Diklat Digital Inovasi UMKM Bengkulu, Bongkar Trik Tembus Algoritma!

Bengkulu, Ngenelo.net, – Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) Bengkulu bersama Bank Bengkulu menggelar Diklat Digital Inovasi UMKM Naik Kelas pada Jumat (13/2/2026) di auditorium lantai 7 Kantor Pusat Bank Bengkulu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di era algoritma media sosial.

Sekitar 120 peserta hadir, terdiri dari pelajar SMK, guru pendamping, dosen, hingga komunitas UMKM di Bengkulu. Agenda ini turut di hadiri Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Tedi Cahyono serta jurnalis RBTV Verdi Dwiansyah yang juga menjadi pemateri.

Ketua LEKAD Bengkulu, Anugerah Wahyu, menegaskan bahwa pelatihan ini di rancang untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dan pelaku UMKM dalam memproduksi konten digital berkualitas.

“Banyak konten yang narasinya sulit di pahami. Melalui pelatihan ini, peserta di ajarkan kaidah penulisan yang benar agar konten memiliki daya tarik dan mudah di mengerti,” ujar Anugerah.

Ia menjelaskan, selain teknik penulisan, peserta juga di bekali strategi membaca algoritma, teknik editing video, hingga penentuan jam tayang efektif agar konten mampu menjangkau audiens lebih luas.

Menurutnya, sering kali sebuah video gagal viral bukan karena kualitas produk, tetapi karena tidak mampu terbaca algoritma platform.

“Di sini di bagikan trik mulai dari penyusunan konsep, teknik editing, hingga waktu tayang yang tepat agar followers dan viewers meningkat signifikan,” jelasnya.

Strategi Tembus Algoritma dan Dorong UMKM Naik Kelas

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank Bengkulu, Budi Srianto, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kunci keberlanjutan UMKM di tengah ketatnya persaingan pasar.

“Digitalisasi hari ini adalah bukti nyata bahwa UMKM harus berinovasi dan kreatif untuk bertahan dan berkembang. Naik kelas artinya berani belajar digital, memanfaatkan media sosial dan e-commerce,” kata Budi.

Ia menambahkan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Pelaku usaha di tuntut memahami pola distribusi konten, perilaku konsumen digital, hingga tren pemasaran berbasis data.

Budi juga mendorong generasi muda dan pelaku UMKM agar tidak ragu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Jangan takut belajar, jangan takut mencoba. Terus tingkatkan kemampuan dan manfaatkan peluang digital yang ada. Itu kunci agar UMKM kita bisa berkembang di era digitalisasi,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, LEKAD dan Bank Bengkulu berharap lahir komunitas kreator serta pelaku UMKM digital yang solid di Bengkulu.

Tahun 2026 di Indonesia harapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis digital di daerah. Sekaligus memperkuat daya saing UMKM Bengkulu di tingkat nasional.

Dengan adanya pelatihan ini, para peserta kini memiliki bekal untuk menembus algoritma media sosial. Serta meningkatkan visibilitas produk dan mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.