Mengentengkan Tahallul, Sepele tapi Bahaya!

Pesan Harian UJH, Ngenelo.net, –Mengentengkan Tahallul, sepele tapi bahaya. Lelahnya setelah sa’i jauh berbeda dengan lelahnya tawaf walaupun sama-sama tujuh keliling. Walaupun mungkin jarak tempuh sama.

Meskipun ramainya tak berbeda. Mengapa bisa demikian. Faktor pertama, tentu karena dilaksanakan setelah tawaf. Lelahnya tawaf belum pulih istirahat berkisar 1/2 atau satu jam lalu lanjut lalu sa’i.

Faktor keduanya, saat tawaf fokus kita ke baitullah bangunan ka’bah yang mensupport energi dan semangat kita.

Setiap langkah mata tak pernah lepas dari baitullah sedangkan sa’i kita sama sekali tidak melihat ka’bah. Selain jauh juga tertutup dengan dinding masjidil haram yang berlapis-lapis.

Nah, kadang kelelahan usai sa’i di tambah lagi sesama jamaah tidak ada yang membawa gunting. Lalu, masing-masing ingin istirahat dan tidak sadar belum tahallul.

Apa bahayanya? Tahallul atau menggunting rambut walaupun cuma 3 helai adalah penutup rangkaian umrah. Penghalal yang sejak berniat banyak larangan setelah tahallul baru boleh.

Menutup kepala, kaki, membuka aurat saat di kamar bahkan mandi dengan memakai sabun. Bila belum tahallul sampai ke hotel kadang larangan tersebut terlupa.

Maka bisa kena dam bahkan bisa batal andai kata lupa tahallul karena perkara lupa bawa gunting atau bilang nanti saj sampai hotel baru tahallul. Maka, berhati-hatilah. Usahakan usai sa’i langsung tahallul.

Pagar Dewa, 9 April 2026

Salam UJH