Bandara Soekarno Hatta Ditutup hingga 18.00 WIB, 166 Ribu Penumpang Terdampak Abu Vulkanik

๐Ÿ”Š Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

 

Bandara Soekarno Hatta ditutup hingga 18.00 WIB akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 166 ribu penumpang terdampak.

Ringkasan Berita
  • Bandara Soekarno Hatta ditutup hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026 akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Sebanyak 1.039 penerbangan dan 166.351 penumpang Bandara Soekarno-Hatta terdampak akibat pembatalan, keterlambatan, serta pengalihan penerbangan.
  • Pengelola bandara mengaktifkan layanan pemulihan, menyediakan makanan, area istirahat, posko, serta bus gratis menuju sejumlah kota untuk membantu penumpang terdampak.

JAKARTA, NGENELO.NET – Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026), setelah AirNav Indonesia memperpanjang penutupan operasional akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Halim Perdanakusuma juga mengalami penutupan sementara dengan periode yang sama.

AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara serta aspek keselamatan penerbangan. Karena itu, periode penutupan kedua bandara kembali di sesuaikan berdasarkan kondisi terbaru sebaran abu vulkanik.

Bandara Soekarno Hatta Ditutup Hingga Pukul 18.00 WIB

Keputusan Bandara Soekarno Hatta ditutup hingga sore hari tercantum dalam NOTAM terbaru yang di terbitkan AirNav Indonesia. Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau CGK, status CLOSED berlaku berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26.

Penutupan tersebut berlaku mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma atau HLP juga berstatus CLOSED berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26. Penutupan untuk bandara tersebut berlaku mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, periode penutupan telah mengalami beberapa kali penyesuaian. Kondisi tersebut terjadi karena AirNav terus memantau pergerakan abu vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

AirNav menegaskan bahwa perubahan periode penutupan bukan sekadar persoalan operasional. Langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko agar penerbangan tidak berlangsung ketika kondisi ruang udara belum mendukung keselamatan.

โ€œAirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,โ€ tulis AirNav Indonesia dalam keterangannya.

AirNav juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan. Dengan begitu, informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi dapat tersampaikan kepada pihak terkait secara tepat waktu.

Bandara Soekarno Hatta Ditutup, 1.039 Penerbangan Terdampak

Dampak Bandara Soekarno Hatta ditutup terasa cukup besar terhadap perjalanan udara. Berdasarkan data penerbangan hingga pukul 21.30 WIB sebelumnya, sebanyak 1.039 penerbangan terdampak akibat penghentian sementara operasional.

Jumlah tersebut mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, serta bentuk penyesuaian operasional lainnya.

Dari total tersebut, terdapat 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan kargo. Secara keseluruhan, kondisi itu berdampak terhadap 166.351 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Asst. Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan bahwa penutupan sementara merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.

โ€œLangkah pemulihan operasional secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik karena keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,โ€ kata Yudistiawan.

Dengan jumlah penumpang terdampak yang cukup besar, pengelola bandara kemudian menjalankan berbagai langkah pemulihan layanan. Tujuannya bukan hanya menangani perubahan penerbangan, tetapi juga membantu penumpang tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama menunggu kepastian perjalanan.

Bandara Soekarno Hatta Ditutup, Layanan Penumpang Diperkuat

Ketika Bandara Soekarno Hatta ditutup, manajemen bandara mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk membantu penumpang yang terkena dampak.

Melalui skema tersebut, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak. Selain itu, pihak bandara menyiapkan bus di setiap terminal untuk membantu mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi bersama maskapai penerbangan.

Tidak hanya itu, InJourney Airports juga menyiapkan layanan bus gratis sebagai alternatif mobilitas bagi penumpang. Layanan tersebut memiliki tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Pada tahap awal, sebanyak delapan bus tersedia. Masing-masing tujuan mendapat dua bus dengan keberangkatan pertama pada Minggu (6/9/2026) pukul 21.00 WIB.

Penumpang yang ingin menggunakan layanan tersebut dapat mendaftarkan diri melalui posko yang tersedia di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Selanjutnya, staf bandara memberikan informasi secara langsung kepada penumpang terdampak yang berada di terminal.

Jumlah bus dan jadwal keberangkatan juga dapat bertambah apabila kebutuhan penumpang meningkat.

โ€œApabila di butuhkan, jumlah bus dan waktu keberangkatan akan di tambah dengan menyesuaikan kebutuhan penumpang,โ€ ujar Yudistiawan.

Langkah tersebut menjadi penting karena penutupan bandara dapat mengubah rencana perjalanan banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pengelola berupaya menyediakan pilihan transportasi alternatif sambil menunggu perkembangan kondisi ruang udara.

Bandara Soekarno Hatta Ditutup, Area Istirahat Disiapkan

Selain menyediakan makanan, minuman, transportasi, dan posko layanan, pengelola juga menyiapkan sejumlah area khusus bagi penumpang terdampak.

Salah satunya adalah Employee Lounge untuk sebagai area istirahat. Fasilitas tersebut memberikan ruang yang lebih nyaman bagi penumpang yang harus menunggu informasi penerbangan berikutnya.

Kemudian, Posko di Terminal 1B juga di buka untuk memperkuat koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.

Maskapai penerbangan turut membuka layanan di setiap terminal. Melalui layanan tersebut, penumpang dapat memperoleh informasi terkait penerbangan masing-masing sekaligus mendapatkan penanganan sesuai kebijakan maskapai.

Di sisi lain, manajemen bandara juga berkoordinasi dengan tenant di terminal agar layanan komersial tetap berjalan selama 24 jam. Upaya ini bertujuan menjaga kebutuhan penumpang tetap terpenuhi selama periode penutupan sementara.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak penutupan bandara tidak hanya berkaitan dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan. Namun, penutupan juga membutuhkan koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, penyedia transportasi, tenant, serta pemangku kepentingan penerbangan lainnya.

Kapan Penerbangan Kembali Normal?

Pertanyaan mengenai kapan penutupan Bandara Soekarno Hatta berakhir dan penerbangan kembali normal masih bergantung pada perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

AirNav Indonesia menyatakan bahwa informasi aeronautika akan terus di perbarui sesuai kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan penerbangan. Karena itu, jadwal pembukaan kembali bandara dapat berubah mengikuti perkembangan ruang udara.

Penumpang yang memiliki penerbangan dari atau menuju Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma sebaiknya terus memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara.

Selain itu, penumpang yang sudah berada di terminal dapat mendatangi posko layanan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai penerbangan, akomodasi, maupun alternatif transportasi.

Untuk saat ini, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pembukaan kembali operasional. Oleh sebab itu, penumpang perlu memahami bahwa perubahan jadwal dapat terjadi selama kondisi ruang udara belum sepenuhnya mendukung penerbangan.

Dengan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi antarinstansi, pemulihan operasional di harapkan dapat berlangsung secara bertahap ketika kondisi sudah memungkinkan.