NGENELO.NET, NASIONAL – Keberadaan video viral yang mempertontonkan unit motor listrik bercap Badan Gizi Nasional (BGN), untuk keperluan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Di jagad maya, viralnya motor listrik MBG di media sosial usai seorang pria diduga pegawai SPPG memamerkan motor listrik yang disebut diperuntukkan bagi karyawan MBG.
Dalam video itu, pria tersebut tampak menunjukkan sejumlah motor listrik sambil berbicara dengan nada yang terdengar mengejek. Bahkan sempat melontarkan kalimat: “Kaum sakit hati makin meriang aja dah.”
Video ini langsung menjadi sorotan netizen. Banyak warganet menanggapi dengan beragam komentar. Mulai dari kritikan terhadap cara penyampaian pria tersebut, hingga perdebatan soal prioritas penggunaan anggaran untuk program MBG.
Menariknya, pameran motor listrik MBG ini muncul di tengah isu efisiensi anggaran. Sementara motor-motor listrik untuk MBG dikabarkan telah diproduksi dan siap beroperasi, terutama di wilayah Jawa Barat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait identitas pria dalam video maupun detail jumlah motor yang disebut 70 ribu tersebut. Meski demikian, video ini terus beredar dan memicu perdebatan di berbagai platform media sosial.
Motor listrik MBG bercap BGN di sebut telah tersedia dalam berbagai jenis dan siap beroperasi, sebagaimana terlihat dalam video yang viral di media sosial. Video tersebut menampilkan sejumlah motor listrik. Termasuk motor trail dan motor bebek, yang di sebut sudah siap di kirim dan di gunakan.
“Motornya motor listrik ya, jadi saya nggak perlu ngejelasin,” ucap narasi dalam video yang juga memperlihatkan merek motor serta deretan unit kendaraan yang di sebut akan di kirim.
Motor Listrik MBG jadi Sorotan
Ada pula narasi pembelian motor ini bukan sekadar angka belanja negara. Melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.
Motor listrik ini di sebut di perlukan karena tugas penyuluh dan kepala SPPG selama menjalankan program itu medannya berat. “Ini bentuk kepedulian negara,” tulis narasi lain yang banyak beredar di media sosial.
“Gak level kalau beli supra atau revo koperasi. Kurang tangguh dan terlalu murah malu,” “Eh elu kalau mau lamar kerja kadang ada persyaratan “memiliki motor pribadi”. Jangan samakan dengan MBG,”.
Sampai – sampai ada netizen yang mempertanyakan azaz manfaat dari motor listrik berjenis trail, yang banyak beredar di media sosial. “Kurir expedisi melihat motor ini, bawa mantel aja gak bisa itu, apalagi ompreng. Fix buat gaya-gayaan,” tulis netizen.
Motor listrik MBG yang banyak beredar tersebut, mirip dengan motor listrik gaya trail merk Emmo JVX GT. Sebagai gambaran, motor ini di bekali tenaga hingga 7.000 W dengan jarak tempuh 70 km dan fitur fastcharging .
Berdasarkan situs resminya, motor listrik ini di banderol dengan harga yang cukup fantastis, yakni Rp56,8 juta per unit. Spesifikasi motor listrik Emmo JVX GT, tipe Kendaraan adalah Adventure / Trail. Memiliki kapasitas Baterai 72v 31Ah, Jarak Tempuh 70 KM.
Kemudian, memiliki keunggulan Fast Charging dan Dual Battery. Adapun estimasi harga sebesar Rp56,8 juta Di duga, motor-motor ini akan di pakai untuk pengantaran makanan, monitoring lapangan.
Hingga mendukung operasional program MBG agar lebih cepat dan efisien. Kalau benar untuk distribusi, kendaraan ini dinilai cocok menjangkau jalan sempit dan lokasi yang sulit dilalui mobil.
Klarifikasi BGN Soal Motor Listrik MBG
Terkait hal ini, pada laman resmi BGN, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan akan membagikan motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang di pesan di tahun 2025.
Menurutnya, sepeda motor tersebut belum di distribusikan kepada setiap kepala SPPG di seluruh Indonesia. Sesuai aturan, kendaraan yang di beli menggunakan anggaran itu harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat di gunakan.
Adapun proses realisasi pengadaan motor itu di lakukan secara bertahap di mulai pada Desember 2025. “Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.
