Di Bully Sampai Mati

NGENELO.NET, BENGKULU, – Pesan Harian UJH, Sabtu, 29 Agustus 2026 – Di Bully Sampai Mati.

Meskipun sekolah bertanggung jawab atas apa saja yang terjadi pada diri anak didiknya selama dalam lingkungan sekolah akan tetapi para guru dan kepala sekolah tidak mungkin mengawasi satu persatu siswa siswinya.

Dan tidak mungkin bisa menjaga seluruh siswa selama jam istirahat. Maka itu, sangat di harapkan kepada para siswa agar membatasi segala hal yang bisa membuat cidera temannya.

Sering kita dengar ada siswa yang meninggal karena di bully. Ada yang harus dirawat di rumah sakit karena di bully. Ada yang cacat se umur hidup setelah dibully.

Contohnya menarik kursi temannya sehingga temannya terduduk dilantai atau terjengkang sehingga kepalanya membentur kedinding lalu pingsan.

Sebagai bentuk tanggung jawab tentu sekolah membawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit di nyatakan gegar otak. Lalu meninggal.

Hati orang tua mana yang tidak hancur. Berangkat sehat pulang tak bernyawa. Berangkat sehat tahu-tahu dapat khabar anaknya di IGD.

Baca Juga: Jangan Heran…

Lebih pilunya lagi ketika sudah meninggal kepala sekolah dan dewan guru berkunjung dan memohon kepada orang tua korban untuk sabar dan tidak menuntu pelaku karena pelaku hidupnya sangat prihatin. Miskin tidak punya apa-apa. Naudzubillah min dzalik. Maka, sadarlah. Jangan tambah lagi korban bully an.

Pagar Dewa, 29 Agustus 2026

Salam Ujh