Bengkulu, Ngenelo.net, – Waspada takjil berformalin saat ramadan sangatlah penting. Sebab, bulan Ramadan selalu menghadirkan berbagai pilihan takjil dan makanan berbuka. Pedagang menjual aneka kue, gorengan, dan minuman manis. Banyak orang langsung membeli tanpa memeriksa kualitas makanan.
Kebiasaan ini bisa memicu risiko kesehatan. Beberapa pedagang nakal masih mencampur bahan berbahaya seperti formalin dan boraks ke dalam makanan. Mereka ingin makanan terlihat segar lebih lama.
Formalin sebenarnya berfungsi sebagai bahan pengawet mayat dan bahan kimia industri. Boraks biasa dipakai dalam bahan pembersih atau deterjen. Kedua bahan tersebut tidak boleh masuk ke makanan.
Badan pengawas pangan sering menemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Takjil seperti mie basah, bakso, lontong, hingga kue basah sering menjadi sasaran penyalahgunaan bahan kimia.
Masyarakat perlu lebih teliti saat membeli takjil. Pilih pedagang yang menjaga kebersihan dan kualitas makanan. Perhatikan juga kondisi makanan sebelum membelinya.
Kesadaran konsumen dapat menekan peredaran takjil berformalin. Jika pembeli semakin kritis, pedagang akan menjaga kualitas produk yang mereka jual.
Kenali Ciri Makanan Mengandung Formalin
Masyarakat bisa mengenali ciri makanan yang mengandung formalin. Beberapa tanda cukup mudah terlihat jika pembeli memperhatikan dengan teliti.
Pertama, makanan terlihat terlalu awet. Kue atau mie biasanya cepat basi. Jika makanan tetap segar selama berhari-hari tanpa perubahan, kemungkinan bahan pengawet berbahaya masuk ke dalamnya.
Kedua, tekstur makanan terasa sangat kenyal atau keras. Mie basah atau bakso biasanya memiliki tekstur lembut. Jika makanan terasa terlalu elastis, pembeli perlu berhati-hati.
Ketiga, makanan tidak mengundang lalat. Lalat biasanya mendekati makanan alami. Jika lalat tidak mau mendekat, kemungkinan bahan kimia menghalangi serangga.
Keempat, aroma makanan terasa menyengat atau tidak alami. Formalin sering menghasilkan bau kimia yang cukup tajam.
Kelima, warna makanan terlihat terlalu cerah atau terlalu putih. Beberapa pedagang menambahkan bahan kimia agar makanan terlihat lebih menarik.
Masyarakat sebaiknya menghindari makanan dengan ciri tersebut. Pilih makanan segar yang memiliki aroma alami.
Ciri Makanan Mengandung Boraks
Selain formalin, boraks juga sering muncul dalam makanan tertentu. Beberapa pedagang menambahkan boraks agar tekstur makanan lebih kenyal.
- Ciri pertama terlihat dari tekstur makanan. Makanan yang mengandung boraks terasa sangat kenyal dan sulit putus. Bakso atau kerupuk sering menunjukkan tanda ini.
- Ciri kedua terlihat dari warna makanan. Boraks sering membuat makanan terlihat lebih putih atau lebih mengkilap.
- Ciri ketiga muncul dari rasa makanan. Boraks dapat menghasilkan rasa pahit atau getir di lidah.
- Ciri keempat terlihat dari daya tahan makanan. Makanan yang mengandung boraks biasanya bertahan lebih lama dari makanan normal.
Masyarakat perlu lebih waspada saat membeli takjil. Pilih pedagang yang menjaga kebersihan dan kualitas bahan.
Langkah sederhana ini dapat melindungi kesehatan keluarga saat berbuka puasa.
