Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni, Big Match Inggris Vs Kroasia

NGENELO.NET, BENGKULU – Akan ada lima pertandingan menarik pada lanjutan babak penyisihan Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni. Sesuai jadwal resmi yang telah dirilis FIFA, pertandingan di grup K akan mempertemukan  Portugal Vs Republik Demokratik Kongo serta Uzbekistan Vs Kolombia.

Lalu di grup L, antara Ghana Vs Panama dan Inggris Vs Kroasia yang menjadi big match. Grup L layak disebut sebagai grup neraka, Inggris, Kroasia jadi favorit. Namun, Ghana dan Panama pastinya tak bisa disepelekan.

Khususnya Ghana, sebagai kekuatan lama benua Afrika, Ghana berpotensi besar memberikan kejutan bagi Inggris dan Kroasia. Tantangan pertama bagi Ghana adalah Panama.

Bagi Ghana, turnamen kali ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola Afrika.

Namun, perjalanan Black Stars menuju laga pembuka tidak berjalan mulus. Mereka harus kehilangan gelandang andalan Thomas Partey yang dipastikan absen setelah permohonan visanya untuk masuk ke Kanada ditolak.

Kehilangan Partey menjadi pukulan tersendiri bagi skuad asuhan Carlos Queiroz. Apalagi Gana juga sudah lebih dulu kehilangan pemain bintang Mohammed Kudus yang harus menepi karena cedera dan gagal tampil di Piala Dunia 2026.

Saat ini Ghana menempati peringkat ke-73 dunia FIFA, posisi yang mencerminkan performa mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Peraih empat kali juara Piala Afrika itu bahkan gagal lolos ke Piala Afrika edisi sebelumnya. Meski demikian, mereka mampu bangkit dengan menjadi juara Grup I pada kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tampilan Terakhir Modric dengan Kroasia

Bagi Kroasia, momen Piala Dunia 2026 akan terasa lebih spesial. Edisi Piala Dunia kali ini, akan menjadi pertandingan terakhir bagi legenda mereka, Luca Modric.

Dia akan menjadi salah satu dari barisan generasi terakhir yang akan menjadikan Piala Dunia tahun ini merupakan Piala Dunia terakhir dalam kariernya seperti halnya Cristiano Ronaldo (Portugal), Manuel Neuer (Jerman), dan Lionel Messi (Argentina).

Jelang lawan Inggris, Luka Modric menyatakan ia hanya ingin menikmati setiap momen Piala Dunia sebelum dia benar-benar meninggalkan turnamen ini. Dalam konferensi pers jelang menghadapi The Three Lions, keinginannya untuk menikmati berarti memberikan permainan terbaik yang paling maksimal dalam pertandingan nanti.

“Berada di sini di usia saya sungguh istimewa. Saya merasa bangga mewakili Kroasia. Kita semua di sini, kita semua memiliki keinginan dan mimpi, dan kita berusaha untuk menjadi juara dunia,” kata Luka Modric seperti yang dikabarkan pers Spanyol, As, hari ini.

“Setiap pertandingan bersama tim nasional itu spesial dan penting, terutama di turnamen besar. Kita semua ingin mengakhiri karier kita dengan cara terbaik,” dia menambahkan saat menjawab tentang Piala Dunia terakhir dalam kariernya ini.

“Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dan juga menikmatinya, karena saya tahu saya berada di tahap akhir karier saya. Saya mencoba menikmati setiap pertandingan dan setiap sesi latihan,” kata Luka Modric lagi.

Pertandingan melawan Three Lions akan menjadi penampilan ke-199 sang gelandang untuk Kroasia. Pada laga ini pula dia akan menjadi salah satu pemain yang tampil di Piala Dunia di usia 40 tahun. “Saya hanya bisa berjanji bahwa kami akan memberikan segalanya untuk mencapai hasil terbaik dan mewakili Kroasia dengan cara terbaik,” dia menambahkan.

Terakhir Modric

Luka Modric selalu menjadi pemain kunci ketika berbicara tentang Piala Dunia. Dia bagian dari generasi penting Timnas Kroasia setelah era Zvonimir Boban atau Davor Suker di Piala Dunia 1998 silam Ketika meraih peringkat ketiga.

Dalam generasi Luka Modric dengan pemain seperti Ivan Perisic yang juga berada di era akhir kariernya sebagai pemain timnas, Kroasia berhasil meraih runner-up pada Piala Dunia 2018. Lalu, empat tahun kemudian, meraih peringkat keempat di Piala Dunia 2022.

Ya, dua penampilan terakhir Kroasia di Piala mereka menghasilkan final di Rusia dan semifinal di Qatar. Negara Balkan ini tampil sangat baik di turnamen Piala Dunia, seperti yang di tunjukkan di Prancis 1998 itu.

Secara total, Kroasia telah memainkan 30 pertandingan Piala Dunia, dengan rekor 13 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Dengan demikian, Kroasia telah memposisikan diri sebagai salah satu negara paling kompetitif di dunia, dengan Luka Modric sebagai pemimpinnya.

Kini, Piala Dunia 2026 menjadi peralihan generasi dari veteran kepada para pemain muda. Jika Kroasia meraih hasil lebih baik lagi tentu ini akan menjadi momen yang bersejarah dalam sepak bola negeri ini.

“Dia masih pemain utama untuk tim ini. Dia adalah kekuatan pendorong yang membuat tim ini berhasil,” kata Zlatko Dalic, pelatih Kroasia, menjelang turnamen. Apa yang telah di lakukan Luka Modric adalah warisan bersejarah dalam sepak bola Kroasia.

Apakah Kroasia akan bisa kembali ke final di Piala Dunia 2026 ini? Memang sulit tapi bukan tidak mungkin. Peluangnya memang tidak mudah karena hampir tidak ada yang tersisa dari Kroasia yang dulu. Hanya satu veteran lainnya: Ivan Perisic.

Kroasia saat ini adalah tim yang dalam tahap pembangunan kembali. Mereka memiliki banyak pemain muda berbakat, seperti Luka Vuskovic, Martin Baturina, dan Petar Sucic, bersama dengan bintang-bintang mapan seperti Josko Gvardiol dan Ante Budimir.

Luka Modric pertama kali tampil untuk Kroasia pada Piala Dunia 2006 silam, tahun yang bahkan pemain seperti Luka Vuskovic belum lahir. “Kapten dan saya adalah contoh terbaik dari perubahan generasi. Ada lebih dari 20 tahun perbedaan usia di antara kami,” kata Luka Vuskovic.

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni.

Grup K
Pukul 00.00 WIB di Houston Stadium, Houston Amerika Serikat: Portugal Vs Republik Demokratik Kongo

Pukul 09.00 WIB di Estadio Azteca, Mexico City Meksiko: Uzbekistan Vs Kolombia

Grup L
Pukul 03.00 WIB di Dallas Stadium, Dallas Amerika Serikat: Inggris Vs Kroasia
Pukul 06.00 WIB di Toronto Stadium, Toronto Kanada, Ghana Vs Panama

Grup A
Pukul 23.00 WIB di Atlanta Stadium Amerika Serikat: Republik Ceko Vs Afrika Selatan