Kuota dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Kepahiang 2026

NGENELO.NET, KEPAHIANG – Seperti daerah lain di negeri ini, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu juga tetap mendapatkan jatah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026.

Sesuai surat keputusan yang ditandatangani Kadis Pertanian Kabupaten Kepahiang, IR. Taufik tertanggal 22 Desember 2025 nomor 1685 tahun 2025.  Tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian, maka sudah ditentukan berapa kuota pupuk bersubsidi untuk petani di 8 kecamatan Kabupaten Kepahiang.

Jumlah totalnya adalah, Pupuk Urea sebanyak 947 ribu Kg, Pupuk NPK 2.067.000 Kg dan Pupuk Organik 457 ribu Kg. Sebaran pupuk bersubsidi per kecamatan adalah sebagai berikut:

1. Kecamatan Bermani Ilir : Pupuk Urea 40.156 Kg, Pupuk NPK 89.656 Kg, Pupuk Organik 3.018 Kg.
2. Kecamatan Ujan Mas: Pupuk Urea 311.251 Kg, Pupuk NPK 631.844 Kg, Pupuk Organik 31.111 Kg.
3. Kecamatan Tebat Karai: Pupuk Urea 157.885 Kg, Pupuk NPK 110.371 Kg, Pupuk Organik 6.722 Kg.
4. Kecamatan Kepahiang: Pupuk Urea 151.591 Kg, Pupuk NPK 162.891 Kg, Pupuk Organik 0 Kg.
5. Kecamatan Merigi: Pupuk Urea 204.282 Kg, Pupuk NPK 322.681 Kg, Pupuk Organik 367.713 Kg.
6. Kecamatan Kabawetan: Pupuk Urea 30.725 Kg, Pupuk NPK 544.967 Kg, Pupuk Organik 48.436 Kg.
7. Kecamatan Seberang Musi: Pupuk Urea 19.157 Kg, Pupuk NPK 159.864 Kg, Pupuk Organik 0 Kg.
8. Kecamatan Muara Kemumu: Pupuk Urea 31.953 Kg, Pupuk NPK 44.725 Kg, Pupuk Organik 0 Kg.

HET Pupuk Subsidi 2026

Masih di dalam penjelasan surat keputusan tersebut, juga di tetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi. Yakni, pupuk jenis urea sebesar Rp1.800 per Kg, pupuk NPK 1.840 per Kg dan pupuk organik Rp640 per Kg.

Dengan kuota pupuk bersubsidi yang telah di tetapkan di atas, sudah semestinya petani tak lagi kesulitan untuk mendapatkan pupuk untuk mengolah lahan pertanian mereka. Diharapkan pula, kuota yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Hingga petani yang memang membutuhkan, berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Bukan malah sebaliknya, malah diperbaikan oleh sebagian oknum di lapangan saja.

Serapan Pupuk Subsidi Rendah

Sementara itu, untuk wilayah Provinsi Bengkulu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu mendata  tingkat serapan  masih mencapai 17 persen dari total alokasi.

Dari total alokasi 75.894 ton pada 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Bengkulu baru mencapai 13.263 ton. Angka ini masih jauh dari kebutuhan ideal di awal musim tanam.

Dua wilayah dengan penyaluran tertinggi berada di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur.  Secara rinci, pupuk urea tersalurkan 4.741 ton atau 21,31 persen dari alokasi 22.448 ton.  Pupuk  NPK mencapai 8.521 ton atau 20,74 persen dari alokasi 41.080 ton.

Serapan pupuk organik jauh lebih rendah. Dari alokasi 12.366 ton, realisasi baru 298,08 ton atau sekitar 2,41 persen. Sementara itu, pupuk NPK formula khusus sebanyak 3.000 ton untuk Bengkulu Tengah dan Lebong belum tersalurkan sama sekali hingga Maret 2026.

Adapun penyaluran pupuk subsidi di layani melalui 369 kios di seluruh Bengkulu. Harga juga sudah di tetapkan pemerintah, urea Rp1.800 per Kg, NPK Rp1.840 dan pupuk organik Rp640 per Kg.