QRIS Indonesia meraih penghargaan global di New York. Transaksi lintas negara mencapai Rp7,63 triliun hingga Juli 2026.
- QRIS Indonesia melalui QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi dalam acara di New York, Amerika Serikat, pada 21 September 2026.
- Transaksi QRIS Antarnegara sejak 2022 hingga Juli 2026 mencapai sekitar Rp7,63 triliun, terdiri dari transaksi pengguna negara mitra di Indonesia dan transaksi masyarakat Indonesia di negara mitra.
- QRIS Antarnegara kini terhubung dengan enam negara, sementara ekosistem QRIS domestik telah menjangkau 45,46 juta merchant dengan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM.
New York, Ngenelo.net, – QRIS Indonesia tidak lagi hanya digunakan untuk pembayaran di dalam negeri. Sistem pembayaran berbasis kode QR itu kini terhubung dengan enam negara dan mencatat transaksi lintas negara senilai Rp7,63 triliun hingga Juli 2026.
Perkembangan tersebut mendapat pengakuan internasional setelah QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi di New York, Amerika Serikat, Senin, 21 September 2026.
Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event yang berlangsung bersamaan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 atau UNGA 81. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menerima penghargaan tersebut mewakili Indonesia.
Dari Pembayaran Lokal Menjadi Konektivitas Antarnegara
Pengakuan tersebut datang ketika QRIS mulai memainkan peran yang lebih luas dalam aktivitas ekonomi lintas negara.
Melalui QRIS Antarnegara, masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah mereka kenal ketika bertransaksi di negara mitra. Sebaliknya, wisatawan asing dari negara yang terhubung dapat menggunakan aplikasi pembayaran dari negaranya untuk membayar di merchant QRIS di Indonesia.
Model ini tidak mengharuskan negara-negara yang bekerja sama menggunakan satu sistem pembayaran yang sama.
Bank Indonesia mengembangkan konektivitas dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing negara. Sistem yang berbeda kemudian dihubungkan melalui standar, tata kelola, dan kesepakatan yang telah disepakati bersama.
Filianingsih mengatakan interoperabilitas tersebut tidak membutuhkan setiap negara memiliki sistem yang sama.
βDengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,β kata Filianingsih dalam keterangan resmi Bank Indonesia.
Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun
Data Bank Indonesia menunjukkan penggunaan QRIS lintas negara terus berkembang.
Sejak pertama kali diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, pengguna dari negara mitra melakukan 21 juta transaksi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp5,90 triliun.
Pada periode yang sama, masyarakat Indonesia yang menggunakan QRIS Antarnegara di negara mitra mencatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.
Jika kedua arah transaksi tersebut digabungkan, nilainya mencapai sekitar Rp7,63 triliun. Nilai transaksi yang masuk dari pengguna negara mitra juga lebih tinggi Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di negara mitra.
Perbedaan tersebut memberikan gambaran bahwa QRIS Antarnegara tidak hanya menjadi fasilitas bagi masyarakat Indonesia ketika bepergian ke luar negeri.
Sistem tersebut juga menjadi jalur pembayaran bagi wisatawan asing ketika melakukan transaksi di Indonesia.
Bank Indonesia mengaitkan perkembangan ini dengan aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk sektor pariwisata dan perdagangan. Penggunaan QRIS oleh wisatawan mancanegara juga dapat mendukung penerimaan devisa dari aktivitas pariwisata.
Enam Negara Sudah Terhubung dengan QRIS
Hingga September 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Konektivitas tersebut membuat wisatawan Indonesia memiliki pilihan pembayaran yang lebih praktis ketika berada di negara mitra.
Di sisi lain, wisatawan asing dapat melakukan pembayaran di merchant Indonesia yang telah mendukung QRIS Antarnegara menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa merchant di Indonesia cukup menggunakan QRIS yang sudah dimiliki untuk menerima pembayaran dari wisatawan internasional yang berasal dari negara mitra.
Dengan demikian, perluasan QRIS Antarnegara tidak hanya menyentuh konsumen, tetapi juga pelaku usaha yang menerima pembayaran.
UMKM Jadi Bagian Penting
Dampak perluasan tersebut semakin relevan karena basis merchant QRIS di Indonesia sangat besar.
Bank Indonesia mencatat hingga Juli 2026 terdapat 45,46 juta merchant QRIS. Dari jumlah tersebut, 96,69 persen merupakan UMKM.
Angka tersebut membuat QRIS Antarnegara memiliki keterkaitan langsung dengan sektor usaha kecil.
Pelaku UMKM yang sudah menggunakan QRIS tidak harus membangun sistem pembayaran baru khusus untuk wisatawan asing. Merchant cukup menggunakan QRIS yang telah tersedia, sepanjang layanan QRIS Antarnegara dari penyedia jasa pembayaran yang digunakan sudah mendukung transaksi tersebut.
Situasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha di berbagai sektor, terutama usaha yang berada di kawasan tujuan wisata, pusat kuliner, perdagangan, dan lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Mengapa Penghargaan Ini Diberikan?
QRIS Antarnegara memperoleh 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance dan Co-Develop.
Program 50-in-5 merupakan kampanye global yang bertujuan mendukung negara-negara dalam merancang, meluncurkan, dan memperluas infrastruktur publik digital yang aman, inklusif, dan interoperabel sebelum 2028.
Untuk kategori Kolaborasi, penghargaan diberikan kepada kemitraan lintas negara yang dinilai berhasil mengimplementasikan atau memperluas infrastruktur publik berbasis teknologi digital.
Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain teknologi, interoperabilitas, keamanan, inklusi, dan capaian implementasi nyata.
Dengan dasar tersebut, penghargaan yang diterima QRIS Antarnegara berkaitan dengan kemampuan Indonesia membangun konektivitas pembayaran dengan negara lain, bukan semata-mata karena banyaknya pengguna QRIS di dalam negeri.
Perluasan QRIS Masih Berlanjut
Bank Indonesia menyatakan konektivitas QRIS Antarnegara masih akan diperluas ke negara-negara mitra potensial.
Prioritasnya mencakup negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan dengan tetap menyesuaikan karakteristik sistem pembayaran di masing-masing negara.
Artinya, perkembangan QRIS ke depan bukan sekadar menambah jumlah negara yang terhubung. Tantangannya juga mencakup bagaimana sistem pembayaran yang berbeda dapat tetap berinteraksi secara aman dan efisien.
Bank Indonesia menyebut pengalaman dan kerangka kerja dari konektivitas yang sudah berjalan akan menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama berikutnya.
Bagi masyarakat, perkembangan tersebut berarti semakin banyak pilihan untuk melakukan pembayaran ketika bepergian ke luar negeri.
Bagi Indonesia, konektivitas itu juga membuka jalur pembayaran yang lebih mudah bagi wisatawan asing dan memberikan peluang tambahan bagi jutaan merchant QRIS, termasuk UMKM.
