Kabar Terbaru Pencarian 5 Wartawan Hilang Bikin Sedih, Kondisi Gunung Anak Krakatau Senin 14 September 2026

🔊 Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

NGENELO.NET, JAKARTA – Kabar terbaru pencarian 5 wartawan hilang bikin sedih, update terkini kondisi Gunung Anak Krakatau Senin 14 September 2026. Sampai, Senin 14 September 2026 pagi memasuki upaya pencarian hari ke tujuh Tim SAR gabungan terus berupaya keras melakukan upaya pencarian terhadap 5 wartawan dan 3 kru kapal yang hilang kontak di perairan Gunug Anak Krakatau.

Kabar terbarunya, Tim SAR gabungan telah memperluas sektor pencarian seluas 6.649 NM persegi. Masih dalam upaya pencarian Basarnas ikut mengerahkan 18 kapal dan satu helikopter.

Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto di Pandeglang, Banten, Senin 14 September 2026  menyampaikan tim SAR memberikan perhatian khusus terhadap area Sektor X karena terdapat sejumlah temuan selama pencarian sejak hari ketiga hingga hari keenam operasi.

“Di Sektor X terdapat beberapa temuan dari hari ketiga sampai keenam, sehingga akan dilakukan penyisiran ulang secara lebih fokus. Karena itu alut (alat utama) diperbanyak di wilayah tersebut,” katanya.

Ia mengemukakan Sektor X memiliki luas area pencarian 831 NM persegi dengan melibatkan KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, dan KP URC-Rhan.

Kemudian Sektor Z dengan luas 512 NM persegi dilakukan oleh KN SAR Basudewa. Sektor V seluas 1.182 NM persegi dilakukan KRI Teluk Gilimanuk.

Selanjutnya Sektor W dengan luas 1.167 NM persegi melibatkan KRI Lepu, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Sektor U seluas 481 NM persegi dilakukan KP Sanjaya, sedangkan sektor Y seluas 413 NM persegi di lakukan RIB 02 SAR Lampung.

Perluas Areal Pencarian 5 Wartawan Hilang

Adapun Sektor H atau udara memiliki luas area pencarian 2.063 NM persegi dan rencananya akan menggunakan helikopter Dolphin HR-3604 milik Basarnas.

“Luas area pencarian di arus permukaan air hari ini mencapai 4.586 NM persegi, sedangkan area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, Tim SAR juga mengantisipasi pencarian 5 wartawan hilang melalui jalur darat di sepanjang pesisir mulai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer.

Ia menambahkan penyisiran darat di sekitar pulau Gunung Anak Krakatau, seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang, juga tetap di lakukan.

“Langkah tersebut di lakukan untuk memperluas peluang menemukan keberadaan delapan warga yang hingga kini masih dalam pencarian,” tuturnya.

Rizky Dwianto menambahkan pencarian 5 wartawan hilang juga di fokuskan ke wilayah yang sebelumnya terdapat sejumlah temuan salah satunya berupa “life jacket”.

Ini setelah Tim SAR gabungan sebelumnya, Minggu 13 September 2026 menemukan sejumlah barang berupa terpal. Lalu, jaket pelampung, dan satu galon di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Di perkirakan sejumlah barang temuan tersebut milik rombongan wartawan dan kru kapal.

Barang-barang milik rombongan kapal Arupadhatu I yang hilang kontak tersebut di temukan di beberapa lokasi terpisah oleh unsur alut SAR yang di kerahkan.

KRI Teluk Gilimanuk mendapati jaket pelampung dan satu botol di perairan Pulau Sangiang pada pukul 08.55 WIB. Sementara RIB 02 Lampung menemukan terpal di area Pulau Sebesi.

Temukan Barang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Selain itu, KAL Anyer mengamankan jaket pelampung di perairan Legok Belimbing, Lampung. Di susul penemuan serupa oleh KM Bima di sekitar Pulau Rakata pada pukul 09.58 WIB. Seluruh temuan tersebut kini di serahkan kepada pihak kepolisian guna proses identifikasi lebih lanjut.

“Dua terpal, tiga jaket warna oranye dan satu galon,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Minggu 13 September 2026.

Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerangkan,  keterkaitan seluruh barang bukti dengan kapal rombongan 5 wartawan hilang masih menanti hasil identifikasi resmi dari pihak kepolisian.

“Pelaksanaan operasi SAR pada hari ini, objek-objek telah kami serahkan kembali kepada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian untuk menindaklanjuti,” kata Al Amrad.

Sebanyak 14 alat utama (alut) SAR di kerahkan ke lokasi penyisiran. Ini di lakukan, untuk mengoptimalkan upaya pencarian keberadaan para korban di perairan Selat Sunda. “Pencarian hari ini masih nihil,” katanya.

Sebelumnya, lima wartawan hilang yang hingga kini belum di temukan yaitu M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Adapun tiga kru kapal yang turut hilang terdiri atas kapten bernama Warta, ABK bernama Sukarman, serta pemandu bernama Heriyanto.

Gunung Anak Krakatau Siaga Level III

Sementara itu, berdasarkan pengamatan terkini BNPB pada Senin – 14 September 2026, periode 00:00-06:00 WIB, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga).

Gunung Api Anak Krakatau terletak di Lampung Selatan dengan posisi geografis di Latitude -6.102°LU. Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl. Dari pengamatan visual tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Masyarakat direkomendasikan tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. Sedangkan dari pengamatan kegempaan, telah terjadi 3 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 9-18 mm, dan lama gempa 4-7 detik. Kemudian, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-15 mm, dominan 3 mm.

Terpantau pula, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 26.2-26.9°C. Kelembaban 81-84% di kawasan Gunung Anak Krakatau.