NGENELO.NET, KEPAHIANG – Dibilang sarjana nganggur, jadi pemicu nyawa seorang kakek di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu hilang. Perkataan yang dianggap sepele justru membuat pelaku, WH (30) warga Desa Pagar Gunung Kecamatan Kepahiang gelap mata hingga membuat nyawa seorang kakek melayang.
Agus Salim (70), meregang nyawa usai mendapat hantaman sebuah batu pada, Jumat 4 September 2026 malam sekira pukul 23.14 WIB. Jasad kakek Agus Salim baru di temukan sudah terbujur kaku di pinggir selokan atau siring di desanya, Sabtu, 5 September 2026 pagi.
Pelaku nekat menghabisi nyawa Kakek Agus, yang masih terhitung tetangganya itu hanya karena tersinggung. Setelah bercengkrama sejenak di konter Hp dan pulsa milik korban, Kakek Agus sempat melontarkan perkataan kepada pelaku.
Korban sempat menyinggung persoalan rumah tangga WH, yang meski sudah menikah selama enam tahun namun tak kunjung memiliki rumah. “Nah kamu ini sudah menikah 6 tahun belum buat rumah,” ujar korban, sebagaimana di tirukan Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK saat menyampaikan press realese, Minggu 6 September 2026.
Tak cukup sampai di situ, Kakek Agus juga menyinggung pelaku yang tak masih menganggur meskipu sudah bergelar sarjana. “Padahal S1, cari lah kerja yang bagus sedikit,” masih di sampaikan Kapolres menirukan perkataan Kakek Agus.
Perkataan yang di anggap sepele itu, rupanya tak di terima pelaku. Diam-diam pelaku mengikuti korban yang berniat pulang. Pelaku mendorong korban ke dalam selokan.
Tak berhenti sampai di satu, pelaku mengaku juga menghantam kepala korban menggunakan sebuah batu berukuran besar sebanyak dua kali. Tubuh korban kemudian di balik dan bagian depan kepalanya, kembali di hantam menggunakan batu.
Pelaku sempat mengambil satu unit handphone Samsung A075F milik korban, sebelum meninggalkan lokasi dan kembali ke konter.
Sarjana Nganggur Habisi Nyawa Kakek
Untuk memastikan nyawa korban sudah tak ada, sekitar tiga menit berselang korban kembali mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi.
Bahkan, tersangka kembali mengecek kondisi korban hingga tiga kali untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa. Jasad Kakek Agus baru di temukan warga, Sabtu pagi hingga kemudian di larikan ke RSUD Kepahiang guna menjalani visum.
Hasil visum menemukan ada yang janggal pada kematian korban. Ini setelah terdapat bekas luka, pada bagian kepala korban serta bercak darah di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari sini pula petugas kepolisian bergerak, hingga memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti yang berkaitan dengan kematian korban.
Salah satu bukti penting yang berhasil di temukan penyidik, yakni rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut memperlihatkan secara jelas rangkaian aksi kekerasan pelaku terhadap korban.
Bekerjasama dengan Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu, tim Inafis Polda Bengkulu, Satreskrim Polres Kepahiang berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan di kediamannya.
Saat menjalani pemeriksaan, WH sempat menyangkal tuduhan yang di arahkan kepadanya. Namun, setelah menunjukkan semua bikti yang mengarah kepadanya pelaku pun akhirnya mengakui semua perbuatannya.
“Korban ini semula datang ke konter untuk menanyakan perihal bagaimana cara mengurus paspos haji kepada pelaku,” ujar Kapolres. Hal ini di tanyakan lantaran Kakek Agus, memang sudah terdaftar dan akan berangkat haji tahun 2027 nanti.
Nasi sudah menjadi bubur, 1 nyawa sudah melayang. Kini, pelaku bukan hanya akan terus menganggur dalam waktu lama. Ia terancam hukuman penjara akibat emosi yang tak bisa di bendung.
