Parah! 41 Persen Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Kemenkes Dorong Periksa Rutin

🔊 Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

Gigi berlubang anak ditemukan pada 41 persen siswa dalam CKG. Kemenkes mendorong pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan.

Ringkasan Berita
  1. 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang.
  2. Kemenkes mendorong pemeriksaan gigi setiap enam bulan dan mengutamakan pencegahan sebelum anak mengalami sakit gigi.
  3. Sekolah dan keluarga didorong membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi, termasuk menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Ngenelo.net, Jakarta, – Masalah gigi berlubang anak menjadi salah satu temuan yang paling banyak muncul dalam pemeriksaan kesehatan sekolah. Kementerian Kesehatan mencatat 41 persen anak sekolah yang menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang.

Data tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan dalam kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Temuan itu sekaligus memperkuat dorongan pemerintah agar pemeriksaan gigi tidak menunggu sampai anak merasakan sakit.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam program CKG. Menurut dia, pemeriksaan berkala penting untuk mengenali masalah kesehatan gigi sejak awal.

41 Persen Anak Sekolah Mengalami Karies

Kementerian Kesehatan mencatat karies menjadi persoalan yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan CKG terhadap anak sekolah. Dari anak sekolah yang diperiksa melalui program tersebut, 41 persen mengalami gigi karies.

Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan gigi sejak usia sekolah. Pemeriksaan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi gigi ketika sudah bermasalah, tetapi juga membantu menemukan gangguan lebih awal.

Dante menekankan bahwa penanganan kesehatan gigi sebaiknya tidak menunggu anak mengalami sakit. Kemenkes mendorong pendekatan promotif dan preventif melalui pemeriksaan rutin serta pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Kemenkes juga menganjurkan pemeriksaan gigi setiap enam bulan. Dengan pemeriksaan berkala, masalah pada gigi bisa mengetahui lebih awal sehingga orang tua dan anak dapat memperoleh tindak lanjut sesuai temuan.

Sekolah Punya Peran dalam Mencegah Gigi Berlubang Anak

Selain keluarga, lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Kemenkes melihat keberadaan UKS, dokter kecil, pramuka, serta berbagai kegiatan sekolah sebagai sarana untuk memberikan edukasi kesehatan.

Materi dapat mencakup cara menyikat gigi dengan benar, pilihan makanan yang mendukung kesehatan gigi, serta pengenalan penggunaan pasta gigi berfluoride.

Kemenkes bahkan mendorong keterlibatan siswa melalui kegiatan edukasi yang mengenalkan mereka sebagai “detektif gigi berlubang”. Konsep tersebut mengarahkan anak mengenali tanda-tanda masalah gigi di lingkungan sekolah.

Pendekatan seperti ini membuat edukasi kesehatan gigi tidak hanya berlangsung ketika anak datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kebiasaan menjaga gigi bisa melalui aktivitas sehari-hari di rumah dan sekolah.

Kemenkes Ingatkan Waktu Menyikat Gigi

Pemeriksaan gigi secara berkala perlu berjalan bersama kebiasaan perawatan gigi setiap hari. Kemenkes mengingatkan pentingnya menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Kebiasaan tersebut harus menjadi pembiasaan sejak anak-anak agar perawatan gigi menjadi bagian dari perilaku hidup sehat.

Anjuran itu menjadi semakin penting karena hasil CKG menunjukkan masih banyak anak sekolah yang mengalami karies. Pemeriksaan dapat menemukan masalah, tetapi kebiasaan perawatan sehari-hari tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi gigi.

Karena itu, orang tua dan sekolah dapat saling melengkapi. Orang tua berperan membangun kebiasaan di rumah, sementara sekolah dapat memperkuat edukasi dan pengawasan melalui kegiatan kesehatan siswa.

BKGN 2026 Dorong Pemeriksaan dan Tindak Lanjut

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat” dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Kemenkes bersama Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.

Wakil Ketua PB PDGI drg. Tari Tritarayati mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali berlangsung pada 2010.

Menurut Tari, perhatian terhadap kesehatan gigi tidak cukup berhenti pada pemeriksaan. Hasil pemeriksaan perlu ditindaklanjuti dan diikuti kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara konsisten.

Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 di harapkan memperkuat kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut sejak usia sekolah.

Kick-off di SDN Menteng 01, Jakarta, juga di isi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama para siswa.

Temuan 41 persen anak sekolah yang mengalami karies dalam pemeriksaan CKG menjadi pengingat bahwa kesehatan gigi perlu mendapat perhatian sebelum muncul keluhan. Pemeriksaan rutin, kebiasaan menyikat gigi dengan benar, pemilihan makanan, serta edukasi di sekolah menjadi bagian dari upaya pencegahan dari Kemenkes.

Pertanyaan Seputar Gigi Berlubang Anak

Berapa banyak anak sekolah yang mengalami gigi berlubang?
Kementerian Kesehatan mencatat 41 persen anak sekolah mengalami karies atau gigi berlubang dalam pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis.
Seberapa sering anak perlu memeriksakan gigi?
Kemenkes mendorong pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan untuk membantu menemukan masalah gigi sejak dini.
Kapan waktu yang untuk menyikat gigi?
Kemenkes mengingatkan pentingnya menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut.