NGENELO.NET, KEPAHIANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang saat ini fokus pada upaya menekan peningkatan angka pernikahan dini.
Ini setelah, angka pernikahan usia dini di Kabupaten Kepahiang masih relatif tinggi dibanding kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bengkulu. Sebagai catatan, mengacu pada angka permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang jumlahnya sepanjang tahun 2025, masih sebanyak 78 calon pengantin usia anak telah disidangkan
Meski demikian, dibanding dengan tahun sebelumnya jumlah permohonan dispensasi nikah sudah menurun. Yakni, pada tahun 2024 sebanyak 107 pasangan pernikahan usia anak yang disidangkan dalam perkara permohonan dispensasi nikah.
Melihat angka pernikahan dini di atas, tentunya layak menjadi perhatian bagi semua pihak di Kabupaten Kepahiang. Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang Linda Rospita, SH melalui Plt. Kepala UPTD PPA, Sofyan menerangkan pihaknya terus berupaya agar angka permohonan dispensasi nikah terus menurun.
“Bagian dari tugas kita adalah, melakukan pencegahan terus kita lakukan. Regulasi tentang perkawinan anak sudah ada, jadi penguatan bagi kita untuk melakukan upaya pencegahan,” terang Sofyan.
Disampaikan pula, masih banyak masyarakat belum paham dan mengerti antara usia baligh dan usia menikah. Dari sini, kerjasama dan koordinasi yang baik semua pihak, mulai pemerintah, ulama dan masyarakat.
Mencegah dan menekan angka pernikahan usia anak sangat diperlukan, oleh karena itu Kepala KUA dan Penyuluh Agama mempunyai peran yang sangat strategis dalam mencegah dan menekan angka pernikahan usia anak.
“Kita sudah membentuk rencana aksi pencegahan, hingga penyuluhan sekolah tingkat SMP dan SMA,” tambah Sofyan. Di sini lanjutnya, peranan dari orang tua sangat berpengaruh mencegah terjadinya peningkatan pernikahan usia muda.
Butuh Dukungan Tekan Angka Pernikahan Dini
Dengan upaya keras menekan angka pernikahan dini, pastinya dapat terwujud untuk peningkatan kualitas kehidupan secara menyeluruh di Kabupaten Kepahiang.
Tentunya pula dukungan kuat dari masyarakat sangat berpengaruh, agar angka pernikahan dini di Kabupaten Kepahiang dapat ditekan secara signifikan.
“Untuk menekan angka pernikahan dini kita tak bisa bekerja sendiri. Sangat diharapkan sekali dukungan penuh seluruh elemen dari masyarakat,” harap Linda.
