25 Proyek Dapur MBG Disegel, Upah Pekerja di Bengkulu Belum Dibayar!

Proyek Dapur MBG Disegel karena upah pekerja di Bengkulu belum dibayar PT. Adhi Karya.

Ringkasan Berita
  • Proyek Dapur MBG Disegel oleh ratusan pekerja konstruksi di Bengkulu karena upah belum dibayarkan.
  • Pekerja menuntut pencairan awal Rp1,7 miliar dari total tagihan upah Rp3 miliar menjelang Idulfitri 2026.
  • Koordinator pekerja, Ahmad Yani, menyebut ada 200 pekerja terlibat, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa.
  • Proyek yang tersendat tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
  • Pekerja proyek dapur MBG memilih bertahan sebelum gaji cair meski kontraktor menyiapkan bus untuk kepulangan pekerja.
  • Paket proyek senilai Rp581,23 miliar di kerjakan PT Adhi Karya dan supervisi PT Ciriajasa Cipta Mandiri senilai Rp6,31 miliar.
  • Pekerja berharap persoalan upah segera terselesaikan.

Bengkulu, Ngenelo.net, – Miris! 25 Proyek Dapur MBG Disegel oleh ratusan pekerja konstruksi di Provinsi Bengkulu karena upah mereka belum di bayarkan. Aksi ini terjadi di 25 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 80 persen.

Koordinator mandor pekerja, Ahmad Yani, menyatakan total pekerja yang terlibat mencapai 200 orang, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Bangunan yang di segel tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Sementara total tagihan upah pekerja di perkirakan mencapai Rp3 miliar, namun pekerja sebelumnya hanya meminta pencairan awal Rp1,7 miliar untuk kebutuhan menjelang mudik Idulfitri 2026.

Kontraktor Siapkan Bus, Pekerja Tetap Tunggu Gaji

Pekerja menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi proyek sebelum hak mereka di bayarkan. Meski pihak kontraktor telah menyiapkan fasilitas transportasi berupa bus untuk pulang ke Pulau Jawa, para pekerja memilih menunda kepulangan.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas pembangunan dapur MBG sementara terhenti, padahal proyek ini penting untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Koordinator pekerja lain, Salam, menambahkan bahwa keterlambatan pembayaran sebenarnya sering terjadi, tetapi kekhawatiran meningkat karena bertepatan dengan Idulfitri 2026.

“Biasanya kami masih bisa menunggu, tapi kali ini situasinya berbeda. Para pekerja sangat membutuhkan upah agar bisa mudik dan menyiapkan kebutuhan keluarga,” ujar Salam.

Tak hanya itu, saat di tanya apakah nanti akan kembali bekerja setelah libur lebaran, Salam mengaku kapok bekerja dengan PT. Adhi Karya. “Nanti dulu kalau dengan Adhi Karya,” keluhnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan pekerja berkumpul di SPPG MBG Bentiring, kompleks perkantoran Dukcapil Kota Bengkulu hingga Sabtu, 14 Maret 2026. Selain pekerja dari Pulau Jawa, ratusan pekerja lokal juga terdampak keterlambatan upah.

Proyek Dapur MBG Telan Anggaran Ratusan Miliar

Proyek pembangunan dapur MBG ini di kerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan Paket Gedung SPPG 2 senilai Rp581,23 miliar, dan konsultan supervisi PT Ciriajasa Cipta Mandiri senilai Rp6,31 miliar. Paket ini mencakup 74 lokasi di Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Para pekerja berharap persoalan upah segera di selesaikan sehingga mereka dapat pulang kampung dengan tenang, dan pembangunan dapur MBG dapat kembali berjalan sesuai jadwal.

FAQ Proyek Dapur MBG Disegel

Kenapa Proyek Dapur MBG Disegel?
Karena upah pekerja konstruksi di Bengkulu belum di bayarkan oleh PT Adhi Karya, sehingga mereka menuntut haknya.
Berapa total tagihan upah pekerja?
Total tagihan upah pekerja di perkirakan mencapai Rp3 miliar, namun pekerja meminta pencairan awal Rp1,7 miliar menjelang Idulfitri 2026.
Berapa jumlah pekerja yang terlibat?
Sekitar 200 pekerja terlibat, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, dan mereka menolak meninggalkan lokasi proyek sebelum gaji di bayarkan.
Di mana proyek yang di segel ini berada?
Proyek tersebar di 25 unit SPPG MBG di beberapa kabupaten, termasuk Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, dan kompleks perkantoran Dukcapil Kota Bengkulu.
Siapa kontraktor dan pengawas proyek ini?
Proyek di kerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan konsultan supervisi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.