NGENELO.NET, SELUMA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma soroti normalisasi lahan pertanian terdampak bencana. Terlebih, lantaran terdampak bencana sejumlah titik lahan pertanian milik warga sudah merasakan imbasnya.
Diantara sebaran lahan pertanian yang terdampak bencana adalah areal pertanian di Kelurahan Talang Datuk, Kecamatan Seluma Kota. Di sini, tak kurang 24 hektare lahan pertanian ikut terdampak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Akibat bencana yang terjadi mengancam produktivitas hasil pertanian petani. Yang terekstrem, akibat bencana bisa mengancam lahan pertanian milik petani menjadi gagal panen.
Karena ini pula, Ketua DPRD Kabupaten Seluma, April Yones menilai langkah normalisasi harus di lakukan. Ini lanjutnya penting, agar air bisa mengalir dengan baik dan tidak kembali merendam lahan pertanian warga.
Menurut Ketua DPRD Seluma, bencana banjir yang sempat merendam areal pertanian tersebut di sebabkan oleh penyumbatan saluran irigasi. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan sempurna dan meluap hingga ke lahan persawahan warga.
“Irigasi pertanian ini harus benar-benar dipastikan dalam keadaan baik agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Ketua DPRD.
Selain di Talang Datuk, April juga menyoroti kondisi di Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, yang setiap hujan deras selalu tergenang air.
Jalur dua di wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. “Masalah sampah juga harus menjadi perhatian bersama. Selain pemerintah daerah, masyarakat di harapkan ikut menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi penyumbatan aliran air,” tambah Ketua DPRD.
April menegaskan, DPRD Seluma akan terus mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera mengambil langkah nyata dalam penanganan banjir dan pencegahan longsor.
Terlebih, intensitas curah hujan di wilayah Seluma masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana susulan. Ini sudah sering terjadi, seharusnya OPD terkait segera bertindak, jangan hanya diam saja,” tegas Ketua DPRD.
Normalisasi Lahan Pertanian
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, membenarkan bahwa penyebab utama banjir di lahan persawahan Talang Datuk adalah penyumbatan irigasi.
Ia menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Wilayah Sungai untuk menangani persoalan tersebut.
Iya, memang benar banjir di sebabkan penyumbatan irigasi. Persoalan ini akan segera kami koordinasikan dengan pihak yang berwenang,” singkat Kadis Pertanian.
Dengan segera menormalisasi areal pertanian, di harapkan ke depan semakin membuat produktivitas pertanian di Kabupaten Seluma semakin meningkat. (adv)
