Lebaran Pemerintah 2026 hingga kini belum di umumkan secara resmi.
- Pemerintah belum menetapkan secara resmi tanggal Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
- Sidang isbat penentuan Lebaran akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026 di Kementerian Agama.
- Kalender Hijriah Indonesia dan SKB 3 Menteri memperkirakan Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026.
- Peneliti BRIN menyebut posisi hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria MABIMS.
- Jika hilal tidak terlihat, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Lebaran diperkirakan 21 Maret 2026.
BENGKULU, NGENELO.NET, – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah melalui sidang isbat yang di jadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sidang isbat tersebut akan di gelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta mulai pukul 16.00 WIB. Hasil sidang inilah yang nantinya menentukan secara resmi kapan Lebaran Pemerintah 2026 di rayakan di Indonesia.
Meski belum ada keputusan final, sejumlah perhitungan astronomi memperkirakan Lebaran Pemerintah 2026 kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Lebaran Pemerintah 2026 Menunggu Sidang Isbat
Lebaran Pemerintah 2026 akan diputuskan melalui sidang isbat yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sidang ini biasanya di hadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi Islam, ahli astronomi, hingga instansi terkait.
Dalam sidang tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan dua metode utama penentuan awal bulan Hijriah, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Jika hilal terlihat pada 19 Maret 2026 saat matahari terbenam, maka Idul Fitri dapat jatuh pada 20 Maret. Namun jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Dengan skenario tersebut, Lebaran Pemerintah 2026 kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026.
Prediksi Lebaran 2026 dari Peneliti BRIN
Prediksi mengenai Lebaran Pemerintah 2026 juga di sampaikan oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, yaitu Thomas Djamaluddin.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada saat Magrib tanggal 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria baru MABIMS.
Kriteria tersebut menetapkan bahwa awal bulan hijriah dapat di tetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
“Fakta astronomi menunjukkan pada saat Magrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS,” jelas Thomas.
Karena itu, ia memperkirakan Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.
Namun ia menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Kemungkinan Berbeda dengan Muhammadiyah
Penentuan Lebaran 2026 juga berpotensi berbeda dengan keputusan Muhammadiyah.
Organisasi Islam tersebut menggunakan metode hisab dengan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam kriteria KHGT, posisi bulan pada saat ijtima di anggap sudah memenuhi syarat untuk penetapan awal bulan Syawal.
Jika menggunakan metode tersebut, Idul Fitri 1447 Hijriah di perkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.
Perbedaan metode perhitungan inilah yang sering menyebabkan tanggal Lebaran di Indonesia tidak selalu sama setiap tahunnya.
