NGENELO.NET, OLAHRAGA – Tim Piala Thomas Indonesia kembali mencetak sejarah di gelaran Piala Thomas. Sayang, sejarah yang dicatat di edisi Piala Thomas 2026 adalah yang terkelam sepanjang keikutsertaan tim Thomas Indonesia sepanjang sejarah.
Untuk pertama kalinya, tim Thomas Indonesia harus pulang lebih awal sejak fase grup. Bulutangkis Indonesia terpuruk, benar-benar berada di titik nadir.
Bayangkan saja, peraih gelar Piala Thomas terbanyak dengan 14 titel, justru tahun ini harus angkat koper lebih awal. Yang lebih menyakitkan, kegagalan tim Thomas usai dibantai tim eropa, Prancis dengan skor telak 1-4.
Prancis, yang notabene bukanlah negara bulutangkis justru mampu mengalahkan tim Thomas Indonesia. Rasanya sulit dipercaya, tapi ini nyata di Piala Thomas 2026. Kalah, tim Thomas gagal lolos dri fase grup D di Horsens, Denmark.
Di grup D, tim Thomas Indonesia tergabung dengan Thailand, Aljazair dan Prancis. Di pertandingan pertama, tanpa kendala tim Thomas Indonesia menang 5-0. Sempat ketar-ketir usai hanya menang tipis 3-2 atas Thailand di pertandingan kedua.
Di pertandingan terakhir, tim Thomas Indonesia harus mengakui keunggulan Prancis 1-4. Tunggal pertama tim Thomas Indonesia, Jonatan Christie dipermalukan Christo Popov dua game langsung 19-21, 14-21.
Hasil yang membuat Jojo, sapaan karib Jonatan Christie, kalah 1-3 selama empat kali pertemuan. Meski secara ranking, dia masih satu setrip di atas Christo yang ada di ranking kelima dan dalam pertemuan terakhir sebelum ini, Jojo menang di India Open pada Januari 2026 lalu.
Kemudian, Alwi pun juga sama. Dia kalah oleh Alex Lanier 16-21, 19-21. Secara ranking, Alwi yang berada di peringkat 14 masih kalah dari lawan dan rekor pertemuan keduanya masih imbang 2-2.
Hanya dalam perjumpaan terakhir Alwi kalah di Malaysia Open 2026. Nestapa semakin dalam saat peraih medali perunggu olimpiade Anthony Sinisuka Ginting menyerah kepada Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22.\
Tim Thomas Indonesia Terpuruk
Sebenarnya, kans lolos masih terbuka. Syaratnya, dua partai di sapu petik Indonesia. Namun, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di buat malu Eloi Adam/Leo Rossi dengan dua game langsung, 19-21, 19-21.
Hasil yang membuat perjuangan peringkat ketiga dunia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sia-sia. Meski, keduanya mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11.
Tim Thomas Indonesia terpuruk. Capaian terburuk sebelumnya hanya sampai perempat final pada 2012. Hasil di Horsens ini menjadi pukulan besar bagi tradisi panjang Indonesia di ajang beregu putra paling bergengsi tersebut, sekaligus membuka catatan evaluasi serius bagi sektor bulu tangkis nasional.
Apalagi keterpurukan dunia bulutangkis Indonesia sudah lebih dulu terlihat usai, tim bulutangkis Indonesia tanpa meraih medali di Asian Games 2026.
Sejarah Tim Piala Thomas Indonesia
Juara: 14 Kali (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
Runner Up: 8 kali (1967, 1982, 1986, 1992, 2010, 2016, 2022, 2024)
Semifinal: 7 kali (1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2014, 2018)
Perempat Final: 1 kali (2012)
Fase Grup: 1 kali (2026)
