Nomor WhatsApp dibajak makin marak. Simak cara mencegah akun WA diretas dan menjaga keamanan data pribadi.
- Nomor WhatsApp dibajak kembali menjadi ancaman bagi pengguna aplikasi pesan instan.
- Seorang warga Bengkulu dilaporkan mengalami pembajakan akun WhatsApp.
- Pelaku biasanya memanfaatkan kode OTP, tautan palsu, atau rekayasa sosial.
- Pengguna dapat mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun.
- Kesadaran digital menjadi kunci utama mencegah peretasan WhatsApp.
BENGKULU, NGENELO.NET, – Nomor WhatsApp dibajak kembali menjadi perhatian masyarakat setelah maraknya kasus peretasan akun yang menimpa pengguna di berbagai daerah. Salah satu kasus terbaru dialami salah seorang warga Perumahan Villa Pabitei, Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, yang nomor WhatsApp miliknya dilaporkan berhasil diambil alih pihak tidak bertanggung jawab pada Selasa, 2 Juni 2026 pagi.
Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, pembajakan akun WhatsApp terus meningkat dengan berbagai modus yang semakin canggih. Akibatnya, korban tidak hanya kehilangan akses terhadap akun, tetapi juga berpotensi mengalami kerugian finansial apabila pelaku menggunakan akun tersebut untuk meminta uang kepada kontak yang tersimpan.
Selain itu, pelaku sering memanfaatkan kepercayaan keluarga, teman, maupun rekan kerja korban untuk menjalankan aksinya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai cara yang digunakan peretas agar tidak menjadi korban berikutnya.
Keamanan akun WhatsApp saat ini menjadi hal yang sangat penting. Sebab, aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk komunikasi pribadi, tetapi juga aktivitas bisnis, pekerjaan, hingga transaksi keuangan.
Berbagai Modus Pembajakan Nomor WhatsApp
Pembajakan Nomor WhatsApp umumnya terjadi karena pelaku berhasil memperoleh akses verifikasi akun. Salah satu modus yang paling sering digunakan adalah meminta kode OTP yang dikirim melalui SMS.
Biasanya pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas, teman, atau pihak tertentu yang membutuhkan bantuan. Kemudian mereka meminta korban memberikan kode enam digit yang baru diterima.
Selain itu, ada pula modus tautan palsu atau phishing. Dalam skema ini, korban diarahkan mengklik tautan yang menyerupai situs resmi. Setelah itu, korban diminta memasukkan nomor telepon dan kode verifikasi.
Tidak hanya itu, beberapa pelaku memanfaatkan aplikasi berbahaya yang diam-diam mencuri informasi dari perangkat pengguna. Oleh karena itu, pengguna harus lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal.
Praktisi keamanan digital sering mengingatkan bahwa kode OTP merupakan kunci utama akun WhatsApp.
“Kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari WhatsApp,” ujar seorang praktisi keamanan siber Fredy Sumantri.
Selain modus teknis, pelaku juga menggunakan teknik rekayasa sosial atau social engineering. Teknik ini memanfaatkan kelengahan dan kepanikan korban sehingga tanpa sadar menyerahkan informasi penting kepada pelaku.
Nomor WhatsApp Dibajak Bisa Dicegah dengan Langkah Sederhana
Nomor WhatsApp dibajak sebenarnya dapat dicegah melalui sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan semua pengguna.
Langkah pertama adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah atau two-step verification. Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan berupa PIN enam digit yang hanya diketahui pemilik akun.
Selain itu, pengguna harus menjaga kerahasiaan kode OTP. Jangan pernah membagikan kode tersebut kepada siapa pun dalam kondisi apa pun.
Kemudian, pengguna perlu memeriksa perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp melalui menu perangkat tertaut. Jika terdapat perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan aksesnya.
Pengguna juga disarankan menggunakan email pemulihan pada fitur verifikasi dua langkah. Dengan demikian, proses pemulihan akun menjadi lebih mudah apabila terjadi masalah.
Di sisi lain, penting untuk selalu memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru. Pembaruan biasanya membawa peningkatan sistem keamanan yang dirancang untuk menutup celah yang dapat dimanfaatkan peretas.
Selain menjaga keamanan aplikasi, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan saat menerima pesan mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi atau informasi verifikasi akun.
Pembajakan Nomor WhatsApp Berpotensi Menimbulkan Kerugian Besar
Nomor WhatsApp dibajak tidak hanya menyebabkan kehilangan akses komunikasi. Lebih dari itu, pelaku sering menggunakan akun korban untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
Misalnya, pelaku menghubungi keluarga korban dan mengaku membutuhkan bantuan dana mendesak. Karena menggunakan akun asli korban, banyak orang yang akhirnya percaya dan mengirimkan uang.
Selain itu, data pribadi yang tersimpan dalam percakapan juga berpotensi disalahgunakan. Oleh sebab itu, keamanan akun harus menjadi prioritas utama setiap pengguna.
Jika akun sudah terlanjur diretas, pengguna sebaiknya segera masuk kembali menggunakan nomor yang sama untuk mengambil alih akun. Setelah itu, aktifkan verifikasi dua langkah dan beri tahu seluruh kontak bahwa akun sempat diretas.
Kemudian, laporkan kejadian tersebut kepada pihak WhatsApp melalui fitur bantuan resmi. Langkah cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun.
Maraknya kasus pembajakan akun menunjukkan bahwa ancaman kejahatan digital terus berkembang. Karena itu, pengguna harus lebih waspada, memahami modus yang digunakan pelaku, serta menerapkan langkah-langkah keamanan yang tersedia.
Dengan kesadaran digital yang lebih baik, risiko menjadi korban pembajakan akun WhatsApp dapat diminimalkan sehingga komunikasi tetap aman dan nyaman.
