Wisata Ikan Larangan di Seluma Punya Daya Tarik Unik, Ribuan Ikan Semah Jadi Magnet Wisatawan

Wisata Ikan Larangan Taba Lubuk Puding Seluma tawarkan ribuan ikan semah dan air terjun dengan tiket Rp10 ribu. Ini Rutenya dan yang perlu di perhatikan!

Ringkasan Berita
  • Wisata Ikan Larangan berada di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma.
  • Destinasi ini menawarkan pemandangan ribuan ikan semah yang hidup di aliran sungai.
  • Pengunjung dapat memberikan pakan kepada ikan semah dan menikmati Air Terjun Tenggilis.
  • Tiket masuk wisata sebesar Rp10.000 per orang.

NGENELO.NET, SELUMA – Wisata Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda. Pengunjung dapat melihat ribuan ikan semah yang hidup di aliran sungai sekaligus menikmati suasana alam pedesaan.

Keunikan destinasi ini terletak pada aturan yang di terapkan masyarakat. Ikan semah yang berada di kawasan tersebut tidak boleh di tangkap, di pancing, di jaring, maupun dijual.

Aturan itu menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga populasi ikan air tawar. Selain menjaga kelestarian ikan, keberadaan ribuan ikan semah justru menjadi daya tarik utama yang mendatangkan pengunjung.

Menariknya, wisatawan tidak hanya dapat melihat ikan dari kawasan sungai. Pengunjung juga bisa memberikan pakan kepada ikan semah sehingga pengalaman wisata terasa lebih dekat dengan alam.

Rute Wisata Ikan Larangan dari Kota Bengkulu, Sekitar 1 Jam Perjalanan

Perjalanan menggunakan mobil dari Kota Bengkulu menuju Wisata Ikan Larangan Desa Taba Lubuk Puding relatif mudah dan dapat di tempuh sekitar 1 jam hingga 1 jam 10 menit, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.

Rute utama dapat di tempuh melalui Jalan Lintas Barat Sumatera dengan mengambil arah Manna/Tais, kemudian melewati kawasan Betungan menuju Kecamatan Sukaraja dan Air Periukan.

Kondisi jalan raya utama umumnya beraspal dan cukup lebar sehingga nyaman dilalui berbagai jenis mobil, mulai dari sedan, MPV hingga SUV.

Setelah keluar dari jalur lintas utama dan memasuki jalan menuju Desa Taba Lubuk Puding, kondisi jalan mulai menyempit. Beberapa bagian menggunakan semenisasi atau pengerasan tanah berbatu, terutama di kawasan perkebunan karet PTPN. Karena itu, kendaraan dengan ground clearance standar hingga tinggi seperti Avanza, Rush, atau Pajero akan lebih nyaman melewati jalur tersebut.

Sebelum tiba di lokasi wisata alam ini, pengendara juga akan menemukan kawasan kuari batu di sisi kiri jalan.

Bagi wisatawan yang menggunakan mobil, sebaiknya mengaktifkan navigasi digital sejak dari Kota Bengkulu. Kemudian, pastikan rute sudah tersimpan sebelum memasuki kawasan perkebunan karena sinyal telepon dapat menjadi kurang stabil.

Pengendara juga perlu menjaga kecepatan di jalur lintas Bengkulu–Manna. Meskipun terdapat sejumlah ruas lurus, persimpangan desa dan kendaraan roda dua yang menyeberang tetap perlu di waspadai.

Sementara itu, saat hujan deras, pengunjung sebaiknya lebih berhati-hati ketika melewati jalan tanah atau pengerasan di sekitar kawasan sungai. Permukaan jalan dapat menjadi lebih licin, sehingga kecepatan kendaraan perlu di sesuaikan dengan kondisi medan.

Wisata Ikan Larangan Jadi Rumah Ribuan Ikan Semah

Wisata Ikan Larangan berkembang dengan konsep sederhana, yakni menjaga ikan agar tetap hidup dan berkembang di habitatnya. Masyarakat tidak mengambil ikan untuk dikonsumsi atau diperjualbelikan.

Sebaliknya, masyarakat menjaga kawasan tersebut agar ikan semah dapat terus berkembang. Konsep tersebut kemudian menjadi daya tarik wisata yang cukup unik.

Suprapti, salah seorang pengunjung, mengatakan dapat melihat langsung ikan semah dalam jumlah banyak di aliran sungai.

“Kita bisa melihat langsung ribuan ikan semah di sungai. Jumlah ikan yang cukup banyak menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan ikan dalam jumlah banyak memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Pengunjung tidak sekadar datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat berinteraksi dengan ikan melalui aktivitas pemberian pakan.

Karena itu, konsep pelestarian sekaligus wisata menjadi kekuatan utama destinasi tersebut.

Di tengah banyaknya pilihan wisata alam, konsep seperti ini memiliki nilai tersendiri. Masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan, sementara ikan tetap hidup di habitatnya.

Dengan demikian, kelestarian lingkungan dan aktivitas pariwisata dapat berjalan secara berdampingan.

