Senin, 5 Januari 2026 23:21 WIB

Banjir Lagi! Pemkot Bengkulu Bangun Kolam Retensi di Tanjung Jaya

Kota Bengkulu, Ngenelo.net, – Banjir kembali melanda wilayah permukiman warga. Kali ini, banjir merendam Kelurahan Tanjung Jaya dan berdampak pada sekitar 45 kepala keluarga (KK).

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu memastikan pembangunan kolam retensi sebagai solusi utama untuk menekan risiko banjir berulang. Seperti kita ketahui, daerah ini menjadi langganan banjir.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Tanjung Jaya, Minggu (4/1/2026).

Kunjungan tersebut untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan jangka panjang agar tidak terus berulang setiap musim hujan.

Menurut Dedy Wahyudi, genangan air yang merendam rumah warga di picu oleh tingginya curah hujan. Namun, faktor utama penyebab langganan banjir ini bukan hanya hujan, melainkan kondisi lingkungan di kawasan hulu yang telah mengalami kerusakan.

“Banjir ini bukan semata-mata karena hujan. Daerah hulunya sudah gundul, sehingga daya serap tanah menurun drastis dan sungai tidak mampu menampung debit air,” ujar Dedy Wahyudi saat berada di lokasi banjir.

Kerusakan kawasan hulu tersebut berdampak langsung pada aliran sungai di wilayah hilir, termasuk Tanjung Jaya. Ketika hujan deras turun, air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bengkulu dalam merumuskan penanganan banjir yang berkelanjutan.

Solusi Kolam Retensi dan Normalisasi Sungai untuk Banjir di Kota Bengkulu

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bengkulu memastikan pembangunan kolam retensi di kawasan terdampak banjir Kota Bengkulu. Kolam retensi ini di rancang untuk menampung air saat debit sungai meningkat, sehingga aliran air ke permukiman dapat di tekan secara signifikan.

Selain kolam retensi, Pemkot Bengkulu juga akan melakukan normalisasi sungai. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat cepat surut ketika hujan deras melanda.

Dalam penanganan banjir, Pemkot tidak bekerja sendiri. Pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan Balai Sungai dan instansi terkait lainnya, mengingat pengelolaan sungai berada dalam kewenangan lintas lembaga.

“Kita terus berkoordinasi dengan Balai Sungai. Penanganan banjir harus dilakukan bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir Kota Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu juga menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako. Bantuan tersebut di harapkan dapat meringankan beban masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

“Semoga bantuan dapat meringankan beban keluarga terdampak,” ungkapnya.

Melalui pembangunan kolam retensi, normalisasi sungai, serta koordinasi lintas instansi, Pemkot Bengkulu menargetkan penanganan banjir di Kota Bengkulu dapat dilakukan secara menyeluruh.

Upaya ini di harapkan mampu memberikan rasa aman khususnya bagi warga Tanjung Jaya dan mencegah banjir serupa kembali terjadi di masa mendatang.

Tinggalkan komentar