Minggu, 1 Februari 2026 12:00 WIB

Danau Viral Jalan Baru Kepahiang Ramai Dikaitkan Ramalan Hard Gumay, Lama Terpendam

NGENELO, KEPAHIANG – Danau viral jalan baru ringroad Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, jadi perhatian belakangan ini. Bahkan kemunculan danau viral seiring dengan dibuka jalur ringroad itu, dikait-kaitkan dengan ramalan Hard Gumay.

Benar tidaknya, belujm bisa dipastikan. Pastinya, hanya waktu yang bisa menjawabnya. Dilihat dari latar belakang kemunculan danau viral tersebut, tak heran banyak yang mengaitkan dengan ralaman Hard Gumay.

Salah satunya, berada di kabupaten terpencil, kabupaten kecil bukan di Jawa atau pun Bali, Jogyakarta, Sulawesi. Serta, sidak pernah terdengar sebelumnya,

Fenomena unik danau viral ini sendiri, sejatinya sudah tersimpan lama dan hanya di ketahui dari mulut ke mulut warga lokal saja.

Danau viral berada di dalam areal 250 HKm (Hutan Kemasyarakatan) yang saat ini dikelola Kelompok Tani Sepakat Kelurahan Dusun Kepahiang, mendadak viral seiring di bukanya jalan ringroad pusat perkantoran Pemkab Kepahiang – Tebat Monok.

Di media sosial, pesona danau viral  yang sejatinya belum memiliki nama resmi itu banyak di sebut. Berada di sisi jalan ringroad Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang, hampir setiap petang danau jalan baru ramai di sambangi warga.

Lokasinya yang asri dengan warna danau hijau alami, sangat memanjakan pandangan mata. Keindahannya di tunjang dengan kondisi alam di sekitarnya yang sama sekali belum tersentuh tangan manusia.

Danau Viral dapat Perhatian Petinggi

Tak heran jika kemudian dari media sosial, Danau Jalan Baru Ringroad menjadi di kenal. Pengendara yang kebetulan melintas di lokasi, tak sedikit yang sengaja berhenti hanya untuk mengabadikan sejenak momen indah di danau.

Tak ingin ketinggalan momen, orang nomor satu di Kabupaten Kepahiang, H. Zurdi Nata, SIP secara khusus juga telah menyambangi lokasi. Ia berpesan, pengelola khususnya pengunjung tak merusak lingkungan sekitar danau. “Jangan rusak pohon di sekitarnya,” pesan bupati.

Di sampaikan, secara resmi areal danau viral jalan baru ini masuk ke dalam HKm. Artinya, danau adalah milik bersama. Sudah menjadi kewajiban semua pengunjung yang datang pula, untuk menjaga kebersihan dan kealamian di areal sekitar danau.

Jangan sampai, keindahan danau malah redup karena ulah tangan-tangan jahil dan oknum yang tak bertanggungjawab di lokasi. Sejauh ini, pengunjung yang datang masih bebas menikmati pemandangan danau tanpa mesti di wajibkan menyetor uang parkir atau pungutan lainnya. Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan danau tersebut jadi objek baru wisata daerah.

Danau Viral Seiring Terbukanya Jalan

Lantas, sejak kapan danau jalan baru ringroad jadi pusat perhatian warga?

Semua tak lepas dari di bukanya jalan ringroad sepanjang 6 KM, dari pusat perkantoran – Tebat Monok. Di banding jalur lama, dengan melewati jalan baru ini pengendara dapat menghemat waktu hingga 7 menitan jika memilih jalur ringroad baik dari arah Kota Bengkulu maupun dari arah Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Di tengah masa pengerjaan, mulai September 2025 jalan ringroad secara perlahan mulai di lalui pengendara. Dari sini pula, spot-spot cantik yang ada di sepanjang jalan mulai terjamah. Termasuk, danau viral yang ada di dalamnya.

Di sepanjang jalan, pengendara dapat menikmati keindahan alami Hutan Lindung (HL) yang bisa menipu pandangan mata. Pesona alami di sepanjang jalur ringroad Desa Tebat Monok – komplek perkantoran Pemkab Kepahiang, sangat memanjakan mata.

Hal ini berbanding kontras dengan kondisi jalur ekstrem di sepanjang jalur ringroad. Jalur menikung, tajam, lengkap dengan turunan dan tanjakan ekstrem membutuhkan konsentrasi penuh bagi siapapun saat melintasi jalan ringroad Kabupaten Kepahiang.

Salah-salah, kendaraan bisa ke luar jalur hingga terperosok ke dalam jurang di sisi jalan. Ini pastinya jadi catatan bagi pengelola jalan, agar lebih memaksimalkan pembatas hingga rambu-rambu di sepanjang jalan ringroad.

Untuk yang satu ini, di pastikan akan di laksanakan bertahap. Sebab, meski sudah di buka untuk umum sejak awal September 2025 sampai saat ini secara resmi jalan ringroad belum di serahterimakan kepada Pemkab Kepahiang.

Jalan Ringroad Danau Viral

Sempat mengalami amblas saat masa pengerjaan, pesona alami sepanjang jalur ringroad saat ini bukan sekedar menjadi jalur alternatif. Dalam proyek Preservasi jalan pusat pemerintahan – Tebat Monok yang di kerjakan kontraktor pelaksana, PT. Pulau Batu Intan ini, memiliki nilai kontrak Rp31.071.771.000 dengan sumber dana berasal dari APBN murni Tahun Anggaran (TA) 2024 – 2025.

Adapun waktu pelaksanaannya 210 hari, dengan tanggal kontrak 18 Desember 2024. Pembangunan terus berlanjut di tahun 2025. Sebagai informasi, pembangunan ringroad Kepahiang berjalan seiring kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Kepahiang 2023 lalu.

Lewat gelontoran dana program Inpres Jalan Daerah, pembangunan di lanjutkan. Rancangan awal, lebar ring road ini adalah 14 meter untuk dijadikan 2 jalur. Ada lanjutan pembangunan ringroad sepanjang 6 kilometer dan lebar 7 meter.

Dana yang tersedia tersebut, sesuai rancangan awal akan di habiskan menyelesaikan pekerjaan mayor berupa jalan hotmix, plat duiker, hingga box culvert untuk beberapa titik yang di bawahnya ada aliran air.

Jauh sebelumnya, rancangan pembukaan jalan ringroad sejatinya sudah di mulai sejak tahun 2011 lalu. Sebagai gambaran, pembangunan ring road dengan jembatan Musi II di dalamnya telah bergerak pertama kali menggunakan APBD TA 2O11. Saat itu, tak kurang Rp1 miliar di kucurkan sebagai tanda di mulainya mega proyek Pemkab Kepahiang.

Lanjut menggunakan APBD TA 2012, kembali di gelontorkan dana segar Rp10, 2 miliar untuk pembangunan ring road. Sempat terhenti di TA 2013, penggunaan dana APBD di lanjutkan lagi pada TA 2014 sebesar Rp18, 2 miliar dan APBD 2015 Rp30 miliar, serta Rp20 miliar dari APBD TA 2016.

Di luar menggunakan dana pusat, secara keseluruhan jalan ringroad komplek perkantoran – Tebat Monok ini sendiri tercatat telah menghabiskan anggaran hingga Rp70 miliar. Di rancang, pembangunan jalan ringroad guna memecah kemacetan arus lalu lintas Kepahiang – Curup.

Dengan terbukanya jalan ringroad, kendaraan berbadan besar tak mesti melewati lagi di Pasar Kepahiang saat melintas di Kabupaten Kepahiang.