Banjir di Kota Bengkulu terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam (5/4). Akibatnya, ratusan rumah warga di berbagai kelurahan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.
- Banjir di Kota Bengkulu terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang sejak Minggu malam (5/4).
- Ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa wilayah.
- Wilayah terdampak meliputi Tanjung Jaya, Tanjung Agung, hingga sejumlah kelurahan lain di Kota Bengkulu.
- Aktivitas warga lumpuh dan masyarakat membutuhkan bantuan logistik serta penanganan cepat dari pemerintah.
BENGKULU, NGENELO.NET, – Genangan air masih bertahan hingga Senin pagi (6/4), terutama di wilayah Kelurahan Tanjung Jaya dan Tanjung Agung. Di kawasan ini, ketinggian air dilaporkan melebihi satu meter, memaksa warga mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Mantan Ketua RT Kelurahan Tanjung Jaya, Hikma Juwita, mengatakan air mulai naik sejak Minggu malam dan terus bertahan hingga pagi hari. Warga terpaksa bertahan di tengah kondisi banjir sambil menunggu air surut.
“Air mulai naik sejak malam dan sampai sekarang masih tinggi. Di beberapa titik bahkan sudah lebih dari satu meter. Warga kami terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Selain curah hujan tinggi, kondisi ini di perparah oleh kiriman air dari wilayah kabupaten tetangga. Debit air yang meningkat menyebabkan aliran sungai tidak mampu menampung volume air secara maksimal.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan melakukan pengerukan Sungai Air Bengkulu agar aliran air menjadi lebih lancar dan risiko banjir dapat di tekan di masa mendatang.
Banjir di Kota Bengkulu Lumpuhkan Aktivitas Warga
Dampak dari Banjir di Kota Bengkulu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat. Sejumlah warga tidak dapat bekerja karena akses jalan terendam air.
Kondisi ini membuat kebutuhan dasar menjadi persoalan utama. Warga sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan dan minuman karena aktivitas sehari-hari tidak dapat berjalan normal.
Beberapa warga memilih bertahan di rumah masing-masing meskipun di kepung air. Mereka berharap bantuan segera datang dan kondisi cepat membaik.
Selain di Tanjung Jaya dan Tanjung Agung, banjir juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Perumahan Korpri, Perumahan Ejuka, dan Kelurahan Rawa Makmur.
Banjir di Kota Bengkulu Meluas ke Sejumlah Kelurahan
Sebaran Banjir di Kota Bengkulu di laporkan meluas ke berbagai wilayah lain. Di antaranya Kelurahan Jalan Gedang, Sukamerindu, Kebun Beler, Rawa Makmur Permai, Sawah Lebar, Nusa Indah, Kebun Tebeng, Lingkar Barat, hingga Jembatan Kecil.
Selain itu, banjir juga terpantau di kawasan Kelurahan Pematang Gubernur, tepatnya di Perumahan Villa Pabithei. Sejumlah rumah di lokasi tersebut turut terdampak genangan air.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan menyebar luas akibat tingginya intensitas hujan dan sistem drainase yang belum optimal.
Pemerintah daerah di harapkan segera melakukan langkah tanggap darurat, termasuk distribusi bantuan dan normalisasi sungai. Penanganan cepat di nilai penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Hingga saat ini, warga terdampak Banjir di Kota Bengkulu masih bertahan di tengah genangan air. Mereka menunggu bantuan serta upaya penanganan dari pemerintah agar kondisi segera pulih. Banjir ini menjadi pengingat pentingnya perbaikan sistem drainase dan pengelolaan sungai di wilayah tersebut.
