PAD Stand Bazar Arena Festival Tabut Diduga Bocor, Tanggungjawab Siapa??

Bengkulu, Ngenelo.net , – Event Festival Tabut 2025 yang di pusatkan di lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu ternyata masih banyak menyisakan persoalan. Salahsatunya EO (event organizer) Area Crop selaku pihak yang mengelola stand bazar di arena Festival Tabut 2025 terkesan tidak transparan terkait potensi sewa stand di arena Tabut yang mencapai pendapatan miliaran rupiah.

Lantas PAD Stand Bazar Arena Festival Tabut Diduga Bocor Tanggungjawab Siapa??

Terkait hal itu, data yang berhasil di himpun jurnalis, bahwa potensi lapak tenda bazar Event Festival Tabut yang berdiri di dalam kawasan Sport Center mencapai 300 titik.

Belum lagi tenda bazar yang berdiri di luar mencapai 400 tenda di tambah 4 titik pasar malam.

Selain itu juga ada ratusan pedagang kaki lima di biarkan berjualan di jalanan. Secara hitungan keseluruhan pendapatan dari lapak bazar mencapai potensi 3 miliar rupiah. Belum lagi di tambah pendapatan potensi parkir yang mencapai Rp300 juta selama 10 hari pelaksanaan.

“Biaya sewa stand ini terlalu mahal, sementara daya beli masyarakat sangat ninim sekali. Karena warga yang datang ini hanya sekedar melihat-lihat saja pameran,” ucap Nuryanto salahsatu pedagang snack asal Sumbar.

Pemda Kucurkan Rp600 Juta

Sementara, untuk Event festival tabut tahun 2025 ini kegiatan di jalankan oleh EO Area Crop.

Sebagai informasi, untuk pelaksanaan event festival tabut dari mulai pembukaan hingga penutupan dalam kegiatan selama 10 hari mendapatkan dana dari pemerintah daerah sebesar Rp600 jutaan.

Dikonfirmasi Pimpinan EO Area Crop, Ricko mengungkapkan, pihaknya mengelola stand bazar tersebut hanya berada didalam saja. Sedangkan adanya stand yang berada di luar arena bukan tanggungjawab pihaknya.

“Stand lapak ada 165 (untuk tenda 5×5) 35 (tenda 3×3 ), 35 booth roders dan 46 tenda gratis untuk UMKM. Dan target pendapatan memenuhi BEP (Break Even Point), dan informasi kami hanya mengelola lahan di dalam halaman UPTD Sport Centre sampai perbatasan pangsit tris, dan kalau yang di pinggir jalan raya bukan wewenang kelolaan kami bang,” beber Ricko ketika di konfirmasi melalui pesan Whatshaap (WA), Senin (7/7/25).

Ia juga kembali menegaskan soal terkait biaya sewa lapak bazar di dalam kawasan Sport Center.
“Harga resmi kami publikasikan di instagram tabut festival. Di mulai dari Rp5,5 juta (3×3), Rp7 juta( 5×5) Rp17 juta booth roder,” imbuhnya.

Di singgung kembali soal sewa bazar lapak yang berada di luar wewenang siapa? ia lantas menjawab, “Kami hanya mengelola di bagian dalam sport centre bang, kalau luar kami tidak berwenang dan tidak tahu,” tegas Ricko.

Sedangkan soal dana dari pemerintah daerah sebesar Rp600 jutaan peruntukannya untuk apa hingga berita di tulis belum ada jawaban.

Evaluasi Secara Menyeluruh Event Festival Tabut

Sementara secara terpisah Koordinator Forum Peduli Rakyat Bengkulu, Putra Wijaya mengungkapkan, jika dalam event festival tabut skala nasional yang selalu ramai tersebut harus di lakukan audit khusus untuk melihat transparansi keseluruhan yang di kelola pihak ketiga.

“Ya itukan banyak stand bazar yang terisi jumlahnya itu ada ratusan baik didalam dan maupun di luar. Apalagi setelah kita cek sewa stand itu juga mahal biayanya 8 sampai 10 juta rupiah, ada dugaan mark up yang kita temukan di lapangan, di duga ada banyak terjadi kebocoran PAD,” kata Putra.

Sambung Putra, Event Festival Tabut setiap tahunnya ini memang selalu menimbulkan persoalan. Oleh sebab itu pentingnya di lakukan pembenahan dan evaluasi secara menyeluruh. Terutama pengelolaan stand bazar yang di kelola pihak ketiga.

“Yang jelas data sudah kita kumpulkan, dan akan segera laporkan masalah ini ke aparat penegak hukum (APH). Agar ada titik terang mengusut dugaan mark up yang di timbulkan dari sewa stand bazar serta kegiatan lainnya. Agar supaya masalah ini benar-benar clear,” tegasnya.

Selain itu lanjut Putra, persoalan lainnya yang di temukan yang menjadi sorotan berbagai kalangan saat ini, yakni kegiatan event yang di jadwalkan mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2025 dengan anggaran sebesar Rp600 juta yang di kelola oleh pihak ketiga terkesan tidak transparan.

“Dari data yang di himpun dan di peroleh bahwa dana sebesar Rp600 juta untuk kegiatan event itu di duga tanpa proses lelang atau tender sesuai dengan aturan berlaku, makanya hal ini harus transparan mekanisme awalnya itu seperti apa. Kalau ada yang bilang penunjukkan langsung, dasarnya apa?,” ujarnya.

Murlin Hanizar: Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu tidak Dapat Pendapatan dari event Festival Tabut

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengatakan, kalau Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu tidak mendapatkan pendapatan dari event Festival Tabut.

“Sewa lahan sport center itu masuk ke retribusi daerah melalui UPTD Sport Center, kalau tidak salah Rp 127 juta, di bayar oleh promotor bazaar. Dan kalau sewa tenda itu di kelola oleh pihak promotor bazaar. Dan mereka tidak di berikan biaya oleh pemerintah, justru mereka melakukan pembuatan tenda Bazar dan lain lan itu dengan biaya sendiri. Untung ruginya mereka (pihak EO) yang tanggung, karena mereka sudah ikut proses lelang,” beber Murlin melalui pesan Whatapps Senin (7/7).

Terkait soal bantuan dana Rp600 juta dari pemprov yang di kelola promotor itu peruntukkannya untuk giat apa saja? Murlin mengatakan, bahwa dana itu untuk kebutuhan promotor event.

“Itu kan untuk EO melaksanakan kegiatan selama 10 hari, biaya panggung Festival, sound sistem, dan lain-lain,” tambahnya.

Di singgung soal banyaknya lapak bazar ilegal, yang lepas pengawasan dari pihak Dispar tidak ada aturan yang mengikat terkait sewa lahan lapak bazar.

Murlin mengatakan kalau daerah dekat pantai itu lokasinya di kelola oleh Pemkot. Mungkin sewa dengan mereka atau minta izin dengan mereka.

Sementara mengenai ada atau tidaknya aturan yangg mengikat terkait sewa lahan lapak bazar, Murlin melempar hal tersebut ke pihak promotor EO.

“Coba tanya promotor, mereka menentukan harga itu ada dasar survei dan lain-lain. Biasanya begitu dan kita tidak ada dasar hukum untuk itu,” tukasnya