NGENELO.NET, KEPAHIANG –ย Latar belakang kematian kakek Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu akhirnya terungkap.
Kakek malang yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dalam selokan pada Sabtu, 5 September 2026 pagi, tewas karena dibunuh. Mirisnya, pelaku adalah tetangga korban dan masih memiliki hubungan kekeluargaan.
Hal ini disampaikan langsung pihak kepolisian, dalam konferensi pers, Minggu 6 September 2026.ย Polisi menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian, termasuk adanya bekas luka pada bagian kepala korban serta bercak darah yang ditemukan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polisi kemudian bergerak cepat dengan melakukan olah TKP secara mendalam, memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti yang berkaitan dengan kematian korban.
Dari rangkaian penyelidikan tersebut, kasus akhirnya mengarah kepada satu nama. Ia adalah seorang pria berinisial WH (30), yang merupakan tetangga korban.
Berdasarkan keterangan saksi yang di peroleh penyidik, serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan, polisi kemudian meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Tak ingin memberikan kesempatan kepada tersangka untuk melarikan diri, jajaran kepolisian langsung melakukan pengejaran. Berkat kolaborasi antara Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu, INAFIS Polda Bengkulu dan Satreskrim Polres Kepahiang, WH akhirnya berhasil di amankan di kediamannya.
Penangkapan tersebut dilakukan kurang dari 1 x 24 jam setelah kasus kematian kakek Agus Salim terungkap. Saat di amankan dan menjalani pemeriksaan, WH sempat menyangkal tuduhan yang di arahkan kepadanya. Tersangka di sebut sempat berkilah dan tidak mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban.
Bukti CCTV Ungkap Kematian Kakek Agus
Namun penyidik ternyata telah mengantongi alat bukti yang cukup kuat untuk membongkar keterlibatan WH dalam perkara tersebut.
Salah satu bukti penting yang berhasil di temukan penyidik, yakni rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut memperlihatkan secara jelas rangkaian aksi kekerasan yang di duga di lakukan tersangka terhadap korban.
Dengan adanya bukti tersebut, ruang bagi WH untuk terus mengelak semakin sempit. Setelah terus menjalani pemeriksaan oleh penyidik, WH akhirnya mengakui perbuatannya.
Dalam pengakuannya, tersangka mengakui telah melakukan kekerasan terhadap kakek Agus Salim hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Korban pada awalnya di jatuhkan ke dalam selokan. Tak berhenti sampai di sana, WH mengaku juga menghantam kepala korban menggunakan sebuah batu berukuran besar.
Perbuatan tersebut menyebabkan kakek Agus Salim akhirnya kehilangan nyawa. Jasad korban kemudian di temukan warga pada Sabtu pagi dalam kondisi telah berada di dalam selokan, sekitar 100 meter dari rumahnya.
Terungkapnya kasus ini sekaligus menjawab tanda tanya masyarakat Desa Pagar Gunung yang sejak awal, di buat geger dengan penemuan jenazah tersebut.
Motif Pelaku Habisi Nyawa Kakek Agus
Polisi juga berhasil mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, WH mengaku nekat melakukan perbuatannya karena sakit hati terhadap ucapan korban.
Peristiwa itu bermula ketika tersangka dan kakek Agus tengah terlibat percakapan ringan. Keduanya sempat membahas mengenai cara mengurus paspor untuk keperluan ibadah umrah.
Namun pembicaraan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan pribadi. Dalam percakapan itu, korban di sebut sempat melontarkan ucapan mengenai kondisi tersangka yang di nilai belum memiliki rumah meskipun telah lama menikah.
Ucapan tersebut ternyata membuat WH tersinggung dan sakit hati, emosi tersangka kemudian tidak terkendali. Perselisihan yang awalnya bermula dari sebuah percakapan tersebut, akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa Agus Salim.
Ironisnya, antara korban dan tersangka masih memiliki hubungan keluarga. Artinya, perkara ini bukan hanya menggemparkan karena korban di temukan meninggal dunia dengan cara mengenaskan, tetapi juga karena dugaan pelakunya merupakan orang yang berada cukup dekat dengan kehidupan korban.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah mendapatkan informasi mengenai penemuan jenazah Agus Salim.
Pembunuh Kakek Agus Tertangkap
Polisi kemudian melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pengamanan TKP, olah TKP, pemeriksaan saksi hingga pengumpulan alat bukti. Dari hasil penyelidikan tersebut, terungkap adanya indikasi kuat bahwa korban tidak meninggal secara wajar.
Temuan luka pada bagian kepala serta bercak darah di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk awal bagi penyidik untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana. Penyidik kemudian bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan yang akhirnya mengarah kepada WH.
“Setelah penyelidikan dan penemuan alat bukti serta keterangan saksi yang mengarah kepada tersangka. Perkara ini kemudian kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Kapolres.
Kapolres menegaskan, pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi antara jajaran Polda Bengkulu dan Polres Kepahiang.
Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu, INAFIS Polda Bengkulu dan Satreskrim Polres Kepahiang bergerak bersama untuk mengungkap kasus tersebut hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam.
Saat ini WH telah tertangkap untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk melengkapi berkas perkara dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kakek Agus Salim kehilangan nyawa.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan yang bermula dari perkataan dan emosi sesaat dapat berujung pada konsekuensi yang sangat fatal.
Perkara kematian kakek Agus Salim kini telah memasuki tahap hukum yang lebih serius. Polisi memastikan proses penyidikan akan terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
