NGENELO.NET, BENGKULU TENGAH – Keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di republik ini kembali berulang. Terbaru, giliran 8 pelajar SD dan SMP di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu mengalami keracunan MBG, Kamis 23 April 2026.
Ke delapan pelajar tersebut merupakan 7 siswa SMPN 3. Yakni, Miko Fernando kelas 8, Asyraf Hafizo kelas 8, Muhammad Naufal Alpani kelas 8, Refan Pranata kelas 7, Ibrahim Al Ghazali kelas 9, Ahmad Zaki Romadhon kelas 8 dan Muhammad Azril murid kelas 9.
Serta, 1 siswa kelas 4 SDN 1 Bengkulu Tengah atas nama Mika Cerya. Diketahui, para siswa tersebut keracunan usai menyantap menu MBG berupa ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum.
Gejala yang dialami siswa pun bervariasi. Sebagian merasakan mual dan pusing sekitar satu jam setelah makan, sementara lainnya mengeluh hanya beberapa menit setelah mulai mengonsumsi menu MBG di sekolah.
Terkait kemungkinan penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak Dinas Kesehatan sejauh ini belum mengambil keputusan. Pemerintah daerah pun, memilih menunggu hasil investigasi menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, SKM, MM memastikan langkah cepat telah di lakukan dengan mengambil sampel makanan yang di duga menjadi penyebab.
Ia meyakinkan akan mengambil tindakan tegas, jika kemudian di temukan unsur kelalaian. Untuk memastikan hal ini pula, uji laboratorium di lakukan dengan mengambil sampel dari menu MBG santapan pelajar di Bengkulu Tengah.
Siswa Keracunan MBG
Dari pengakuan pelajar usai keracunan menu MBG, sempat mencium bau tak sedap terhadap makanan yang di sajikan. Usai menyantap menu MBG ini pula, pelajar mengalami gejala mual dan pusing.
Terkait hal ini, Kepala SMPN 03 Kembang Seri Kabupaten Bengkulu Tengah, Tirta Wijaya menyampaikan begitu mengetahui kondisi siswa, pihaknya dengan cepat telah melakukan penanganan.
Siswa keracunan MBG, langsung di larikan ke klinik Rizky Medika. Dengan kejadian di atas, sudah sepatutnya pihak-pihak yang bertanggungjawab mendapatkan sanksi tegas. Insiden siswa keracunan MBG ini sendiri, bukanlah kali pertama terjadi di Provinsi Bengkulu.
Di khawatirkan, jika tak ada tindakan tegas dapat memicu kejadian serupa terulang di wilayah lainnya dalam Provinsi Bengkulu.
