Bengkulu, Ngenelo.net, – Ciri ciri asertif menggambarkan bagaimana seseorang hadir, berkomunikasi, dan bersikap dalam berbagai situasi.
Menurut Rizqiani Putri, sikap asertif tidak ditunjukkan dengan mendominasi, membela diri berlebihan, atau ingin terlihat paling benar.
Asertif justru terlihat dari cara seseorang menyimak, bersikap tenang, dan fokus pada kontribusi.
Ciri Ciri Orang Asertif
Rizqiani Putri menjelaskan bahwa orang asertif memiliki ciri yang jelas dan bisa di amati dalam keseharian.
Ciri-ciri ini tampak dari cara berbicara, merespons konflik, hingga memandang dirinya dan orang lain.
Asertif bukan soal posisi, melainkan soal sikap batin yang tercermin dalam perilaku.
Berikut ini ciri ciri asertif menurut Rizqiani Putri yang di susun secara runut sesuai pemaparan aslinya.
Antusias Menyimak dan Hadir dengan Sikap Rileks
Ciri ciri asertif yang pertama adalah antusias dan tertarik untuk menyimak, bukan memamerkan kecerdasannya.
Orang asertif mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Ia tidak menggunakan momen berbicara untuk menunjukkan kehebatan diri, melainkan untuk memahami apa yang sedang di sampaikan.
Ciri kedua, orang asertif tidak gemeter tetapi rileks. Sikap rileks ini muncul karena tidak ada kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.
Ia tidak sedang membawa agenda tersembunyi, sehingga tidak ada dorongan untuk menekan atau mempertahankan diri.
Orang asertif hadir untuk memberikan kontribusi, di mana pun berada. Kehadirannya bukan sekadar ada, tetapi membawa manfaat.
Ia berbicara ketika perlu dan diam ketika di butuhkan. Kontribusi yang di berikan muncul dari kesadaran, bukan dari dorongan ingin di akui.
Sikap antusias, rileks, dan kontributif ini menjadi dasar dari komunikasi asertif. Dari sini, orang asertif bisa terlibat dalam percakapan tanpa beban dan tanpa ketegangan.
Sikap Saat Menghadapi Konflik dan Cara Memandang Orang Lain
Ciri ciri asertif berikutnya terlihat ketika menghadapi konflik. Orang asertif tidak sibuk membela diri, tidak mencari siapa yang salah, dan tidak menggoreng masalah. Ia tidak memperpanjang konflik dengan emosi atau tudingan.
Sebaliknya, orang asertif mencari solusi, dengan tujuan agar konflik bisa berhenti dan tidak berlarut-larut. Fokusnya bukan pada masa lalu, tetapi pada penyelesaian.
Orang asertif juga memiliki pandangan dan pikiran yang terbuka. Ia tidak menutup diri terhadap sudut pandang lain.
Dalam berkomunikasi, ia nyaman ngobrol dengan orang lain, tidak takut melihat dan tidak takut di lihat.
Ia tidak merasa dirinya rendah, dan juga tidak melihat orang lain lebih rendah darinya. Orang asertif memandang dirinya setara dengan siapa pun di sekitarnya. Tidak ada posisi lebih tinggi atau lebih rendah dalam interaksi.
Sikap setara inilah yang membuat komunikasi berjalan lebih jujur dan sehat.
Orientasi Win Win Solution dalam Setiap Keputusan
Ciri ciri asertif yang terakhir adalah berorientasi pada win win solution. Orang asertif memahami bahwa dalam setiap keputusan pasti ada kalah dan menang, dan mungkin ada pihak yang merasa di rugikan.
Namun, orang asertif sebisa mungkin memastikan semua pihak tetap mendapat manfaat dari keputusan yang di ambil. Ia tidak mencari keuntungan sepihak.
Sebab, keputusan tersebut di buat dengan bijaksana, bukan berdasarkan emosi atau dorongan sesaat. Orang asertif mempertimbangkan dampak dan konsekuensi dari setiap pilihan.
Inilah yang menegaskan bahwa asertif bukan sekadar cara berbicara, tetapi cara berpikir dan bersikap.
Sebagai penutup, ciri ciri asertif menurut Rizqiani Putri menunjukkan sikap komunikasi yang antusias, rileks, solutif, terbuka, setara, dan berorientasi win win solution.
Rizqiani Putri merupakan seorang communication facilitator yang passionate di bidang public speaking dan tumbuh bersama Sinergi Bicara serta Komunitas Teman Bicara.