Babak Belur di Thomas Cup 2026, Ini Alasan PBSI

NGENELO.NET, OLAHRAGA – Babak belur di ajang Piala Thomas 2026, masih menyisahkan kekecewaan mendalam bagi fans bulutangkis tanah air. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya tim Thomas Indonesia mencatat sejarah kelam. Yakni, tak lolos di putaran fase grup.

Ini lantaran, tim Thomas Indonesia menyerah di tangan tim eropa, Prancis dengan skor telak 1-4. Prancis, tim yang notabene tak memiliki tradisi kuat di cabang bulutangkis dunia mampu menjungkirbalikkan semua prediksi.

Biasanya, tim eropa yang berpotensi mengganjal tim Thomas Indonesia selama ini hanyalah Denmark. Kali ini Prancis datang dengan Popov bersaudaranya. Bermain di nomor tunggal dan ganda, duo Popov sukses mencuri poin.

Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi dengan bulutangkis tanah air. Sejatinya, hasil memalukan di Piala Thomas 2026 hanyalah bom waktu yang terkesan lamban disikapi.

Lihat saja, sejak Piala Thomas 2020, tim Thomas Indonesia masih saja mengandalkan Jonathan Christie dan Antony Sinisuka Ginting. Sepanjang tahun ini, bahkan sejak tahun lalu prestasi keduanya mulai menurun. Pelapis yang diharapkan juga tak kunjul muncul ke permukaan.

Hal yang saja terjadi di nomor ganda, tak ada lagi pemain sekaliber The Minion ataupun Fajar/Rian. Sementara negara kompetitor terus berkembang. Termasuk Prancis, yang mengandalkan Popov bersaudara.

PBSI Minta Maaf

Bagaimana reaksi PBSI? Hasil di Piala Thomas 2026 Denmark,  membuat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Piala Thomas 2026  kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” kata Eng Hian.

Menurutnya, kegagalan saat bersua Prancis lebih disebabkan lantaran kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda. Ini menurutnya, memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up.

Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun dalam pertandingan tersebut, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram.

Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak lagi optimal serta menurunnya akurasi pukulan, sehingga peluang untuk mengamankan poin tidak dapat di maksimalkan. Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di gim penentuan.

Pada partai keempat, yang menjadi salah satu penentu peluang Indonesia untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final Piala Thomas 2026, pasangan Sabar/Reza di harapkan mampu menyumbangkan poin. Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.

Namun dalam pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik. Permainan yang kurang lepas serta tekanan dari lawan membuat peluang tersebut tidak berhasil di konversi menjadi kemenangan.

Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis di raih oleh sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan Popov bersaudara melalui pertarungan rubber game.

Performa Tim Thomas Indonesia Tak Maksimal

Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, juga menyampaikan permohonan maaf dan refleksi atas hasil yang di raih tim.

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah di berikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan akan di arahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang di tunjukkan oleh Prancis.

PP PBSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Piala Thomas 2026. Ke depan, PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.