Jenazah perempuan muda yang di temukan di liku 9 akhirnya menjalani autopsi. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya, sementara, keluarga ungkap adanya bekas luka di kepala.
Ringkasan Berita
- Sopiah (22), perempuan muda asal Musi Rawas, Sumatera Selatan, di temukan meninggal dunia di tumpukan sampah di jalan lintas Liku 9 Kabupaten Kepahiang.
- Korban pertama kali di temukan oleh pengendara yang melintas pada Selasa, 10 Maret 2026 dalam kondisi mengenaskan.
- Hasil visum dan autopsi awal menunjukkan adanya luka diduga akibat benturan benda tumpul pada bagian kepala korban.
- Keluarga baru mengetahui Sopiah sedang hamil setelah dilakukan pemeriksaan medis di RSUD Kepahiang.
- Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi resmi, sementara keluarga berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut.
NGENELO.NET, KEPAHIANG – Perempuan muda yang ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di tumpukan sampah jalan lintas liku 9 Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Sopiah (22) sudah menjalani autopsi.
Sejak ditemukan pengendara yang kebetulan melintas di liku 9 Kepahiang, Selasa 10 Maret 2026 hingga berita ini di udate pihak kepolisian belum berhasil mengungkap apa yang melatarbelakangi kematiannya.
Apakah benar, Sopiah yang di temukan dalam kondisi tewas mengenaskan di liku 9 dan sudah berbadan dua adalah korban pembunuhan? Untuk memastikannya, sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian.

Namun, indikasi ke arah sana semakin menguat. Ini setelah pihak keluarga membeberkan fakta – fakta pascakematian Sopiah di liku 9, setelah menjalani autopsi.
Kepada awak media, sepupu korban, Remo Ricardo mengungkapkan dari analisa awal terhadap jenazah dugaan kepada telah terjadi tindak pidana dari kematian Sopiah menguat.
Setelah visum di RSUD Kepahiang, di lanjutkan kepada pelaksanaan autopsi berdasarkan analisa awal ada keganjilan pada kematian Sopiah.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, ada bekas luka di duga akibat benda tumpul pada bagian kepala pada warga Dusun III Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Sumsel) tersebut.
Persisnya, pada bagian tengkorak belakang tengkorak atas dan pelipis kanan pecah mengalami retak. Meski demikian, pihaknya belum berani menyimpulkan karena memang hasil autopsi resmi belum di terima.
“Hasil resminya keluar 15 hari ke depan, hasil sementara yang kita dapatkan di bagian kepala ada bekas benturan benda tumpul,” kata Remo, yang merupakan sepupu korban.

Fakta Kematian Perempuan Muda di Liku 9 Kepahiang
Fakta lainnya yang di ungkapkan pihak keluarga terhadap Sopiah adalah, perempuan muda itu sebelumnya merupakan buruh dari usaha bubut ayam. Selama ini di mata keluarga Sopiah merupakan perempuan muda yang tak banyak ulah.
Pergaulannya pun hanya di seputaran rekan kerjanya saja. Fakta lainnya, keluarga justru baru mengetahui Sopiah hamil setelah kematiannya dan menjalani visum di RSUD Kepahiang.
Dari pemeriksaan tim medis, janin yang di kandungnya berjenis kelamin perempuan. Yang kemudian, ikut meninggal bersama ibunya saat di temukan di liku 9.
Sebelumnya, korban di temukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan liku 9 Kepahiang. Korban di temukan dalam tumpukan sampah dan sudah di kerubungi lalat.
Mirisnya, korban di ketahui dalam kondisi hasil tua. Janin yang di kandung di ketahui berjenis kelamin perempuan. Dari keterangan pihak keluarga pula di ketahui almarhumah sudah meninggalkan rumah sejak, Kamis 5 Maret 2026.
Pakaian yang di kenakan almarhumah, sama seperti saat pertama kali meninggalkan rumah. Yakni, mengenakan baju kaos warga unggu, celana jeans panjang warga hitam.
“Kami keluarga mengenali dari pakaian yang di kenakan almarhumah. Pakaian itulah yang terakhir di kenakan almarhumah keponakan kami saat terakhir meninggalkan rumah,” tutur Nain Zulkarnain, kerabat korban.
Pihak keluarga berharap, aparat kepolisian dapat mengungkap terang penyebab kematian Sopiah yang di temukan dalam kondisi mengenaskan di liku 9 Kepahiang.