Wisata Ikan Larangan Tawarkan Tiket Masuk Rp10 Ribu

Wisata Ikan Larangan juga menawarkan harga tiket yang relatif terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp10.000 per orang untuk menikmati kawasan wisata tersebut.

Menurut Rudi, salah seorang pengunjung yang membawa keluarga besarnya, tiket tersebut memberikan akses untuk menikmati kawasan ikan larangan sekaligus mengunjungi Air Terjun Tenggilis.

Selain itu, pengunjung juga mendapatkan pakan ikan yang dapat digunakan untuk memberi makan ikan semah.

“Untuk tiket masuk Rp10.000 per orang, kita sudah bisa menikmati wisata ikan larangan dan air terjun. Harga tiket cukup terjangkau,” ujar Rudi Owner All Computer Kota Bengkulu.

Harga tiket menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin mencari wisata alam dengan biaya relatif ringan.

Kemudian, kombinasi antara sungai, ikan semah, dan air terjun membuat wisatawan dapat menikmati lebih dari satu aktivitas dalam satu kawasan desa.

Potensi tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan berbagai kegiatan pendukung pariwisata. Misalnya, usaha makanan, minuman, oleh-oleh, hingga jasa pendukung wisata apabila jumlah kunjungan terus meningkat.

Potensi Wisata Alam Lebih Luas

Wisata Ikan Larangan bukan satu-satunya potensi wisata yang di miliki Desa Taba Lubuk Puding. Desa tersebut juga memiliki Air Terjun Tenggilis yang menjadi bagian dari daya tarik kawasan.

Keberadaan dua jenis destinasi alam tersebut memberikan peluang untuk membangun paket wisata yang lebih menarik.

Wisatawan dapat menikmati ikan semah di sungai, kemudian melanjutkan perjalanan menuju air terjun. Dengan konsep tersebut, lama kunjungan wisatawan berpotensi meningkat.

Namun, pengembangan wisata alam ini tetap membutuhkan perencanaan yang baik.

Selain itu, fasilitas dasar juga menjadi faktor penting. Tempat istirahat, kebersihan, petunjuk arah, keamanan, dan akses jalan dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan.

Oleh karena itu, pengembangan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan keunikan alam. Pengelola juga perlu menjaga kualitas pengalaman wisatawan.

Jika pengelolaan berlangsung konsisten, potensi wisata Desa Taba Lubuk Puding dapat berkembang lebih luas.

Wisata Ikan Larangan Seluma Masih Butuh Perbaikan Akses Jalan

Wisata Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding memiliki akses yang cukup memadai dan lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Namun, perbaikan jalan masih menjadi kebutuhan agar wisatawan dapat mencapai lokasi dengan lebih mudah.

Akses menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata. Sebab, wisatawan cenderung memilih lokasi yang mudah dijangkau, terutama bagi keluarga dan rombongan.

Karena itu, peningkatan kualitas jalan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan kunjungan.

Selain akses, promosi juga menjadi bagian penting. Keunikan ribuan ikan semah yang hidup di sungai dapat menjadi identitas utama destinasi.

Kemudian, informasi mengenai aturan larangan menangkap ikan perlu disampaikan kepada setiap pengunjung. Dengan demikian, wisatawan memahami bahwa keberadaan ikan merupakan bagian dari daya tarik yang harus dijaga.

Masyarakat juga dapat berperan sebagai penjaga sekaligus pemandu wisata. Cara tersebut dapat memperkuat hubungan antara pariwisata dan pemberdayaan warga lokal.

Wisata Ikan Larangan Bisa Jadi Contoh Pelestarian Berbasis Masyarakat

Wisata Ikan Larangan memiliki nilai lebih karena masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan ikan semah.

Larangan menangkap, memancing, menjaring, dan menjual ikan membuat populasi ikan tetap menjadi daya tarik kawasan. Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa pelestarian tidak selalu harus menghilangkan aktivitas ekonomi. Sebaliknya, lingkungan yang terjaga dapat menjadi aset wisata apabila masyarakat mengelolanya dengan baik.

Namun, keberlanjutan tetap membutuhkan konsistensi. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.

Pengelola juga perlu memastikan pemberian pakan tidak mengganggu kondisi alami sungai. Selain itu, wisatawan harus mengikuti aturan yang berlaku selama berada di kawasan.

Dengan demikian, wisata bukan hanya soal jumlah pengunjung. Kualitas pengelolaan dan kelestarian lingkungan juga menentukan masa depan destinasi.

Wisata Ikan Larangan

Di mana lokasi Wisata Ikan Larangan?
Wisata Ikan Larangan berada di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Berapa harga tiket Wisata Ikan Larangan?
Harga tiket masuk Wisata Ikan Larangan sebesar Rp10.000 per orang. Pengunjung juga mendapatkan pakan untuk diberikan kepada ikan semah.
Apa yang menarik dari Wisata Ikan Larangan?
Daya tarik utamanya adalah keberadaan ribuan ikan semah yang hidup di aliran sungai dan tidak boleh ditangkap. Pengunjung dapat melihat serta memberikan pakan kepada ikan. Kawasan ini juga memiliki Air Terjun Tenggilis.