Tahu tuna Pacitan menjadi oleh-oleh khas dengan olahan tuna. Sabrina menawarkan varian original, pedas dan sayur.
- Tahu tuna Pacitan merupakan olahan tahu yang menggunakan daging ikan tuna sebagai bahan utama isian dan berkembang sebagai salah satu produk kuliner khas daerah.
- Tahu Tuna Sabrina yang di kembangkan Deni Hermanto memiliki tiga varian yang pernah di dokumentasikan, yaitu original, pedas dan sayur.
- Varian sayur menjadi salah satu inovasi dengan tambahan bahan seperti wortel, daun bawang dan seledri.
- Tahu Tuna Sabrina berkembang dari usaha pengolahan ikan tuna di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, dan pemasarannya pernah menjangkau berbagai kota.
Pacitan, Ngenelo.net, – Tahu tuna Pacitan menjadi salah satu olahan ikan yang dikenal sebagai buah tangan dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Produk ini memadukan tahu dengan adonan daging ikan tuna dan berkembang dalam berbagai varian, salah satunya melalui Tahu Tuna Sabrina milik Deni Hermanto di Kelurahan Sidoharjo.
Berbeda dari tahu bakso yang umumnya menggunakan daging sapi atau ayam, tahu tuna memakai ikan tuna sebagai bahan utama isian. Produk tersebut berkembang seiring dengan pemanfaatan hasil perikanan Pacitan menjadi makanan siap santap maupun oleh-oleh.
Pemerintah Kabupaten Pacitan juga mencatat tahu tuna sebagai salah satu produk olahan berbahan baku lokal dalam dokumen pengembangan UMKM daerah. Dalam Peraturan Bupati Pacitan Nomor 56 Tahun 2023, tahu tuna tercantum sebagai salah satu produk oleh-oleh bersama sejumlah olahan pangan lainnya.
Pacitan Berawal dari Pemanfaatan Ikan Tuna
Penggunaan ikan tuna sebagai bahan tahu bakso tidak sekadar menghadirkan variasi makanan. Produk tersebut menjadi salah satu cara mengolah hasil perikanan menjadi makanan bernilai tambah.
Sementara, melansir laman media nasional, Deni Hermanto, pengusaha Tahu Tuna Sabrina, melihat potensi tersebut ketika memutuskan kembali ke Pacitan setelah bekerja sebagai koki kapal pesiar. βSaya melihat potensi Kabupaten Pacitan di bidang perikanan terutama ikan tuna luar biasa.β ungkap Deni.
Pengalaman di bidang kuliner kemudian ia gunakan untuk mengembangkan produk berbahan dasar tuna. Deni dan istrinya memulai usaha pengolahan tahu tuna dan memberi merek produknya Sabrina, yang di ambil dari nama putri sulungnya.
Selain itu, Deni memilih mengolah tuna karena ingin memberikan nilai tambah pada komoditas yang tersedia di daerahnya. βNah dari situ kita berpikir, kenapa tidak kita olah saja biar memiliki nilai tambah,β kata Deni.
Sabrina Punya Aneka Varian
Salah satu perkembangan menarik dari tahu tuna Pacitan terlihat pada inovasi rasa. Tahu Tuna Sabrina memiliki tiga varian, yaitu biasa, pedas dan sayur.
Varian original menjadi bentuk dasar tahu tuna dengan isian olahan ikan tuna. Sementara varian pedas memberikan pilihan bagi konsumen yang menyukai cita rasa dengan tambahan cabai.
Ada pula varian sayur yang memadukan olahan tuna dengan bahan sayuran. Mengenai produk Sabrina mencantumkan penggunaan sayuran seperti wortel, daun bawang dan seledri pada varian tersebut.
Pilihan varian itu membuat tahu tuna tidak hanya di posisikan sebagai makanan khas daerah, tetapi juga menjadi produk olahan yang dapat menyesuaikan selera konsumen.
Selain tahu tuna, Sabrina juga mengembangkan sejumlah produk berbahan ikan tuna. Beberapa di antaranya berupa bakso tuna, nugget, otak-otak, sosis, rolade, lumpia, pangsit dan produk olahan lainnya.
Dari Pacitan untuk Pasar di Berbagai Kota
Perjalanan Tahu Tuna Sabrina juga menunjukkan bagaimana makanan berbasis hasil laut lokal dapat berkembang melewati pasar daerah.
Produk Sabrina sendiri telah di pasarkan ke sejumlah kota di Pulau Jawa, seperti Bekasi, Karawang, Bogor, Solo dan Semarang sebagai pasar produknya. Produk tersebut juga telah menjangkau sejumlah wilayah Jawa bahkan Sumatera.
“Kemarin ada mau dibawa ke Bengkulu, jadi kita Freezer dan packing khusus agar aman sampai tujuan, ungkap Vanesa salah seorang karyawan Sabrina.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tahu tuna Pacitan tidak hanya di konsumsi sebagai makanan sehari-hari. Produk dalam bentuk beku juga memungkinkan konsumen membawa atau mengirimnya ke luar daerah.

Tahu Tuna Menjadi Bagian dari Kuliner Pacitan
Tahu tuna kini menjadi salah satu produk yang melekat dengan kuliner berbahan hasil laut Pacitan. Pemerintah Kabupaten Pacitan mencantumkan tahu tuna dalam daftar produk olahan lokal, sementara kajian akademik Universitas Sebelas Maret juga mendokumentasikan proses produksi bakso ikan tuna di UKM Sabrina, Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.
Dokumentasi tersebut memperlihatkan bahwa tahu tuna berkembang bukan hanya sebagai makanan yang dijual di toko oleh-oleh, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas usaha pengolahan hasil perikanan.
Bagi wisatawan, tahu tuna dapat menjadi pilihan oleh-oleh ketika berkunjung ke Pacitan. Bentuknya yang praktis dan pilihan varian seperti original, pedas serta sayur membuat produk ini memiliki segmen konsumen yang beragam.
Tahu Tuna Sabrina sendiri berada di kawasan Jalan WR Supratman, Gang Tuna, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.
Perkembangan Tahu Tuna Pacitan
Perjalanan Tahu Tuna Sabrina menunjukkan bagaimana potensi ikan tuna dapat di kembangkan menjadi produk kuliner yang memiliki identitas daerah.
Deni tidak hanya mengolah ikan tuna menjadi tahu bakso, tetapi juga mengembangkan berbagai produk turunannya. Inovasi tersebut memperluas pilihan bagi konsumen sekaligus membuat olahan tuna lebih mudah di temukan dalam bentuk makanan siap olah dan oleh-oleh.
Bagi wisatawan yang mencari buah tangan dari Pacitan, tahu tuna menjadi salah satu produk yang menarik untuk di coba. Varian original, pedas dan sayur memberikan pilihan rasa, sementara aneka olahan tuna lainnya memperlihatkan luasnya kreativitas kuliner berbasis hasil laut di daerah tersebut.
Dengan demikian, tahu tuna Pacitan tidak hanya berbicara tentang perpaduan tahu dan ikan tuna. Produk ini juga menggambarkan upaya pelaku usaha mengolah potensi perikanan lokal menjadi makanan yang memiliki nilai tambah dan dapat di kenal hingga luar daerah.
