Ibu di Kepahiang Tega ‘Habisi’ Bayi Sendiri, Baru Lahiran dari Hubungan Terlarang

KEPAHIANG, NGENELO.NET – Seorang ibu muda di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, RA (16) tega ‘habisi darah dagingnya sendiri. Bayi malang yang baru saja dilahirkan, dibunuh RA karena khawatir menjadi aib keluarga dan mendapat amukan amarah kedua orang tuanya.

Kelakuan miris RA yang masih tercatat sebagai salah satu pelajar di Kabupaten Kepahiang itu, terungkap dalam press realease Satreskrim Polres Kepahiang, Senin 11 Mei 2026 petang. Disampaikan langsung, Wakapolres Kabupaten Kepahiang Kompol Sultoni, RA masih menjalani perawatan usai melahirkan di RSUD Kepahiang.

Adapun pacarnya, PA (20) pemuda asal Desa Kutorejo Kecamatan Kepahiang sudah berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. “Keduanya (RA dan PA,red) sudah kita tetapkan sebagai tersangka pembunuhan bayi,” ujar Sultoni dalam keterangan persnya.

Apa yang dilakukan RA dan PA sungguh di luar akal sehat. Dari pengembangan penyidikan diketahui,  kelakuan sadis keduanya berawal usai kepergok akan membuang bayi oleh warga Desa Gunung Agung Kecamatan Bermani Ilir pada, Minggu 10 Mei 2026 sekira pukul 14.00 WIB.

Saat itu, PA yang membawa kantong plastik hitam kepergok oleh warga lantaran sudah menaruh curiga terlebih dahulu sebelumnya. Saksi diberitahukan oleh tetangganya, ada seorang pria dengan gerak gerik mencurigakan lalu lalang di areal perkebunan.

Bayi dari Hubungan Terlarang

Dari sini semua terbongkar, RA rupanya telah melahirkan dari hubungan terlarangnya dengan PA sekira pukul 01.00 WIB. Keduanya pun memilih melahirkan di areal perkebunan tak jauh dari pemukiman, karena takut ketahuan oleh warga.

Mirisnya, karena panik sesaat setelah melahirkan, RA sempat mencekik bayi dengan tujuan menghilangkan nyawa darah dagingnya sendiri. Namun, upayanya gagal hingga kemudian bayi malang itu dibenamkan ke dalam jerigen berisi air.

Setelah tak lagi bernyawa, bayi dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam dengan tujuan akan dibuang. Semula, dari percakapan keduanya bayi akan dikuburkan di wilayah Kecamatan Kepahiang.

Gerak – gerik PA yang mencurigakan akhirnya diketahui warga. Hingga kemudian, warga menghadangnya dan menemukan sesosok bayi laki-laki sudah tak bernyawa di dalam kantong plastik.

Hal ini sempat membuat warga desa geger, hingga kemudian PA di bawah ke rumah Sekdes dengan menghadirkan perangkat desa setempat. Belakangan terungkap, bayi malang tersebut merupakan buah hubungan terlarang antara keduanya yang sudah berjalan sejak tahun 2024.

Keduanya takut, lantaran sudah hamil dan melahirkan di luar pernikahan hingga nekat menghabisi darah dagingnya sendiri.