Cek Bangkai Kapal, ROV Bantu Penyelam Temukan 9 Korban KM Virgo

🔊 Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

ROV membantu survei bangkai kapal KM Virgo sebelum penyelam menemukan sembilan korban dari dalam kapal di Laut Jawa.

Ringkasan Berita
  1. ROV digunakan dalam survei bawah laut untuk membantu mengetahui kondisi bangkai kapal dan menentukan penanganan berikutnya.
  2. Penyelam gabungan Basarnas Special Group dan TNI AL kemudian menemukan sembilan jasad dari bagian dalam KM Virgo Transport 8 pada hari ke-11 operasi SAR.
  3. Hingga Rabu malam, 136 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes, sementara 107 orang masih dalam pencarian.

Ngenelo.net, Banjarmasin, — Penggunaan remotely operated vehicle (ROV) menjadi salah satu bagian penting dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Teknologi bawah air tersebut membantu tim memperoleh gambaran kondisi bangkai kapal sebelum penyelam melakukan pemeriksaan dan pencarian secara langsung.

Peran ROV kemudian berjalan berdampingan dengan operasi penyelaman. Pada Rabu, 23 September 2026 atau hari ke-11 operasi SAR, penyelam gabungan Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL berhasil menemukan sembilan jasad dari bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim penyelam tetap melakukan penyisiran meski menghadapi arus bawah laut dan jarak pandang yang menantang. Sembilan korban tersebut kemudian dibawa ke KN SAR Pacitan untuk proses evakuasi berikutnya.

ROV Membantu Pemeriksaan Bangkai Kapal

Pencarian di dalam kapal yang tenggelam tidak hanya mengandalkan penyelam. Tim juga membutuhkan informasi mengenai kondisi badan kapal dan bagian-bagian yang dapat dijangkau dari bawah laut.

Kementerian Perhubungan menyebut survei bawah air dengan melibatkan penyelam dan ROV telah dilakukan untuk mengetahui kondisi KM Virgo Transport 8. Hasil survei tersebut menjadi bagian dari pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan kapal selanjutnya, termasuk dalam proses salvage.

ROV bekerja dari permukaan dengan membawa kamera serta perangkat pengamatan ke bawah air. Dengan cara tersebut, tim dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi sekitar bangkai kapal tanpa langsung menempatkan penyelam pada setiap titik yang hendak diperiksa.

Dalam operasi KM Virgo, informasi visual dari bawah laut menjadi penting karena bangkai kapal berada di dasar perairan dan sejumlah bagian di dalamnya sulit dijangkau secara langsung.

Artikel Ngenelo sebelumnya juga mencatat bahwa penggunaan ROV mulai menjadi bagian dari survei bawah laut pada fase pencarian di sekitar bangkai kapal. Perangkat tersebut berfungsi memberikan gambaran kondisi kapal yang kemudian dapat membantu menentukan area yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh penyelam.

Pencarian Berlanjut dari Survei ke Penyelaman

Operasi bawah laut kemudian memasuki tahap penyisiran langsung. Pada 23 September, tim penyelam gabungan melaksanakan tiga sortie penyelaman dari KN SAR Pacitan.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan, sembilan korban berhasil di evakuasi dari bangkai kapal dalam rangkaian penyelaman tersebut. Tujuh korban kemudian diterbangkan menggunakan helikopter HR 3601 milik Basarnas, sedangkan dua lainnya masih berada di KN SAR Pacitan pada Rabu malam dan direncanakan mendapat evakuasi melalui udara pada Kamis, 24 September.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan bawah laut tidak berhenti pada pemantauan menggunakan perangkat. Sebab setelah itu penyelam tetap memegang peran utama untuk melakukan pencarian serta membawa korban keluar dari bangkai kapal.

Kondisi bawah laut menjadi salah satu tantangan utama. Arus dan visibilitas dapat berubah sehingga setiap penyelaman membutuhkan perhitungan terhadap akses, kondisi kapal, serta keselamatan personel.

Sembilan Korban Ditemukan dari Bagian Dalam Kapal

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa sembilan korban yang ketemu pada Rabu berada di dalam bangkai KM Virgo Transport 8.

