NGENELO.NET, NASIONAL – Jagad maya kembali geger dengan keberadaan sepeda motor listrik buat petugas Makan Bergizi Gratis (MBG). Diunggah lewat media sosial, sepeda motor listrik MBG langsung viral karena tampilan keren yang membungkusnya. Si pengunggah dengan santai menulis caption, agar warganet jangan hati ini.
Ini tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk pengadaan. Bukan netizen tanah air, jika tak mencari tahu terkait sepeda motor listrik MBG.
Sepeda motor listrik MBG, tampil gagah untuk seorang adventure sejati. Motor tersebut memiliki postur yang jangkung, ground clearance tinggi, dan di lengkapi ban dual-purpose beralur kasar.
Tak heran celetukan muncul, sepeda motor MBG bisa di ajak trabasan menembus hutan dan sungai demi mengantar lauk bergizi ke pelosok.
Di balik tampilannya yang macho, tersimpan teknologi canggih dan label harga yang sukses bikin warganet insecure. Kendaraan petualang ini diduga kuat merupakan motor listrik (EV) dengan performa tinggi, bukan motor bensin konvensional.
Jika merujuk pada spesifikasi motor sejenis di pasaran, seperti Emmo JVX GT, taksiran harga motor operasional ini bisa menembus angka Rp56,8 juta per unit.
“Waduh, harga motornya sepertinya jauh lebih “bergizi” daripada harga menu makanannya,” celetuk warganet di banyak laman media sosial.
Dalam rekaman video, narasi menyebut motor MBG telah di produksi di tengah efisiensi anggaran. Perekam video mengatakan motor listrik tersebut sudah “ready” dan siap di antar, serta terlihat masih banyak unit motor yang berada di bagian belakang lokasi penyimpanan.
Dari spesifikasinya, motor MBG memiliki tenaga sekitar 7.000 watt, kecepatan hingga 80 km/jam, jarak tempuh sekitar 70 km, serta mampu membawa beban hingga 200 kg-cukup ideal untuk operasional distribusi di berbagai medan.
Berikut Spesifikasi Motor Listrik Emmo JVX GT:
– Daya motor: hingga 7000 watt (peak)
- Kecepatan maksimum: sekitar 80–85 km/jam
- Baterai: 72V 31Ah, bisa menggunakan dua baterai
- Fast charging: 30%–80% sekitar 1 jam.
- Jarak tempuh: sekitar 70 km per pengisian
- Sistem: motor BLDC + transmisi gear (lebih kuat di tanjakan)
- Ban: dual purpose (on-road & off-road)
- Ground clearance: tinggi (±320 mm), cocok medan berat.
Motor ini juga dilengkapi rem cakram depan-belakang, panel digital, serta suspensi yang bisa disesuaikan. Sehingga dirancang untuk penggunaan berat maupun medan sulit.
Dengan harga sekitar Rp56,8 juta per unit, motor ini tergolong kelas atas untuk motor listrik di Indonesia. Sebagai perbandingan, motor listrik umum di kisaran antara Rp10 juta – Rp25 juta. Kelas menengah: Rp25–40 juta. Di atas Rp50 juta sudah masuk premium / highend.
Harga tinggi tersebut untuk sepeda motor listrik biasanya di pengaruhi oleh, Tenaga besar (hingga 7000 watt). Desain adventure (bukan sekadar skuter), Fitur lengkap (fast charging, dual battery) hingga kemampuan off-road dan beban berat.
Penjelasan BGN Soal Motor MBG
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan klarifikasi terkait viralnya motor MBG di laman resminya, Selasa 7 April 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana membenarkan perihal keberadaan sepeda motor MBG.
Menurutnya, pengadaan motor MBG di peroleh dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu. Sepeda motor juga di tujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4).
Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat di gunakan.
“Motor tersebut belum di bagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan di catat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum di distribusikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses realisasi pengadaan motor secara bertahap di mulai pada Desember 2025.
Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang di pesan di tahun 2025,” jelas Dadan.
