMC, seperti biasanya patroli unsur laut tetap kita maksimalkan agar optimal,โ ujar Yudhi.
Pada hari ketujuh, tim gabungan belum menemukan korban tambahan. Karena itu, operasi hari kedelapan menjadi bagian penting dari upaya lanjutan untuk mencari 126 orang yang masih belum di temukan.
Libatkan 46 Penyelam untuk Pencarian Bawah Air
Selain memperkuat unsur kapal, operasi pencarian juga mendapat dukungan dari tim penyelam profesional.
Basarnas dan TNI Angkatan Laut mengerahkan total 46 personel penyelam untuk mendukung pencarian bawah air. Kekuatan tersebut terdiri atas 20 personel Basarnas Special Group (BSG), enam penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), serta 20 penyelam TNI AL.
Dari unsur TNI AL, 20 penyelam tersebut terdiri atas 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan tambahan penyelam di harapkan memperkuat operasi pencarian di lokasi kecelakaan.
โKita berterima kasih sudah di support, di berikan tambahan personel sehingga lebih banyak lagi tim penyelam,โ ujar Putu.
Pengerahan penyelam menjadi bagian penting karena bangkai KM Virgo Transport 8 berada di bawah permukaan laut. Tim gabungan sebelumnya telah berhasil menemukan tiga jasad dari bagian dalam badan kapal pada operasi hari keenam.

Persiapkan Operasi Salvage Bangkai Kapal
Pencarian korban juga berjalan bersamaan dengan persiapan penanganan bangkai KM Virgo Transport 8.
Kementerian Perhubungan menyebut survei terhadap kondisi kapal yang berada di bawah laut telah dilakukan bersama pihak terkait dan perusahaan pekerjaan bawah air. Hasil survei tersebut menjadi dasar untuk menyiapkan langkah teknis pengangkatan kapal.
Berdasarkan informasi tim penyelam, posisi bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 24 hingga 29 meter dan tidak bergeser dari titik yang sebelumnya.
Kemenhub juga menyiapkan dukungan untuk penanganan jenazah. Dua reffer container berukuran 20 feet telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Tambahan dua kontainer juga di upayakan untuk di tempatkan di kapal navigasi guna mendukung proses pemindahan korban dari lokasi tenggelam ke pelabuhan dan selanjutnya ke rumah sakit.
Data Korban dan Proses Identifikasi
Dari 117 orang yang telah di temukan, sembilan korban meninggal dunia. Tim DVI Polri kemudian menjalankan proses identifikasi menggunakan pencocokan data ante mortem dan post mortem.
Di Jawa Timur, Posko DVI Tanjung Perak telah menerima 76 data ante mortem dari keluarga atau pihak terkait hingga Jumat, 18 September 2026 pukul 16.30 WIB. Tim juga telah mengambil 42 sampel DNA keluarga melalui metode buccal swab untuk mendukung proses identifikasi.
Karumkit Bhayangkara Surabaya Kombes Pol dr. Bayu Dharma Shanti mengatakan proses identifikasi secara bertahap dengan mengutamakan ketelitian dan akurasi.
โProses identifikasi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian dan akurasi. Kami memastikan pelayanan kepada keluarga tetap berjalan selama proses DVI berlangsung,โ jelas Bayu.
Sementara itu, Tim DVI Polri pada 19 September telah mengidentifikasi sembilan korban meninggal yang di temukan dalam insiden tersebut dan menyerahkannya kepada keluarga masing-masing.
Kronologi Singkat KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang berdasarkan data manifes.
Pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA, kapal di laporkan mengalami cuaca buruk dan kemudian hilang kontak. Pada hari yang sama, kapal di temukan dalam kondisi terbalik di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.
Operasi SAR kemudian melibatkan berbagai unsur untuk mencari dan mengevakuasi penumpang serta awak kapal. Hingga hari ketujuh, sebanyak 117 orang telah di temukan, sementara 126 lainnya masih di nyatakan belum di temukan.
Dengan di perpanjangnya operasi selama tujuh hari, tim SAR kini kembali memaksimalkan pencarian melalui unsur laut, penyelaman, serta dukungan terhadap persiapan operasi salvage. Perkembangan jumlah korban masih dapat berubah mengikuti hasil pencarian dan proses identifikasi di lapangan.