Menurut Syafii, tim penyelam BSG dan TNI AL terus menyisir bagian dalam kapal meski menghadapi kondisi arus bawah laut dan visibilitas yang menantang. Setelah berhasil menemukan korban, tim membawa mereka ke KN SAR Pacitan sebelum proses evakuasi berikutnya.

“Kondisi arus bawah laut dan visibilitas yang menantang, penyelam gabungan terus menyisir bagian dalam kapal hingga berhasil menemukan korban,” kata Syafii, dari keterangan Basarnas.

Penemuan tersebut memperlihatkan bahwa bagian dalam bangkai kapal masih menjadi salah satu lokasi penting dalam pencarian. Karena itu, operasi bawah laut tetap berjalan bersamaan dengan penyisiran di wilayah perairan yang lebih luas.

Selain sembilan korban dari bangkai kapal, tim SAR juga menangani temuan korban di wilayah Kalimantan Tengah. Satu jasad yang di temukan nelayan pada 22 September kemudian teridentifikasi sebagai korban KM Virgo.

Hingga Rabu malam pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 136 orang telah ketemu dari total 243 orang dalam manifes. Rinciannya terdiri atas 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Sebanyak 107 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pencarian Tidak Hanya Terpusat di Bangkai Kapal

Meski bangkai KM Virgo menjadi salah satu titik penting, tim SAR juga memperluas pencarian ke wilayah lain.

Perluasan tersebut berkaitan dengan kemungkinan korban terbawa arus dari lokasi kapal tenggelam. Karena itu, operasi tidak hanya mengandalkan penyelaman di sekitar bangkai kapal, tetapi juga melibatkan unsur laut dan udara untuk memantau wilayah pencarian.

Kondisi ini membuat operasi SAR berjalan dalam dua arah. Tim bawah laut melanjutkan pemeriksaan dan pencarian di sekitar bangkai kapal, sedangkan unsur lainnya menyisir wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Kementerian Perhubungan pada saat yang sama terus berkoordinasi mengenai proses salvage KM Virgo Transport 8. Survei menggunakan penyelam dan ROV menjadi bagian dari proses untuk mengetahui kondisi kapal sebelum menentukan penanganan selanjutnya.

Dengan demikian, ROV tidak menggantikan peran penyelam. Teknologi tersebut menjadi alat bantu untuk memperoleh informasi kondisi bawah laut, sementara penyelam tetap menjalankan pencarian dan evakuasi secara langsung.

Perkembangan Terbaru Pencarian KM Virgo

Operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih berlanjut setelah memasuki hari ke-12 pada Kamis, 24 September 2026.

Basarnas menyiapkan penguatan unsur udara dan laut untuk mendukung pencarian. Pada perkembangan operasi hari sebelumnya, dua helikopter Basarnas, HR 3601 dan HR 3604, terlibat dalam operasi. Helikopter Panther TNI AL juga bergabung untuk memperkuat proses evakuasi.

Di sektor laut, sejumlah kapal dari Basarnas, TNI AL, Kementerian Perhubungan dan unsur terkait tetap mendukung operasi.

Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban yang telah ketemu terus berjalan melalui fasilitas kesehatan dan tim DVI. Penanganan tersebut menjadi bagian penting agar setiap korban dapat segera ketahuan identitasnya.

Pencarian selanjutnya tetap bergantung pada kondisi laut, akses ke bangkai kapal, hasil penyisiran bawah air, serta pemantauan wilayah yang lebih luas. Tim gabungan masih berupaya menemukan korban yang belum ketemu berdasarkan data manifes.

Pertanyaan Seputar ROV KM Virgo

Apa fungsi ROV dalam pencarian KM Virgo?
ROV ini untuk membantu survei dan melihat kondisi bawah laut serta bangkai KM Virgo Transport 8. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi tim untuk menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan berikutnya.
Apakah ROV menggantikan penyelam dalam pencarian KM Virgo?
Tidak. ROV berfungsi sebagai alat bantu pemantauan bawah laut, sedangkan penyelam tetap melakukan pencarian dan evakuasi korban secara langsung di dalam bangkai kapal.
Berapa korban KM Virgo yang belum ketemu?
Hingga Rabu, 23 September 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 107 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.