Daftar 16 Korban Diduga Keracunan MBG di Kepahiang, Penyaluran Makan Bergizi Gratis di SDN 18 Distop Sementara

Update terbaru daftar 16 korban diduga keracunan MBG Kepahiang: 1.Olif Aprianta (9), 2.Firza (9), 3.Haura (9), 4.Keyla (9), 5.Zahwa (9), 6.Lala (9), 7.Refa (8), 8.Sasuke (12), 9.Fikri (9), 10. Nova (21), 11.Bilqis (11), 12.Laras (11), 13.Musiana (56), 14.Sandi Praja, 15.Rafi Rizki Ramadan (9), 16.Fazril Adiwangsa

Ringkasan Berita
  • Diduga Keracunan MBG Kepahiang menyebabkan 16 orang mengalami gejala gatal, mual, pusing, muntah hingga sesak napas.
  • Korban terdiri dari 14 siswa, 1 guru dan 1 penjaga sekolah di SDN 18 Kepahiang.
  • Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN 18 Kepahiang di stop sementara.
  • Polres Kepahiang dan BPOM sedang menyelidiki penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

KEPAHIANG, NGENELO.NET, – Kasus Dugaan Keracunan MBG di kabupaten Kepahiang yang terjadi di SD Negeri 18 Kepahiang, Bengkulu, terus menjadi perhatian publik. Jumlah korban yang sebelumnya menjalani perawatan medis tercatat sebanyak 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, hingga penjaga sekolah setelah mengonsumsi paket makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026. Para korban di laporkan mengalami berbagai gejala seperti gatal-gatal, pusing, mual, muntah, hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG yang di bagikan di lingkungan sekolah.

Akibat insiden tersebut, penyaluran MBG ke SD Negeri 18 Kepahiang di hentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi dari pihak terkait.

Kepala SD Negeri 18 Kepahiang, Pipi Junita, mengatakan seluruh korban yang sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang kini sudah di perbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Menurutnya, kondisi para siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak terus menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis.

“Anak-anak yang mendapat perawatan medis sudah berangsur pulih. Untuk sementara penyaluran MBG distop sementara sampai SPPG mendapatkan izin kembali dari BGN,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga terus memantau kondisi kesehatan peserta didik untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan yang muncul setelah mereka kembali ke rumah masing-masing.

Keracunan Picu Penghentian Sementara Program

Penghentian sementara distribusi MBG dilakukan sebagai langkah antisipatif sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan petugas.

Pipi Junita menjelaskan bahwa keputusan tersebut berdasarkan informasi yang di terima sekolah dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan program MBG.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 18 Kepahiang tidak terlalu terdampak karena Kamis, 4 Juni 2026 merupakan hari terakhir pelaksanaan ujian bagi peserta didik.

Oleh karena itu, siswa akan memasuki masa jeda kegiatan sekolah sehingga pihak sekolah memiliki waktu lebih leluasa untuk memastikan pemulihan kondisi seluruh korban.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Namun, insiden yang terjadi di Kepahiang menjadi perhatian serius karena melibatkan anak-anak sekolah dasar.

Di sisi lain, berbagai pihak meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat segera diterapkan sebelum program kembali berjalan.

Menurut informasi yang di himpun, menu makanan yang di konsumsi para korban terdiri dari nasi, sambal telur, perkedel, tumis kol, serta buah salak. Namun, hingga kini belum di ketahui secara pasti komponen makanan mana yang menjadi penyebab munculnya gejala pada korban.

Karena itu, hasil uji laboratorium BPOM menjadi faktor penting dalam menentukan penyebab sebenarnya dari dugaan keracunan tersebut.

Daftar Lengkap 16 Korban Diduga Keracunan MBG Kepahiang

Berdasarkan data yang di himpun dari pihak sekolah dan petugas kesehatan, berikut daftar korban yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG:

1. Refa (8),
2. Firza (9),
3. Olif Aprianta (9),
4. Keyla (9),

5. Zahwa (9),
6. Lala (9),
7. Haura (9),
8. Fikri (9),

9. Rafi Rizki Ramadan (9),
10. Bilqis (11),
11. Laras (11),
12. Sasuke (12),

13. Nova (21),
14. Musiana (56),
15. Fazril A,
16. Sandi P

Mayoritas korban menunjukkan gejala yang hampir serupa, yakni reaksi alergi berupa gatal-gatal yang di sertai pusing, mual hingga muntah. Selain itu, beberapa korban juga mengalami sesak napas yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Meski demikian, kondisi seluruh korban di laporkan stabil setelah mendapatkan perawatan dan observasi tenaga kesehatan.

Keracunan di Kepahiang Masih Diselidiki Polisi dan BPOM

Sebelumnya, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi korban yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa gejala yang muncul terjadi tidak lama setelah korban mengonsumsi paket MBG yang di pasok oleh SPPG Perumnas Kroya di Desa Taba Tebelet.

Petugas kepolisian kemudian bergerak cepat dengan mengamankan sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Langkah tersebut agar penyebab pasti kejadian dapat di ketahui secara ilmiah dan objektif.

Selain itu, investigasi juga melibatkan Dinas Kesehatan serta sejumlah pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan pangan.

Sementara, para orang tua siswa berharap hasil investigasi segera keluar sehingga masyarakat mendapatkan kepastian mengenai penyebab kejadian. Di sisi lain, mereka juga berharap pengawasan kualitas makanan semakin di perketat agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan dalam program skala besar harus di awasi secara ketat mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian kepada penerima manfaat. Dengan pengawasan yang baik, tujuan meningkatkan gizi anak sekolah dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Pertanyaan Seputar Dugaan Keracunan MBG Kepahiang

Berapa jumlah korban diduga keracunan MBG Kepahiang?
Total korban yang tercatat sebanyak 16 orang yang terdiri dari 14 siswa, 1 guru dan 1 penjaga sekolah.
Apa gejala yang di alami korban diduga keracunan MBG Kepahiang?
Korban mengalami gejala gatal-gatal, pusing, mual, muntah, sesak napas hingga keluhan dada panas setelah mengonsumsi makanan MBG.
Mengapa penyaluran MBG di SDN 18 Kepahiang di hentikan?
Penyaluran di hentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan izin lanjutan dari pihak terkait setelah adanya dugaan keracunan makanan.
Siapa yang menyelidiki kasus Keracunan Kepahiang?
Penyelidikan oleh Polres Kepahiang bersama Dinas Kesehatan dan BPOM yang memeriksa sampel makanan dari lokasi kejadian.
Apakah seluruh korban sudah pulang?
Ya. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan di perbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan.