Perasaan Sedih Berpisah dengan Ramadan

Pesan Harian UJH, Ngenelo.net, – Perasaan sedih berpisah dengan Ramadan. Ada yang menangis pilu berpisah dengan Ramadan.

Seakan-akan kehilangan orang yang paling di sayangi dan di cintai. Air matanya tumpah bagai orang di timpa musibah.

Jangan kita bilang itu lebay atau berlebihan. Sebab kita tidak tau masing-masing kepribadian orang atau berat ringan, susah senang orang dalam menjalankan ibadah Ramadan

Kita pun tidak paham akan masing-masing ilmu agama orang lain. Kita pun belum tau tentang ayat atau hadits yang menjadi pedoman orang.

Salah satu hadits tentang tangis karena di tinggalkan bulan Ramadan sebagaimana dalam Sabda Rasulullah SAW.

ِإذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَقَةًَ مَقْبُوْلَةٌ

Artinya: Ketika malam terakhir bulan Ramadan tiba, langit, bumi, dan para malaikat menangis karena musibah yang telah menimpa umat Nabi Muhammad SAW.

Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah ini sebuah bencana, wahai Rasulullah?”

Maka Rasulullah menjawab, “Perpisahan dengan bulan Ramadan, karena di bulan ini semua doa kita di kabulkan oleh Allah dan zakat kita diterima oleh-Nya.”

Pagar Dewa, 22 Maret 2026

Salam UJH

Ref:b4cf3f47

Sumber: Ngenelo.net