Penas KTNA XVII Gorontalo Jadi Sorotan, Wisata Hiu Paus dan Kuliner Khas Diperkenalkan ke Ribuan Peserta

Penas KTNA XVII berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Gorontalo. Wakil Gubernur Gorontalo mempromosi wisata hiu paus, kuliner khas, dan budaya kepada peserta nasional.

Ringkasan Berita
  • Penas KTNA XVII di Gorontalo menjadi ajang promosi wisata, budaya, dan kuliner daerah.
  • Wakil Gubernur Gorontalo mengajak peserta mengenal wisata hiu paus yang menjadi ikon daerah.
  • Ribuan peserta dari berbagai provinsi hadir mengikuti rangkaian kegiatan pada 20–25 Juni 2026.
  • Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi nasional dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.

GORONTALO, NGENELO.NET, – Penas KTNA XVII di Provinsi Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertemuan para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum besar untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kuliner khas daerah kepada ribuan peserta yang hadir dari berbagai provinsi.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara langsung mengajak seluruh peserta Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 untuk mengenal lebih dekat berbagai destinasi wisata unggulan dan kekayaan kuliner daerah selama mengikuti rangkaian kegiatan Penas KTNA XVII yang berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026.

Ajakan tersebut di sampaikan saat membuka Rembug Utama KTNA Tahun 2026 di Aula Universitas Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi yang di miliki Gorontalo kepada masyarakat nasional.

Selain menjadi tuan rumah kegiatan nasional di sektor pertanian dan perikanan, Gorontalo juga ingin menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki beragam daya tarik wisata yang mampu bersaing dengan destinasi unggulan lainnya di Indonesia.

Momentum ini di nilai sangat penting karena ribuan peserta yang datang berpotensi menjadi duta promosi yang akan memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat di daerah masing-masing setelah kegiatan selesai.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya memaksimalkan seluruh rangkaian kegiatan agar peserta tidak hanya memperoleh manfaat dari forum pertanian dan perikanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata dan budaya yang berkesan.

Penas KTNA XVII Jadi Ajang Promosi Wisata Unggulan Gorontalo

Dalam sambutannya, Idah Syahidah Rusli Habibie memperkenalkan sejumlah destinasi wisata unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah wisata hiu paus yang selama ini menjadi ikon pariwisata daerah.

Menurut Idah, wisata hiu paus merupakan destinasi yang banyak di minati wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan, wisatawan yang datang berkesempatan melihat beberapa ekor hiu paus secara langsung di habitat alaminya.

“Kami memiliki wisata hiu paus yang sangat terkenal. Kalau beruntung bisa melihat lebih dari lima ekor hiu paus,” kata Idah Syahidah Rusli Habibie.

Keunikan wisata hiu paus menjadi salah satu daya tarik utama yang terus dipromosikan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Selain menawarkan pengalaman langka, destinasi tersebut juga menjadi contoh keberhasilan pengembangan wisata berbasis konservasi lingkungan.

Selain wisata bahari, Gorontalo juga memiliki berbagai objek wisata alam, sejarah, dan budaya yang terus berkembang. Oleh karena itu, kehadiran peserta Penas KTNA XVII di harapkan dapat membantu memperluas promosi destinasi wisata daerah.

Tidak hanya memperkenalkan objek wisata, pemerintah daerah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampilkan berbagai kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya Gorontalo.

Kemudian, peserta yang hadir juga diajak mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Dengan demikian, promosi tidak hanya berfokus pada destinasi wisata, tetapi juga budaya yang menjadi kekuatan utama daerah.

Melalui pendekatan tersebut, Gorontalo berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan memiliki kekayaan budaya yang unik.

Penas KTNA XVII Dorong Promosi Kuliner dan Ekonomi Lokal

Selain sektor pariwisata, Penas KTNA XVII juga di manfaatkan sebagai sarana memperkenalkan berbagai kuliner khas Gorontalo kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Idah menjelaskan bahwa kuliner Gorontalo memiliki cita rasa khas yang identik dengan racikan bumbu rempah dan sensasi pedas yang menjadi favorit banyak wisatawan.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha kuliner lokal memperoleh kesempatan besar untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Selain itu, peningkatan jumlah tamu selama pelaksanaan Penas KTNA XVII memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Gorontalo.

Hotel, restoran, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha transportasi turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, penyelenggaraan event nasional seperti ini memiliki efek berganda yang tidak hanya dirasakan sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah daerah memandang kegiatan ini sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. Dengan demikian, berbagai produk unggulan Gorontalo berpotensi memperoleh pasar baru setelah kegiatan berakhir.

Selain memperkuat ekonomi daerah, promosi kuliner juga menjadi cara efektif memperkenalkan identitas budaya Gorontalo kepada masyarakat Indonesia.

Berbagai makanan tradisional yang di sajikan selama kegiatan di harapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta sehingga meninggalkan kesan positif tentang Gorontalo.

Penas KTNA XVII Perkuat Ketahanan Pangan dan Kolaborasi Nasional

Sebagai tuan rumah, Gorontalo tidak hanya berfokus pada promosi wisata dan budaya. Lebih dari itu, Penas KTNA XVII menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi petani dan nelayan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan bahwa pembangunan pertanian masa depan tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Sebaliknya, di perlukan kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar sektor pertanian mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Menurutnya, kepercayaan yang di berikan kepada Gorontalo sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.

Oleh karena itu, seluruh peserta di ajak mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Rembug Utama KTNA Tahun 2026 menjadi salah satu forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan perikanan. Melalui forum tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman dan berbagi inovasi. Serta membangun jaringan kerja sama yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pangan nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai tantangan yang dihadapi petani serta nelayan di daerah.

Dengan berlangsungnya Penas KTNA XVII, Gorontalo tidak hanya menjadi pusat pertemuan petani dan nelayan Indonesia. Tetapi juga berhasil memperkenalkan kekayaan wisata, kuliner, dan budaya kepada peserta dari seluruh nusantara.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini di harapkan mampu meningkatkan citra Gorontalo sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional. Sekaligus destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Pertanyaan Seputar Penas KTNA XVII

Apa itu Penas KTNA XVII?
Penas KTNA XVII adalah Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan pengembangan sektor pangan.
Di mana Penas KTNA XVII tahun 2026 di gelar?
Penas KTNA XVII tahun 2026 di selenggarakan di Provinsi Gorontalo dan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026.
Apa wisata unggulan yang di perkenalkan kepada peserta?
Salah satu wisata unggulan yang di perkenalkan adalah wisata hiu paus yang menjadi ikon pariwisata Gorontalo.
Mengapa Penas KTNA XVII penting bagi Gorontalo?
Karena menjadi sarana promosi wisata, budaya, kuliner, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan sektor pertanian nasional.
Siapa yang membuka Rembug Utama KTNA 2026?
Rembug Utama KTNA Tahun 2026 dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.