Apa Itu ROV? Cara Kerja, Fungsi, dan Kegunaannya di Bawah Air

🔊 Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

Apa itu ROV? Kenali cara kerja, fungsi, komponen, perbedaan ROV dan AUV, serta penggunaannya dalam operasi bawah air.

Bengkulu, Ngenelo.net, – Apa itu ROV? ROV adalah Remotely Operated Vehicle, yaitu kendaraan bawah air tanpa awak yang dikendalikan dari permukaan menggunakan sistem kendali dan kabel penghubung atau tether. Teknologi ini memungkinkan operator mengamati kondisi bawah air tanpa harus berada langsung di dalam air.

ROV banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian laut, pemeriksaan struktur bawah air, survei dasar laut hingga membantu operasi pencarian dan pertolongan. Perangkat ini dapat membawa kamera, lampu, sonar, sensor, dan pada jenis tertentu dilengkapi manipulator untuk melakukan pekerjaan tertentu di bawah air.

Apa Itu ROV?

ROV merupakan singkatan dari Remotely Operated Vehicle. Dalam penggunaannya, ROV berfungsi sebagai kendaraan robotik yang bergerak di bawah permukaan air dengan kendali manusia dari kapal atau tempat lain di permukaan.

Berbeda dengan kendaraan bawah air otonom atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV), ROV tetap terhubung dengan operator melalui kabel. Tether tersebut membawa sinyal kendali dari operator ke kendaraan sekaligus mengirimkan data dari ROV kembali ke permukaan.

Karena memiliki koneksi langsung dengan operator, ROV dapat dikendalikan sesuai kondisi yang terlihat selama operasi. Operator dapat mengarahkan kendaraan, mengubah posisi, dan memantau gambar dari kamera secara langsung.

Bagaimana Cara Kerja ROV?

Cara kerja ROV dimulai dari permukaan. Operator mengendalikan kendaraan menggunakan sistem kendali yang terhubung dengan ROV melalui tether.

Ketika ROV berada di bawah air, kamera dan sensor pada kendaraan mengirimkan informasi kembali ke operator. Kamera memungkinkan operator melihat kondisi lingkungan sekitar secara real time, sedangkan sensor lain dapat membantu memberikan informasi mengenai kedalaman, arah, posisi, atau kondisi objek yang sedang diperiksa.

Tether menjadi bagian penting dalam sistem tersebut. Kabel ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi juga menjadi jalur komunikasi antara operator dan kendaraan. Pada sistem tertentu, tether turut membawa kebutuhan daya listrik untuk pengoperasian ROV.

Dengan sistem tersebut, operator dapat mengarahkan ROV menuju lokasi tertentu tanpa harus menyelam secara langsung. NOAA menjelaskan bahwa tether pada ROV membawa sinyal listrik dan kendali antara kendaraan dan kapal, sekaligus memungkinkan pengiriman video langsung dari bawah air.

Apa Saja Komponen ROV?

Komponen ROV dapat berbeda sesuai ukuran dan tujuan penggunaannya. Namun, sejumlah perangkat umum terdapat pada banyak sistem ROV.

Kamera Bawah Air

Kamera membantu operator melihat kondisi di sekitar kendaraan. Sistem kamera menjadi salah satu perangkat utama karena memberikan gambaran visual mengenai objek dan lingkungan bawah air.

Tether

Tether menghubungkan ROV dengan kapal atau pusat kendali di permukaan. Melalui kabel ini, operator dapat mengirim perintah sekaligus menerima data dari kendaraan.

Lampu

Cahaya alami semakin terbatas ketika kendaraan bergerak ke kedalaman tertentu. Karena itu, ROV umumnya membawa lampu untuk membantu kamera menghasilkan gambar yang dapat dilihat operator.

Sonar dan Sensor

ROV tertentu memiliki sonar dan berbagai sensor untuk membantu pengamatan, terutama ketika jarak pandang bawah air terbatas. Basarnas juga mencantumkan kamera, sonar, dan manipulator sebagai bagian dari perlengkapan ROV yang digunakan untuk kebutuhan operasi bawah air.

Manipulator

Pada ROV tertentu terdapat manipulator atau lengan mekanis yang dapat digunakan untuk mengambil objek, memindahkan benda tertentu, atau membantu pekerjaan bawah air. Kemampuan tersebut bergantung pada jenis dan konfigurasi kendaraan.

Apa Fungsi ROV?

Fungsi ROV sangat bergantung pada jenis perangkat dan kebutuhan operasi. Secara umum, ROV membantu manusia memperoleh informasi dan melakukan pekerjaan di lingkungan bawah air.

ROV dapat digunakan untuk mengamati dasar laut, memeriksa bangkai kapal, melakukan inspeksi struktur bawah air, mendukung penelitian kelautan, hingga membantu pencarian dan pertolongan.

Dalam operasi SAR, ROV dapat membantu tim memperoleh gambaran visual mengenai kondisi bawah air. Basarnas sendiri menggunakan ROV dalam sejumlah operasi pencarian, termasuk pencarian kecelakaan pesawat dan kapal. Dalam salah satu operasi pencarian, Basarnas menyebut ROV sebagai salah satu perangkat untuk mendeteksi dan mencari objek di bawah air.

