Selasa, 6 Januari 2026 20:11 WIB

Ketika Amerika Mainkan Kuasa di Venezuela, Rakyatnya Justru Berpesta

NGENELO.NET – Sekali lagi Amerika Serikat menunjukkan kuasanya atas dunia. Ketika negeri Paman Sam itu berkehendak, dunia juga tak bisa apa-apa. Presiden Venezuela yang nyata-nyata Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi senyap, Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat.

Tuduhannya simpel, Maduro dituding terkait dengan kartel narkoba. Dunia memang bereaksi, dua negara sekutu terdekat Venezuela, Russia dan China berikan kecaman. Namun, Amerika tak bergeming.

“Kami tidak pernah percaya bahwa ada negara yang bisa memainkan peran sebagai polisi dunia, dan kami juga tidak setuju jika ada negara yang mengklaim dirinya sebagai hakim internasional,” ujar Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menunjukkan reaksi China atas serangan Amerika ke Venezuela.

Malah, dengan gagahnya Donald Trump mengungkapkan kebanggaannya di depan publik usai membawa Maduro dengan tangan terborgol ke Amerika. Mirisnya, disaat negara terguncang justru rakyat Venezuela menunjukkan rasa suka citanya.

Entah hanya sekedar framming yang dimainkan, yang jelas di media sosial tersebar foto-foto rakyat Venezuela ikut merayakan penangkapan Presidennya sendiri oleh Amerika.

“Tidak ada negara di bumi yang dapat melakukan operasi seperti yang kami lakukan di Venezuela. Operasi di Venezuela sangat bersejarah dan di lakukan dengan sempurna,” kata Menhan Amerika kepada media.

Coba Bertahan Atas Amerika

Di dalam negeri, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro adalah satu-satunya presiden Venezuela, meski pasukan Amerika Serikat menangkap Maduro.

“Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolas Maduro Moros,” ujar Rodriguez. Pernyataan tersebut di sampaikannya di tengah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Rodriguez sebagai presiden baru Venezuela.

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS telah mengalihkan perhatian dunia ke Delcy Rodríguez, wakil presiden yang di pilih Maduro sebagai tangan kanannya.

Pada Sabtu 3 Januari 2026 petang, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan agar Delcy Rodríguez mengambil alih posisi kepala negara karena “ketidakhadiran” Maduro.

Beberapa jam sebelum putusan Mahkamah Agung, Rodríguez mengutuk tindakan AS. Dia menyebut penangkapan Maduro dan istrinya sebagai “penculikan ilegal dan tidak sah”.

“Apa yang di lakukan terhadap Venezuela adalah tindakan biadab,” kata Rodríguez dalam pidato yang di siarkan melalui stasiun radio dan televisi nasional. Ia menambahkan bahwa Venezuela “tidak akan pernah menjadi koloni siapa pun.”

Pernyataan-pernyataan terbaru ini konsisten dengan Delcy Rodríguez, yang pernah di gambarkan Maduro sebagai “harimau betina”. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengonfirmasi sebagian besar tim keamanan Maduro juga terbunuh dalam operasi penangkapan tersebut.

Presiden Venezuela ditangkap petugas keamanan Amerika Serikat.
Presiden Venezuela di tangkap petugas keamanan Amerika Serikat. foto: ist ngenelo.net-

Dalam keterangannya Minggu 4 Januari 2026, Padrino mengecam keras tindakan militer AS yang melakukan pembunuhan keji. Namun ia belum merinci berapa banyak tim keamanan presiden yang tewas.

Amerika Punya Kuasa

Hal ini membuat Trump berang. Ia  menyampaikan peringatan keras kepada pemimpin baru Venezuela, Delcy Rodrguez, menjelang sidang pengadilan Nicols Maduro di New York.

Trump menegaskan bahwa pemerintah baru Venezuela dapat menghadapi konsekuensi berat jika tidak mengambil keputusan politik yang di anggap tepat oleh Washington.

Pernyataan tersebut muncul di tengah transisi kekuasaan yang sensitif, setelah Maduro di tangkap dalam operasi khusus Amerika Serikat.
Tekanan Trump dan sikap tegas pejabat AS menempatkan pemerintahan baru Venezuela dalam posisi sulit, sekaligus memicu reaksi internasional terkait arah politik Caracas ke depan.

Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat  di Venezuela pada Sabtu pekan kemarin bertambah menjadi 80 orang, menurut laporan kantor berita The New York Times pada Minggu, 4 Januari 26. Mengutip seorang pejabat senior Venezuela, media tersebut menyebutkan bahwa angka korban tewas masih berpotensi bertambah.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa aksi militer AS di Venezuela berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga berencana ‘mengelola’ Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan AS jika di perlukan.

Presiden Donald Trump menyebut Venezuela sebagai negara m*ti. Oleh karena itu Amerika Serikat harus menghidupkannya kembali.
“Kita harus menghidupkannya kembali,” katanya, kepada wartawan, di kutip dari Sputnik, Senin 5 Januari 2026.

Dia juga mengatakan, AS kini telah mengambil alih pemerintahan Venezuela. Namun dia tak menjelaskan bagaimana AS mengendalikan pemerintahan Venezuela dan siapa yang menjabat sebagai pemimpinnya.

“Jangan tanya saya siapa yang berkuasa, karena saya akan memberi tahu Anda jawabannya dan itu akan sangat kontroversial. Kami yang berkuasa,” kata Trump.

Serangkan ke Venezuela Dianggap Sempurna

Donald Trump pada Minggu 4 Januari 2026, telah mengancam akan melakukan aksi militer terhadap pemerintah Kolombia. Ancaman tersebut di sampaikan Trump kepada para wartawan saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

“Kolombia juga sangat sakit, di jalankan oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS, dan ia tidak akan melakukan itu untuk waktu yang lama,” kata Trump seperti di kutip dari laporan CNA, merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Ketika di tanya apakah AS akan melancarkan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab, “Menurut saya, itu ide yang bagus.” Nicolas Maduro telah di bawa  New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk perdagangan narkoba.

Dalam keterangan persnya, Donald Trump, telah berikrar untuk memanfaatkan cadangan minyak Venezuela setelah merebut kekuasaan dari Presiden Nicolás Maduro. Trump juga mengatakan AS akan “mengelola” negara itu hingga transisi yang ‘aman’.

Trump ingin perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat menginvestasikan miliaran dolar ke Venezuela demi memanfaatkan sumber daya alam yang sebagian besar belum di manfaatkan.

Venezuela punya cadangan minyak terbukti paling besar di dunia, yaitu sebesar 303 miliar barel. Dia mengatakan perusahaan-perusahaan AS akan memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang “sangat rusak” dan “mulai menghasilkan uang untuk negara itu”.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, Sabtu 3 Januari 2026 di tangkap bersamaan dengan serangan berskala besar AS ke Venezuela.

“Operasi ini di lakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” kata Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

Tudingan Klasik Amerika

Pemerintah Amerika Serikat sejak lama menuduh Nicolás Maduro memimpin organisasi perdagangan narkotik internasional. Maduro telah dan selalu membantah tudingan ini. Tuduhan ini juga tidak memiliki kekuatan hukum.

Menurut CBS News, Maduro di tangkap Delta Force dari Angkatan Darat AS. Info ini mereka dapatkan dari seorang pejabat AS. Delta Force adalah unit kontraterorisme militer AS.

Beberapa jam sebelum klaim penangkapan Maduro, Trump memerintahkan militer AS menyerang Venezuela, terutama fasilitas militer mereka.

Di ibu kota Venezuela, Caracas, ledakan telah terdengar dan asap terlihat mengepul di langit kota. Terdapat banyak laporan ledakan yang hampir bersamaan di beberapa tempat di Caracas, termasuk instalasi militer.

Beberapa permukiman di sekitar pusat militer itu lantas mengalami pemadaman listrik. Terdapat laporan yang belum di konfirmasi tentang pesawat yang terbang di atas kota. Setelah sejumlah ledakan itu, pemerintah Venezuela mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan Amerika Serikat.

Vanessa Silva, seorang jurnalis yang tinggal di Caracas, melihat ledakan dari jendela rumahnya. Dia mengatakan suara ledakan itu sangat besar dan lebih kuat dari halilintar, sehingga menyebabkan rumahnya bergetar. Vanessa bilang, Caracas saat ini sunyi, tapi semua orang masih saling mengirim pesan dengan panik untuk memastikan keadaan mereka baik-baik saja.

Tinggalkan komentar