Cara Mencegah Influenza, Ini Langkah yang Dianjurkan Kemenkes dan WHO

🔊 Dengarkan Berita
Klik Dengarkan untuk mendengarkan berita
Bagikan Berita

Cara mencegah influenza dengan cuci tangan, masker, etika batuk, ventilasi, dan vaksin sesuai anjuran Kemenkes serta WHO.

Ringkasan Berita
  1. Cara mencegah influenza antara lain dengan mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan diri.
  2. Masker dianjurkan bagi orang yang mengalami gejala seperti batuk atau pilek untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
  3. WHO menganjurkan meningkatkan ventilasi dan menghindari ruang tertutup yang padat untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza.
  4. Vaksin influenza tahunan menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Bengkulu, Ngenelo.net, — Cara mencegah influenza penting di perhatikan karena virus flu dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan saat batuk atau bersin, partikel pernapasan di ruang tertutup, serta tangan yang terkontaminasi virus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala seperti batuk atau pilek. Untuk kelompok tertentu, vaksin influenza juga menjadi salah satu langkah pencegahan yang direkomendasikan.

Pemantauan Kemenkes menunjukkan influenza masih beredar di Indonesia. Dalam laporan pengawasan untuk minggu ke-36 tahun 2026, Kemenkes mencatat pada minggu ke-35 terdapat 66 kasus positif influenza dari 175 spesimen yang diperiksa. Hasil tersebut terdiri atas 2 kasus influenza A(H3N2), 63 influenza A(H1N1Pdm09), dan 1 influenza B Victoria. Data beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara dan dapat berubah.

Cara mencegah Influenza Dalam Aktivitas Sehari-hari

Salah satu langkah penting dalam cara mencegah influenza adalah menjaga kebersihan tangan. Kemenkes menganjurkan masyarakat mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Kebiasaan tersebut penting terutama setelah seseorang menyentuh benda atau permukaan yang mungkin terkontaminasi, sebelum makan, serta setelah batuk atau bersin.

WHO juga menyebut kebersihan tangan sebagai bagian dari upaya mengurangi penularan influenza. Selain mencuci tangan secara teratur, tangan sebaiknya dikeringkan dengan baik.

Masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih. Ketiga bagian tubuh tersebut dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh.

Terapkan Etika Batuk dan Bersin

Batuk dan bersin dapat menyebarkan partikel yang mengandung virus influenza. Karena itu, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu tersebut.

Jika tidak tersedia tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutup batuk atau bersin. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan virus berpindah ke tangan dan kemudian menyebar melalui benda yang disentuh.

Kemenkes memasukkan etika batuk dan bersin sebagai salah satu langkah pengendalian faktor risiko influenza.

Gunakan Masker Ketika Mengalami Gejala

Orang yang mengalami batuk atau pilek perlu memperhatikan risiko menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya. Kemenkes menganjurkan penggunaan masker bagi masyarakat yang mengalami gejala tersebut.

WHO juga menganjurkan orang yang sedang sakit untuk berada di rumah sejauh memungkinkan. Jika harus berada di tempat ramai, penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus kepada orang lain.

Hindari Ruang Tertutup yang Padat

Penularan influenza dapat terjadi ketika seseorang berada dekat dengan orang yang terinfeksi. Risiko tersebut juga berkaitan dengan ruang tertutup yang ramai dan memiliki ventilasi kurang baik.

WHO menyarankan peningkatan ventilasi, misalnya dengan membuka jendela, serta menghindari tempat tertutup yang penuh sesak untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza.

Langkah tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang tinggal atau beraktivitas bersama orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Beda Kelas

Jika sedang sakit, mengurangi aktivitas di tempat umum juga membantu melindungi orang lain, terutama kelompok yang mempunyai risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.

Vaksin Influenza Jadi Salah Satu Pencegahan

Selain menjaga kebersihan dan mengurangi risiko paparan, vaksin influenza menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko terkena influenza dan penyakit berat akibat influenza.

WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Kelompok tersebut antara lain ibu hamil, anak-anak usia tertentu, orang lanjut usia, orang dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan.

Kemenkes juga menjelaskan bahwa vaksin influenza tahunan belum menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional di Indonesia. Namun, vaksin tetap direkomendasikan sebagai salah satu upaya pencegahan flu musiman bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan orang dengan penyakit kronis.

WHO menjelaskan bahwa virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin diperbarui secara berkala. Perlindungan dari vaksin juga membutuhkan waktu untuk berkembang setelah vaksinasi.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Influenza pada sebagian besar orang dapat pulih tanpa perawatan khusus. Namun, penyakit ini dapat menimbulkan kondisi lebih berat pada kelompok tertentu.

WHO mencantumkan anak berusia di bawah 5 tahun, orang berusia lebih dari 65 tahun, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung dan paru, diabetes, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat.

Karena itu, kelompok tersebut perlu lebih memperhatikan langkah pencegahan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Flu Singapur

Kemenkes juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek atau hidung berair, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot.

Influenza A(H3N2) Masih Masuk Pemantauan Kemenkes

Kemenkes sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor PM.03.01/C/584/2026 tentang penanggulangan Influenza A(H3N2) subclade K. Dokumen tersebut berstatus berlaku dan di tetapkan pada 4 Februari 2026.

Dalam pemantauan Kemenkes, subclade K telah terdeteksi di 13 provinsi. Laporan surveilans juga menyebut belum terdapat bukti bahwa Influenza A(H3N2) subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat atau meningkatkan angka rawat inap.

Pada laporan minggu ke-36 tahun 2026, Kemenkes tetap memasukkan sebaran H3N2 subclade K dalam pemantauan influenza di Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu hanya berfokus pada satu subtipe atau subclade ketika menerapkan pencegahan. Kebiasaan menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, menjaga ventilasi, menghindari kerumunan ketika sedang mengalami gejala, serta mempertimbangkan vaksinasi sesuai rekomendasi merupakan bagian penting untuk mengurangi risiko penularan influenza.

Pertanyaan Seputar Cara Mencegah Influenza

Bagaimana cara mencegah influenza?
Pencegahan influenza dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, menggunakan masker ketika mengalami gejala, menjaga ventilasi, dan mempertimbangkan vaksin influenza sesuai rekomendasi.
Apakah vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun?
WHO merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan karena virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin diperbarui secara berkala.
Siapa yang lebih berisiko mengalami influenza berat?
Kelompok berisiko lebih tinggi antara lain anak di bawah 5 tahun, orang berusia lebih dari 65 tahun, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.