Mengapa ROV Dibutuhkan dalam Pencarian Bawah Air?

Pencarian di bawah air menghadirkan sejumlah tantangan. Kedalaman, arus, jarak pandang yang rendah, bentuk dasar perairan, serta kondisi objek pencarian yang dapat menyulitkan manusia untuk melakukan pemeriksaan secara langsung.

ROV memungkinkan tim mengirim perangkat ke lokasi yang sulit untuk penyelam. Operator dapat melihat kondisi melalui kamera dan menggunakan data dari sensor untuk menentukan bagian yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dalam beberapa operasi SAR, hasil visual ROV juga dapat membantu tim menentukan titik atau area yang menjadi sasaran penyelaman. Basarnas pernah menjelaskan bahwa citra atau gambar dari ROV dapat membantu menentukan titik penyelaman secara lebih terarah.

Apakah ROV Menggantikan Penyelam?

Tidak selalu. ROV dan penyelam memiliki fungsi yang berbeda dan dapat bekerja secara bersamaan.

ROV membantu memberikan informasi visual dan melakukan pengamatan dari jarak jauh. Sementara itu, penyelam dapat melakukan pemeriksaan langsung atau tindakan tertentu, sedangkan ROV hanya memantau sesuai kebutuhan operasi.

Karena itu, penggunaan ROV bukan berarti tidak lagi membutuhkan manusia dalam pekerjaan bawah air. Teknologi tersebut justru dapat membantu tim memperoleh informasi awal dan menentukan tindakan berikutnya dengan lebih terarah.

NOAA juga menjelaskan bahwa penggunaan ROV untuk memastikan keselamatan penyelam dalam kondisi tertentu.

Apa Perbedaan ROV dan AUV?

ROV dan AUV sama-sama merupakan kendaraan bawah air tanpa awak, tetapi cara pengoperasiannya berbeda.

ROV terhubung dengan operator menggunakan kabel atau tether. Operator mengendalikan kendaraan selama misi berlangsung dan dapat menerima video serta data dari perangkat secara langsung.

Sementara itu, AUV atau Autonomous Underwater Vehicle bekerja secara mandiri tanpa kabel yang menghubungkannya dengan kapal. Kendaraan ini menjalankan misi sesuai program operator dan menyimpan data selama perjalanan untuk pengolahan setelah kembali ke permukaan.

Perbedaan sederhana tersebut membuat ROV lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan kendali langsung dan pemantauan visual secara terus-menerus, sedangkan AUV memiliki keunggulan pada misi survei yang dapat berjalan secara mandiri.

Seberapa Dalam Bisa Beroperasi?

Kedalaman operasi ROV berbeda-beda tergantung desain, ukuran, sistem kabel, sensor, dan spesifikasi perangkat.

ROV berukuran kecil dapat membantu melakukan inspeksi pada kedalaman tertentu, sementara kendaraan dengan ukuran dan kemampuan lebih besar mampu menjangkau wilayah laut dalam. Panduan Basarnas mencatat kemampuan ROV menjangkau kedalaman hingga 1.000 meter, sedangkan konfigurasi tertentu memungkinkan perangkat ini beroperasi lebih dalam.

Karena itu, tidak tepat menyebut satu angka sebagai batas kedalaman semua ROV. Spesifikasi dan konfigurasi masing-masing kendaraan menentukan kemampuan ROV dalam menjangkau kedalaman tertentu.

Digunakan untuk Apa Saja?

Penggunaan ROV tidak terbatas pada pencarian korban atau kecelakaan. Teknologi ini juga dapat mendukung berbagai kegiatan bawah air.

Beberapa di antaranya adalah:

  • penelitian dan eksplorasi laut;
  • pemetaan serta pengamatan dasar laut;
  • inspeksi bangkai kapal;
  • pemeriksaan struktur bawah air;
  • pengamatan habitat laut;
  • pencarian dan pertolongan;
  • inspeksi fasilitas bawah laut;
  • pengambilan sampel atau objek tertentu menggunakan manipulator.

NOAA mencatat penggunaan ROV untuk eksplorasi laut dan pengawasan atau inspeksi bawah air, sedangkan Basarnas menggunakannya sebagai bagian dari sarana pencarian dan pertolongan.

Kesimpulan

ROV atau Remotely Operated Vehicle merupakan kendaraan bawah air tanpa awak yang operator kendalikan dari permukaan melalui sistem kendali jarak jauh. Tether menghubungkan kendaraan dengan sistem kendali, sementara kamera, lampu, sonar, dan sensor membantu operator memperoleh informasi mengenai kondisi di bawah air.

Teknologi ini berguna ketika manusia membutuhkan pengamatan bawah air tanpa harus langsung berada di lokasi. Dalam operasi pencarian dan pertolongan, ROV dapat membantu menemukan atau mengamati objek serta memberikan gambaran visual yang membantu tim menentukan langkah berikutnya.

Kemampuan ROV juga tidak menggantikan seluruh fungsi penyelam. Dalam banyak kondisi, kendaraan robotik dan penyelam justru dapat bekerja sebagai bagian dari satu sistem operasi yang saling melengkapi.