Bengkulu, Ngenelo.net, – Penyelidikan kematian mahasiswi UNIB asal Papua, Orlina Renata Klouw (21), memasuki babak baru. Rencana autopsi resmi yang semula di siapkan kepolisian akhirnya di batalkan setelah keluarga dan tokoh adat Papua menyatakan penolakan, Senin (2/2/2026).
Ibu kandung Orlina bersama tokoh adat Papua meminta agar jenazah tidak di autopsi dan segera di pulangkan ke kampung halaman. Permintaan tersebut bukan keputusan sepihak keluarga, melainkan hasil musyawarah adat yang harus di hormati secara kultural dan sosial.
Pihak kepolisian menerima keputusan tersebut dan memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai prosedur hukum. Penolakan autopsi juga di tuangkan dalam surat resmi yang di serahkan langsung oleh keluarga korban kepada penyidik.
Polresta Bengkulu Hormati Keputusan Keluarga dan Adat
Kasat Reserse Kriminal Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulamlam, melalui Ps Kanit Pidum Iptu Revi Harisona, membenarkan bahwa pihak keluarga telah menyerahkan surat penolakan autopsi dan bersedia membuat berita acara resmi.
Ia menyampaikan bahwa Polresta Bengkulu menghormati keputusan keluarga dan adat Papua yang berlaku. Saat ini, fokus utama kepolisian adalah membantu kelancaran proses pemulangan jenazah Orlina ke daerah asal.
“Pihak keluarga sudah menyerahkan surat penolakan autopsi dan bersedia menandatangani berita acara resmi. Kami menghormati keputusan keluarga dan adat yang berlaku,” ujar Iptu Revi, di kutip dari media lokal Bengkulu.
Pemulangan jenazah di jadwalkan berlangsung pada hari ini, Selasa (3/2/2026). Kepolisian turut memastikan proses pemulasaraan hingga pengurusan penerbangan berjalan lancar tanpa kendala administratif.
Secara hukum, kematian mahasiswi UNIB asal Papua tersebut di pastikan sebagai kematian wajar. Tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Berdasarkan catatan medis, Orlina di ketahui memiliki riwayat penyakit lambung serta Tuberkulosis atau TBC.
Kronologi Orlina Ditemukan di Kamar Kos
Orlina Renata Klouw di temukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Gedang, Kota Bengkulu, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kecurigaan muncul setelah sejumlah teman korban tidak mendapatkan balasan pesan WhatsApp sejak pagi hari.
Merasa khawatir, rekan-rekan korban kemudian mendatangi kamar kos. Orlina di temukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi memeluk guling di atas tempat tidur, menyerupai orang yang sedang tidur.
Pemilik kos, Sayuti, menyebut bahwa Orlina baru sekitar satu bulan menempati kamar tersebut. Korban di ketahui baru kembali dari Papua setelah merayakan Natal bersama keluarga sebelum melanjutkan aktivitas perkuliahan di Universitas Bengkulu.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan civitas akademika UNIB. Proses pemulangan jenazah ke Papua dilakukan dengan pendampingan pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya.